
Saat Helena menyeret paksa dirinya untuk masuk ke sebuah vila tua, secepat kilat dia berusaha menahan langkah kakinya.
"Kenapa kita kesini?"
"Shain sebentar lagi datang"
"Helena"
"Ada apa dengan mu? bukankah kau menyukai shain? apa kau berbalik benar-benar mencintai Tristan huh?"
"Bukan seperti itu"
Lana Lan mulai tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
"Semua akan berakhir malam ini, Tristan dan laura, kau akan kembali dengan shain"
"Ya?"
seketika Lana Lan tercekat, menatap nanar wajah Helena.
"Tapi aku masih berstatus istri Tristan, didalam agama ku, aku tidak bisa berkhianat sebelum Tristan men talak ku Helena"
"Persetan dengan aturan mu"
Helena terus berusaha menyeret Lana Lan menuju ke dalam.
"No Helena..."
Helena terus menyeret Lana Lan hingga masuk ke dalam sebuah kamar, mengunci pintu tersebut dari luar.
seketika dia menghubungi shain untuk beberapa waktu.
"Kau dimana?"
*******
Shain jelas bergerak tidak sabaran melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Its we time baby
ucap shain dalam hati.
__ADS_1
berapa lama dia menunggu? terlalu lama untuk Lana Lan, dia berharap malam ini semuanya berakhir, mengakhiri perkara tristan, membiar kan laki-laki itu terjebak bersama Laura, dan dia bisa memiliki Lana Lan se utuh nya karena sejak awal Lana lan memang seharusnya menjadi milik nya.
Saat Helena menghubungi diri nya dan berkata mereka sudah tiba, jelas membuat shain semakin cepat melajukan mobilnya, sejenak dia menatap layar yang ada didepannya, terlihat beberapa titik merah mulai menyebar sempurna.
"Mereka bergerak dengan cepat"
guman shain dalam hati.
Beberapa waktu kemudian shain sudah tiba di villa tua, memarkirkan mobilnya dengan cepat, turun kemudian melesat masuk ke dalam.
"Shain ku mohon menjauhlah"
Lana Len meringis, terus mencoba menjauhi shain yang berusaha mendekati dirinya.
"Ada apa dengan mu ?"
shain menaikkan alisnya
"Bukankah kita sudah menyepakati semua nya Lana Lan? Tristan kembali ke tempatnya dan kau kembali ke tempat ku?"
"Kami belum bercerai shain"
"Apa kau sudah mulai jatuh cinta pada nya, lana Lan?"
alih-alih menjawab lama Len langsung melempar kan pertanyaan, anggap lah dia sedang memikirkan cara mengalihkan niat buruk shain.
"Apa kau tahu soal Ayah ku, shain?"
"Apa?"
ekspresi shain jelas terkejut.
"1minggu ini ingatan ku seolah lepas, memaksa ku untuk mengingat soal masa lalu ku, mobil yang lepas rem nya, orang tua ku, mommy mu, kamu, Helena yang berbeda, aku, Lana Lan yang sebenarnya, juga ledakan mobil yang disengaja"
seketika shain tercekat.
"Kau bicara apa?"
"Kau tahu bukan?"
"Jangan bicara omong kosong"
__ADS_1
suara shain Seketika meninggi, secepat kilat menyambar tubuh Lana Lan.
"Lepaskan aku shain"
Lana Lan jelas terkejut, sentuhan shain seketika terasa begitu aneh di kulit dan tubuhnya, seolah ada sensor magnet yang membuat tubuh nya menyambar dengan cepat, otak dan hati nya jelas menolak, tapi tubuhnya seakan meminta lebih.
Lana Lan berusaha merontah, mencoba melepaskan diri ketika shain mencoba menyentuh wajah nya, memaksa untuk menautkan bibir mereka.
"Shain... le..paskan"
Lana Lan menahan wajah shain dengan kedua tangannya.
Tristan Tristan dimana kamu?
"Tidak...shainnnn"
pekik Lana lan, tapi shain tidak menyerah, dengan kasar membanting tubuh Lana lan ke atas kasur dan mulai menaiki tubuhnya.
"Kau akan menikmati nya sayang"
bisik shain cepat
"Shain...lepaskan bajingan, Tristannnn"
pekik Lana lan histeris
Shain yang mendengar Lana Lan meneriaki nama Tristan jelas semakin marah, hingga membuat dirinya memaksa untuk membuka pakaian Lana Lan tanpa ampun, menahan tubuh Lana Lan Dengan ke dua kaki nya.
Kali ini dia tidak lagi peduli dengan ciuman atau poreply yang mendominasi, yang dia inginkan Lana Lan masuk ke dalam dirinya, menyatu dengan nya secara sempurna.
Lana Lan jelas berusaha merontah sekuat tenaga, meskipun tubuhnya menyukai sentuhan shain, tapi jelas pemikiran nya tidak sejalan, dia terus mengucap istighfar didalam hati, air mata nya jelas tumpah ruah, dia Jijik dan benci dengan rasa lemah nya, dia yang biasa memberontak sama seperti dulu saat pertama kali Tristan melakukan nya, seolah-olah seluruh kekuatan nya runtuh, ditekan oleh sesuatu hingga tubuh dan kekuatan nya melemah.
Apa? apa yang diberikan Helena pada ku? hingga aku nyaris seperti orang lumpuh yang nyaris tidak berdaya.
jerit Lana Lan dalam hati.
Saat tenaga nya menghilang, shain mulai dengan paksa membuka pakaian nya, seketika air mata Lana Lan tumpah
Tristan...tritannn!!!!
Dimana kamu Kris?
__ADS_1