Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Tidak akan melepaskan milik nya


__ADS_3

Bola mata Tristan jelas langsung menangkap sosok shain, laki-laki itu tampak berdiri tepat didepan tiang mansion utama milik Xavier, berdiri santai sambil menyandarkan tubuhnya ke samping, menyesap rokoknya untuk waktu cukup lama.


Pandangan mata shain jelas tertuju pada Lana Lan yang baru saja keluar dari dalam mobil. mungkin karena rasa lelah yang mendera Lana Lan hingga membuat dirinya tidak begitu memperhatikan kehadiran laki-laki itu.


Seorang pelayan wanita menyambut mereka, setelah menundukkan kepalanya dalam secepat kilat, wanita itu secara berlahan menarik barang-barang mereka.


"Kembalilah lebih dulu ke kamar"


ucap Tristan cepat, mencium lembut puncak kepala Lana Lan.


"Hmm"


Lana Lan mengangguk cepat, saat berjalan ke arah depan dia benar-benar baru menyadari jika ada shain disana. Lana Lan hanya mampu menundukkan kepalanya kemudian langsung beranjak dari hadapan Shain.


Tristan tampak menatap wajah shain, berhenti tepat dihadapan laki-laki itu, tiba-tiba ikut menyulut api dari pamatik ke sebatang rokok yang berada di mulutnya.


"Ada apa?"


Tanya Tristan cepat.


Shain mendengus, menatap wajah tristan dengan enggan.


"Bukankah kamu tidak sedang bersungguh-sungguh dengan pernikahan nya? kenapa memperlakukan Lana Lan seolah-olah dia benar-benar istri mu"


dia mengejek sambil kembali menghisap rokok nya.


"Apa urusan pernikahan ku harus menjadi urusan mu, shain? itu cukup tidak lucu"


tatapan bola mata Tristan jelas terlihat begitu tajam, menukik seakan siap menerkam shain dalam 1 kali gerakan.


"itu menjadi urusan ku, Lana Lan jelas-jelas sejak awal adalah milik ku"


Tristan tertawa sumbang


"Lana Lan milik mu?"


dia mengejek


Lana Lan atau Eliana huh? kau begitu pandai membohongi semua orang, bahkan keluarga besar Xavier sama sekali tidak menyadari nya.


ejek Tristan dalam hati

__ADS_1


"Aku sedikit penasaran kenapa belakangan ini kamu begitu menggebu menginginkan Lana Lan, padahal seingat ku hubungan kalian cukup jauh.Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui? atau ada sesuatu tentang Lana Lan yang tengah kamu sembunyikan dari ku?"


Mendengar semua ucapan Tristan jelas membuat shain mengencangkan rahangnya, gerakan urat rahang di kedua pipi serta pelipisnya jelas terlihat bergerak kasar.


Breng.. sek


umpat shain dalam hati


shain kembali mendengus


"Bukankah dulu kau pernah menekan nya? jelas-jelas rencana awal mu memaksa menikahi nya lalu berencana menceraikan nya? jangan terlalu jauh membawa pertanyaan, aku hanya ingin memastikan kapan kau akan menceraikan nya huh?"


"Cihh"


Tristan jelas ber decih, menatap tajam bola mata shain.


"Aku hanya merasa heran, kenapa kau sangat suka sekali merebut barang-barang milik Ku, aku fikir itu hanya kelakuan semasa kanak-kanak, tapi rupanya semakin dewasa usia mu, semakin menggebu kebiasaan seperti itu hingga sekarang"


"kau menceramahi ku huh?"


"Aku tidak tertarik menceramahi mu"


"Sejak awal Lana Lan jelas-jelas milik ku bukan? pernikahan itu ditawarkan untuk ku, bukan kepada mu"


"Tapi aku tiba-tiba merasa tertarik untuk memiliki Lana Lan, anggap saja aku sedang mengulang moment masa lalu, dimana kamu merebut Eliana ku, seperti itu aku merebut Lana lan mu"


Seketika bola mata shain membulat dan memerah, rahangnya semakin mengeras, ujung tangannya mengepal dengan sempurna.


"Kau masih menyimpan dendam soal masa lalu?"


"Kau lupa? siapa yang membuat perkara masa lalu terjadi? kau dalang kesalahan di masa lalu hingga pecah, menghilangkan nyawa salah satu putra hillatop, membuat Eliana menghilang entah kemana dan menciptakan luka di dalam keluarga gadis dari Indonesia itu"


Tristan terus bicara sambil menatap tajam bola mata shain


"Andaikan Eliana masih hidup, aku penasaran bagaimana reaksi nya seandainya dia tahu siapa dalang dibalik peristiwa malam itu, apa kau yakin dia akan memaafkan mu?"


Tristan menyeringai, mendorong dada shain dalam satu kali hentakan.


"Aku bahkan cukup merasa curiga, jangan-jangan kamu tahu dimana keberadaan Eliana saat ini, sebab acapkali aku bergerak jelas-jelas kau dan Helena selalu berusaha bergerak lebih dulu, hingga membuat aku bertanya-tanya tentang sesuatu"


"Apa yang sebenarnya kalian rencanakan dulu?"

__ADS_1


shain sejenak menelan salivanya, berusaha menetralisir perasaan nya. Seketika shain memejamkan matanya, sepersekian detik kemudian dia mencoba menekan balik dada tristan.


"Aku tidak suka kita berdebat soal masa lalu yang terdengar bollshet atau bahkan berkelit-kelit dengan keadaan, aku hanya ingin memastikan kapan kau akan menceraikan Lana Lan?"


Tristan menarik ujung bibirnya, dia menghisap dalam-dalam rokok yang ada ditangannya, kemudian dalam sekali gerakan membuang sisa rokoknya di bawah kakinya, menginjaknya dengan ujung sepatu hitam mengkilap milik nya.


"Kau tahu betapa menggairahkan Lana Lan dibawah Kungkungan ku? wajah, tubuh, dada bahkan suara indah nya mendominasi seluruh hasrat ku"


bisik Tristan pelan


"Dia membuat aku tergila-gila pada nya, dan terima kasih karena kau menjaga Lana Lan dengan sangat baik"


seketika wajah shain benar-benar memerah, jelas jika dia tidak ingat dimana tempatnya saat ini, ingin sekali dia menghajar Tristan saat ini juga, menghantam wajah tampan Tristan dengan jutaan pukulan mematikan.


"Kau tidak akan pernah mendapat kan nya shain, karena sekali nya menjadi milik ku, tidak akan pernah lepas kembali menjadi milik mu"


Setelah berkata begitu, Tristan dengan secepat kilat berjalan meninggalkan shain dengan langkah pasti, sebuah senyuman iblis jelas terpampang diwajahnya, kebencian yang sama jelas berada di balik wajah rupawan Tristan.


Aku ingin tahu, kemana lagi kau akan membawa permainan ini shain, kali ini aku tidak tertarik untuk mengalah sedikit pun seperti 16 tahun yang lalu.


*******


Seketika Lana Lan keluar dari kamar mandi, berniat untuk menggantikan pakaiannya, tiba-tiba Tristan sudah berdiri tepat dihadapan nya, menatapnya dengan penuh cinta.


"Tristan?"


Otak Lana Lan jelas tidak bekerja dengan baik, tiba-tiba Tristan memeluknya, menautkan bibirnya dengan sempurna, kemudian tiba-tiba mengangkat tubuh nya ke atas kasur dengan lembut.


"Tristan aku..."


Bahkan Tristan sama sekali tidak mengizinkan nya untuk bicara, terus memeluknya hangat, menautkan bibir mereka dengan rasa yang begitu lembut nan indah, lagi-lagi membuat Lana lan menggila dengan cara yang luar biasa.


"Tristan"


"I love you"


kalimat itu terdengar begitu menggebu, seketika bola mata Lana Lan berkaca-kaca, menatap dalam Tristan dengan sejuta pertanyaan yang terus menghantam pusat otaknya, membuat dia berfikir kenapa tiba-tiba Tristan memperlakukan diri nya bak tuan putri, dia takut perasaan seperti itu lamban laut akan menghilang tiba-tiba dari diri kristan.


"Perlakuan mu membuat aku takut"


bisik Lana Lan pelan

__ADS_1


"Jangan takut, aku tidak akan pernah berubah, sedikit pun"


kau tahu Eliana? sejak dulu hingga kini, satu-satunya nama yang tersimpan di dalam hati ku hanyalah kamu.


__ADS_2