Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Menyatu dalam kehangatan 21 "Eliana"


__ADS_3

Lana Lan tampak mengerutkan dahinya sesaat terasa sesuatu yang berat menimpa tubuh nya, dia berusaha membuka pelan bola matanya dengan perasaan enggan.


Tiba-tiba bola matanya menangkap sosok Tristan yang tengah terlelap,wajah mereka mungkin hanya memiliki jarak tidak lebih dari 3 jari, deru nafas Tristan terdengar begitu teratur di balik telinga Lana Lan, tangan kanan laki-laki itu memeluk erat pinggang nya sedangkan tangan kirinya berada tepat dibawah kepala Lana Lan.


what? tung..tunggu dulu! sejak kapan? sudah berapa lama?


Seketika wajah Lana lan memerah saat menatap wajah tristan, Lana Lan mengintip jam dinding yang berada tepat di ujung dinding di punggung tristan yang mengarah tepat ke arah mereka, masih pukul 3 lebih dini hari.


Lana Lan secara berlahan ingin melepaskan diri, tapi bukan nya lepas, Tristan malah semakin mempererat pelukannya, membiarkan tubuh Lana Lan semakin merapat ke dalam pelukannya hingga membuat kepala Lana Lan masuk secara sempurna kedalam dadanya.


Dan bisa dibayangkan betapa kencang nya jantung Lana Lan berdetak saat ini?


Benar-benar bertalu-talu secara sempurna.


Lana Lan berusaha kembali bergerak secara berlahan,tapi lagi-lagi tidak berhasil, pelukan Tristan malah semakin dalam.


Tunggu dulu, please bisakah melepaskan ku? ini sangat terasa aneh.


pekik Lana lan dalam hati.


Rasa dingin dari AC dan suasa pedesaan Seketika berubah menjadi begitu menghangat dan ...


"Tristan"


Lana Lan berusaha untuk membangun kan Tristan, berniat hati agar bisa lepas dari pelukan Tristan.


"Tristan"


dia kembali berusaha memanggil


Tristan tampak bergerak pelan, mengendurkan sedikit pelukan nya


"Tristan aku.."


"Hmm..."


Tristan hanya menjawab ber hmm ria, Berlahan membuka matanya.


"Ada apa?"

__ADS_1


suara berat Tristan terdengar sedikit membuat seluruh organ sel kulit lana Lan Seketika meremang, terdengar seksi.


Gila


Tristan membuka pelan bola matanya, tampak begitu indah dan membuat jantung Lana Lan berdetak semakin kencang.


Mereka saling menatap untuk waktu yang cukup lama, Tristan tampak tersenyum kemudian kembali memeluk Lana Lan.


"Tidurlah kembali"


ucapnya pelan kemudian kembali memejamkan matanya.


"Aku sudah Tidak mengantuk"


ucap Lana Lan pelan


Dan kesalahan terbesar nya saat mengatakan aku tidak mengantuk, seketika Tristan menaikkan ujung bibirnya, bukankah ada hal lain yang bisa dilakukan jika tidak mengantuk lagi?


seketika Tristan kembali membuka bola matanya.


"Hmm.."


"Aku fikir.."


Lana Lan tahu kemana arah tujuan Tristan saat ini, sang suami sedang ber..gai.rah... Lana Lan ingin mundur dan menolak, tapi Bukankah dia seorang istri, yang bebas di gauli oleh suami, jika dia menolak bukankah itu termasuk salah satu dari perkara dosa?


Saat sadar Lana Lan tidak melakukan penolakan, tristan semakin intens menyatu kan bibir mereka, memasukkan secara berlahan lidah nya dan seakan mengajak Lana Lan untuk saling menautkan lidah.


Tangan kanan Tristan dengan lembut menyentuh leher Lana Lan, mengusap pelan leher dan telinga Lana Lan secara lembut.


"Tris akh.."


niat hati ingin menolak, tapi suara Lana Lan malah terdengar seperti e..Ra..Ngan lembut yang semakin memacu otak Tristan untuk meminta lebih, dibawah sana jelas mulai bergejolak tiba-tiba.


Tristan semakin intens menautkan bibir mereka, kemudian melepaskan nya dengan lembut, turun ke dagu Lana Lan lantas masuk ke ceruk leher Lana Lan.


Alih-alih menolak, perlakuan Tristan membuat Lana lan kehilangan kendali atas dirinya sendiri, apalagi saat tangan itu tahu-tahu sudah berada di dada nya,bermain nakal disana.


"Tris.."

__ADS_1


suara Lana Lan benar-benar berada di luar jalur seharusnya, Terdengar mendayu dan sedikit men..de..sah.


Tristan naik berlahan ke atas tubuh Lana Lan, masih menyesap salah satu bagian yang menonjol itu dengan lembut, sedangkan Tangan kanan Tristan dengan berlahan membuka pakaian Lana Lan, sangat lembut dan begitu teratur, tangan kirinya jelas sudah bergerak kemana-mana.


ketika Lana Lan sudah terlihat bak bayi baru saja dilahirkan tanpa apa-apa, Tristan secara berlahan membuka semua miliknya, kemudian kembali menautkan bibir mereka secara sempurna.


Bibir nya turun dengan belahan menuju ke arah bawah sana bermain-main dengan cara yang luar biasa, membuat Lana lan nyaris menggila, terus berteriak kecil karena di bawah sana seakan-akan akan tumpah tanpa sebab.


Kali ini jelas terasa berbeda, dibandingkan awal itu begitu kasar dan menyiksa, kali ini jelas terasa begitu lembut dan mendominasi, Tristan memperlakukan dirinya begitu lembut, hangat, hati-hati dan tidak memaksa sama sekali.


"Tumpahkanlah"


ucap Tristan pelan saat sadar sang istri jelas telah sampai pada titik kli..maks nya.


Entah seperti ada sesuatu yang harus dilepaskan, Lana Lan menurut dan seakan-akan mendapatkan angin syurga ketika sesuatu dibawah sana meledak seketika.


Sudahkah fikirnya?


tapi rupanya belum, Tristan kembali naik ke atas, menatap wajah dalam, mencium lembut bola matanya, kemudian lanjut menautkan bibirnya.


"Ini mungkin masih akan sakit, aku akan melakukan nya secara berlahan"


bisik Tristan, masuk ke ceruk lehernya kembali dan tiba-tiba dibawah sana terasa ada sesuatu yang sangat besar menyeruak memaksa masuk.


Lana Lan berteriak sedikit histeris, tapi Tristan dengan cepat menutup mulutnya dengan tautan bibir mereka.sesuatu dibawah sana terus memaksa masuk, beberapa kali hingga berhasil,tapi rasanya Sangat perih, penuh dan entah apa lagi.


"Sakitkah?"


Tristan bertanya lembut, menatap dalam bola mata Lana Lan yang memerah. Lana Lan mengangguk pelan, menggigit bibir bawahnya.


"Bagi sakit nya bersama ku, kamu boleh menancap kan semua kuku-kuku mu dipunggung ku"


bisik Tristan lagi, kemudian memeluk erat lana Lan,Tristan berhenti sejenak,membiarkan Lana Lan terbiasa dengan Semua nya, membiarkan Lana Lan menerima dulu dirinya, hingga beberapa waktu kemudian Tristan mulai bergerak lembut.


Awalnya jelas menyakitkan, terasa tidak enak dan perih, sesuai perintah Tristan dia benar-benar membenamkan kuku-kuku indah nya dipunggung Tristan, namun disaat Tristan mulai bergerak lembut lama-kelamaan berganti sesuatu yang mempu membuat seisi perut Lana Lan menggila, terasa begitu menggelitik dan luar biasa.


Membuat Lana lan acapkali mengeluarkan suara-suara yang membuat dirinya malu akan keadaan nya sendiri, e..Ra..Ngan manja dan de..sa..Han yang semakin menggila, Lana Lan secara spontan meraih kepala Tristan, meremas rambutnya dengan berlahan dan dalam perasaan kacau balau yang bercampur aduk menjadi satu.


Sesuatu yang belum pernah dia rasakan dalam seumur hidup nya, semakin cepat gerakan Tristan semakin membuat diri nya menggila, memeluk erat tubuh Tristan hingga akhirnya sesuatu dibawah sana kembali terasa ingin tumpah, dan benar saja sesuatu terasa meledak tanpa bisa dia tahan, bersamaan rasa hangat juga menabrak dinding Dibawah sana. terasa begitu lepas dan lega hingga akhirnya Tristan berhenti lantas memeluk erat tubuhnya, mencium kening, mata kiri kanan nya dan bibirnya begitu dalam.

__ADS_1


Oh Eliana ku, kau tahu berapa lama aku mencari mu hmm?


ucap Tristan dalam hati, memeluk Lana kan begitu dalam dan hangat.


__ADS_2