
Masih di Hutan Bambu Arashiyama
Kyoto
Jepang
"Ada sepeda dan becak nya?"
Lana lan bicara sambil menatap sang suami.
Tristan mengangguk sambil tersenyum ke arah Lana Lan.
"Kita bisa menyewa salah satu darinya, karena jalan kaki pasti cukup melelahkan"
Ucap Gao pada semua orang.
"jadi Mau naik becak atau sepeda?"
saat ditanyakan tentang itu Lana Lan dan Ayana seketika menjadi bingung.
"terserah, yang manapun bagus menurut kalian akan kami ikuti"
jawab Lana lan.
"Dan aku pikir kesan yang paling romantis adalah dengan bersepeda"
ucap Tristan cepat.
__ADS_1
"bukan ide yang buruk ayo kita naik sepeda"
Gao mulai mencari sepeda mana yang akan mereka gunakan.
Pada akhirnya mereka memilih beberapa sepeda yang ingin mereka gunakan, lantas mereka mulai menyusuri hutan bambu arashiyama bersama-sama.
mereka bertemu dan menghabiskan waktu berlibur di Jepang mengelilingi tempat manapun yang mereka inginkan bercanda bersama tertawa bahagia melepaskan beban yang kemarin kata beban yang tidak tahu kan datang kapan.
mereka benar-benar habiskan waktu bersama melewati segala macam liburan ini tanpw menyia-nyiakan nya sama sekali, karena bagi mereka entah pada akhirnya mereka tidak tahu kapan mereka bisa bersama-sama kembali melewati hari-hari dengan keceriaan juga kebahagiaan seperti ini lagi, yang bahkan mungkin tidak akan pernah terulang kembali.
mereka mengayuh sepeda mengelilingi area hutan bambu arashiyama, tertawa bersama, saling berceloteh bahkan bercerita tentang banyak hal bersama.
Ada pada masanya Lana lan berada di belakang Tristan, begitu juga gao yang membiarkan Ayana berada di belakangnya, mereka sering berlomba menggayung sepeda, menelusuri hutan bambu menikmati udara pagi yang begitu sejuk dan nyaman.
kadangkala mereka saling bergandengan tangan pada pasangan masing-masing, lalu memfoto momen-momen berharga di antara mereka dan terus melajukan sepeda mereka ke tempat-tempat yang mereka sukai.
Bahkan mereka melewati makan siang bersama dengan penuh keakraban, saling bercerita dan menghabiskan waktu bercanda bersama tertawa dan melakukan banyak aktivitas yang tidak bisa di rinci satu persatu.
"Kalian berencana kembali ke Prancis kapan?"
"Belum begitu pasti mungkin masih akan tetap berkeliling dalam 1-2 hari ini"
Jawab Tristan cepat.
"mungkin tidak kembali dalam keadaan terburu-buru sebab kondisi tubuh Lana lan juga tidak begitu baik, belakangan imun tubuhnya menurun dan dia sering sakit-sakitan"
Tambah Tristan lagi.
"Memangnya ada apa?"
Tristan bertanya sambil menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"tidak ada hanya bertanya saja"
Jawab Gao dengan nada santai nya.
dikala para laki-laki sibuk mengobrol di ujung tempat makan tersebut, terlihat Lana lan dan Ayana tampak ikut asyik me ngobrol bersama tanpa mempedulikan pasangan mereka masing-masing.
"dokter bilang sudah berapa bulan?"
Tanya Ayana pada Lana lan, tangan perempuan itu secara perlahan-lahan memijat lembut perut Lana lan, terlihat jelas perut perempuan itu mulai membuncit.
"4 bulan masuk 5"
mendengar jawaban Lana lan ketika ia tersenyum.
"Jika bayi yang lahir laki-laki dan aku memiliki bayi perempuan, berjanjilah padaku memberikannya pada putriku"
Seloroh Ayana dengan nada sedikit bercanda.
seketika Lana lan terkekeh.
"tidak apa-apa meskipun yang lahir nanti bukan bayi laki-laki, aku akan pastikan akan kembali memiliki seorang anak laki-laki dan akan ku lamar putri kakak untuk putraku"
ucapnya sambil mengembangkan senyumannya.
"aku yakin Putri kakak pasti jauh lebih bijaksana daripada kakak nantinya dan putra ku akan menjadi laki-laki paling beruntung saat mendapatkan Putri kakak"
tambahnya lagi sambil tertawa kecil.
"tapi aku pikir untuk masa yang akan datang cukup sulit menjodohkan anak-anak "
ujar Ayana.
__ADS_1
"kalau begitu kita harus cari cara untuk membuat mereka bisa bersama"
seketika mereka sama-sama tertawa geli, terdengar seperti sebuah candaan tapi siapa sangka ucapan itu adalah sebuah doa dari seorang ibu kepada ibunya.