Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
What the hell sayang?


__ADS_3

Lana Lan melirik ke arah Tristan yang sejak tadi terlihat tidak nyaman duduk ditumpukkan jerami, terlihat jelas rasa jijik mendominasi wajah laki-laki garang itu. Bisa ditebak Tristan merasa sangat benci dan tidak nyaman dengan keadaan ini.


Orang kaya yang selalu diliputi kebersihan, hidup bergelimangan harta dan tidak pernah mencoba hal-hal kotor seperti ini.


"Ishh"


Lana Lan berdecih, mengulum senyumnya karena geli


"Kau ini benar-benar belum pernah hidup menjadi orang susah"


Tristan menoleh, melotot ke arah lana Lan.


"Memang nya kamu pernah"


Lana Lan mengangguk tanpa sadar


"Hidup ku dulu begitu susah"


dia bicara seakan lupa siapa dirinya saat ini, kemudian Lana Lan langsung bergulir di atas jerami itu . Tristan jelas mengerutkan dahinya.


"Kalau kamu masuk kehidupan orang susah, kamu akan menemukan sesuatu hal yang Berbeda"


ucap nya sambil memejamkan matanya


tiba-tiba motor itu menabrak sesuatu, Tristan tampak oleng dan terjatuh menimpa Lana Lan.


"Akhhh.."


Lana Lan meringis saat tubuh Tristan menimpanya


"Kau berat sekali"


rengeknya


Tristan tampak terkejut, menatap dalam wajah Lana Lan yang meringis dibawahnya.


oh tidak, jangan!


Tristan merasa pusing Seketika, perasaan nya bergejolak dan sesuatu dibawah sana terbangun tiba-tiba.


Lana Lan jelas mengerutkan dahinya, dia merasa ada sesuatu yang aneh mengeras dibawah sana.


"Tristan, apa itu?"


Lana Lan bicara berusaha mendorong dada Tristan, tapi bukan nya bangun Tristan malah berusaha bertahan di atas Lana Lan.


"Kau tahu kewajiban seorang istri?"


"Ya?"


seakan tersadar dengan ucapannya, Tristan langsung duduk kembali


"Lupakan lah"


ucapnya lagi

__ADS_1


Dia berusaha memijat kepala nya yang tiba-tiba sakit, berusaha menetralisir dibawah sana agar tidak bertingkah disaat begini.


*********


Lana Lan menatap rumah yang ada dihadapannya itu, lebih mirip bangunan ruko tang didepannya tertuliskan PENGINAPAN.


cukup bagus


batin Lana Lan


Mereka akan tinggal 2 malam mungkin Disini, jika lebih cepat yah paling 1 malam,dia harus bergegas menemui tuan oxo, membahas soal batu berlian dan cincin yang dipilih perusahaan nanti untuk acara fashion show Minggu depan.


jelas jauh berbeda dari ekspresi Tristan, laki-laki itu tampak khawatir saat melihat penginapan itu, saat tahu tentang realita nya.


"Hanya 1 kamar?"


dia kembali memijat kepalanya


"Apa ada penginapan lainnya disini?"


wanita yang ditanya menggeleng


"Banyak tapi penuh, tuan dan nyonya kemari disaat liburan, ada banyak pelancong yang datang berlibur"


1 kamar 1 bad mini tanpa kursi sofa, jelas saja Tristan menjadi gila, tidur dengan lana Lan lagi bisa menjadi bencana alam tidak terduga, dia bisa saja meniduri Lana Lan dengan paksa lagi jika hasratnya tiba-tiba bergejolak.


"Kalian kan suami istri, kenapa anda ingin 2 kamar yang berbeda?"


wanita itu bertanya sambil mengerutkan dahinya tanda tidak paham dengan permintaan aneh Tristan


"Bukankah tidak masalah? kita bisa berbagi kasurnya"


Tristan langsung menyambar koper itu, mengangkat nya pelan dan membiarkan Lana Lan mulai menaiki tangga mendahului dirinya.


"Ini akan jadi masalah untuk ku"


"Ya?"


Lana Lan bertanya bingung, menghentikan langkahnya kemudian menoleh ke arah Tristan.


"Lupakan lah"


yah lupakan saja, dia benar-benar merasa pusing saat ini.


what the hell sayanggggg


******


"Kenapa anda tidak bisa melakukan nya tuan?"


Lana Lan menatap dalam bola mata tuan oxo, pria tua berusia sekitar 60 tahunan itu tampak menyeruput kopi miliknya


"Saya tidak bisa, cari saja orang lain"


wajah nya jelas kurang bersahabat, membuang pandangannya dari wajah Lana Lan.

__ADS_1


"Saya mohon tuan, sekali ini saja untuk yang terakhir kalinya"


"Saya berjanji Xavier company tidak akan menutup tempat ini asalkan taun mau membuat kan rancangan permata nya sesuai kesepakatan awal"


"Tapi saya tidak bisa"


"Berikan 1 alasan agar saya bisa memahami keadaan tuan"


Lana Lan berusah bicara selembut mungkin, mencoba terus bernegosiasi dengan caranya.


Tristan menjadi pendengar setia di ujung sana, dudum di kursi sofa sambil menikmati minuman nya.


"Aku tidak percaya laki-laki iblis itu mengirim seorang gadis untuk membujuk diriku"


tuan oxo mendengus setelah melirik ke arah Tristan.


Lana Lan jelas mengerutkan dahinya


"Laki-laki iblis?"


ok julukan Tristan soal laki-laki iblis benar-benar ada dimana-mana, apakah setidak punya hati itukah Tristan selama ini.


"Dia tidak mengirim ku tuan, aku sendiri yang meminta datang kemari"


"Apa aku terlihat bodoh nak? jangan membohongi pria tua ini"


"Tidak tuan, aku tidak berbohong, demi Allah"


Lana Lan bicara Cepat ketiak pria tua itu akan berdiri meninggalkan dirinya.


"Kau seorang wanita muslim?"


pria itu mengerutkan dahinya


Lana Lan tampak bingung, kemudian langsung mengangguk cepat


"Dia harus memperbaiki kesalahannya yang kemarin, mengubah sifat buruknya lantas aku akan mempertimbangkan semuanya kembali"


Seketika Lana Lan menatap Tristan ketika pria itu sudah meninggalkan mereka.


What the hell???


apa yang telah dilakukan laki-laki iblis ini kemarin coba???


pekik Lana lan dalam hati, berjalan mendekati Tristan dengan perasaan kesal.


"Kenapa kamu memandangi aku seperti itu?"


Tristan memundurkan tubuhnya, menatap Lana Lan dengan perasaan bergidik ngeri.


Oh come, beginikah rasanya akan dimarahi oleh seorang mahkluk berjuluk Istri?????


Sangat mengerikan..


Tristan Mencoba menelan salivanya dengan kasar.

__ADS_1


and again...


what the hell sayangggg


__ADS_2