
Setelah melewati perjalanan panjang fushimi inari taisha kuil seribu gerbang akhirnya mereka memutuskan untuk mencari tempat makan untuk menikmati makan siang bersama.
"Aku Fikir kita sebaiknya mencari restoran khusus makanan laut, yang ada label halal nya"
Ucap tristan masih sambil menggenggam erat tangan Lana lan.
"Lelah?"
Tanya tristan sambil menghentikan langkah kaki nya, dia menatap wajah sang istri begitu dalam, beberapa peluh terlihat membasahi wajah nya, terpaan sinar matahari menambah kilatan diwajah putih bersih itu hingga terlihat lebih bercahaya diterpa sinar matahari bersamaan dengan peluh yang mulai membasahi kening dan pipi sang istri.
Tristan buru-buru menjongkok kan tubuhnya.
"Naiklah"
Ucap tristan sambil menyerahkan punggung nya tepat di hadapan perempuan itu.
Lana lan tampak diam, ingatan nya seolah-olah kembali ke masa pertama mereka menikah kemarin.
"Ini untuk kedua kali nya kamu ingin menggendong ku dengan cara yang sama"
Ucap Lana lan sambil mengembangkan senyuman nya.
"He emm"
Tristan mengangguk cepat.
"Ini seperti bulan madu ke dua kita"
Jawab laki-laki itu Cepat.
Seketika ingatan masa kemarin memenuhi kepala mereka.
Yah bukankah bulan madu pertama mereka saat di desa La Bastide Clairence? Cukup lucu, mereka masih dalam keadaan Yang tidak dibilang saling cinta, menikah Karena kebe..jatan Tristan yang menodai Lana lan, mereka memutuskan Menuju ke desa desa La Bastide Clairence demi pameran cincin permata nya dan membujuk tuan oxo membuat nya kembali.
Mobil Mereka terjebak lumpur, berada didalam mobil selama berjam-jam, Lana lan yang menyelimuti Tristan dengan tubuhnya karena terkena Hipotermia,naik motor jerami bahkan pada akhirnya Tristan menggendong sang istri karena kakinya keseleo.
Lalu mereka melewati bulan madu pertama dengan cara yang cukup aneh dan unik.
Lana lan secara perlahan naik ke punggung Tristan.
"Apa tidak apa-apa pada perut ku?"
Tanya Lana Lan pelan.
"Tentu saja itu akan baik-baik saja, jangan terlalu di khawatir kan"
Ucap tristan sambil mulai bergerak menggendong Lana lan
Lantas mereka mulai bergerak menuju ke arah depan.
"Honey*
Ucap Lana lan pelan di balik telinga Tristan
"Ada apa?"
__ADS_1
"Terima kasih banyak untuk jutaan kesabaran milik kamu untuk diri ku Kris"
Lana lan bicara sambil memeluk erat tristan Lewat pelukan nya.
"Aku mungkin bukan istri yang pantas buat kamu, mungkin tidak sempurna di mata kamu tapi aku akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik buat kamu Kris"
Ucap Lana lan sambil terus bersandar di punggung Tristan
"maafkan aku hingga kamu harus melewati masa-masa sulit kemarin karena keadaan ku"
Lana lan terus bicara.
Tristan berjalan perlahan menuju ke arah depan, mendengarkan ucapan sang istri sambil memperhatikan langkah nya.
"Maafkan aku karena mengabaikan kamu dalam beberapa waktu, seolah-olah lupa jika ada kamu bahkan buah hati kita yang begitu membutuhkan diri ku"
"Aku khilaf karena perasaan ku yang begitu kacau, seolah-olah aku lupa pada keadaan yang terjadi, perasaan ku terus menekan untuk berkata aku ingin segera menghilang dari muka bumi ini karena kesalahan yang kemarin"
"Aku hanya takut melihat kenyataan yang melibatkan orang yang penting dalam hidup ku Kris"
Ucap Lana lan lagi.
Sejenak mereka diam, lalu secara perlahan tristan mengusap tangan Lana lan yang berada di lehernya itu.
"Tidak ada yang perlu di maafkan hmmm, tidak ada yang salah dengan semua nya sayang, yang kemarin anggaplah satu ujian kita semua dan respon yang kamu dapatkan hanya efek terkejut atas satu peristiwa yang tiba-tiba menerjang, Semua orang bahkan sudah melupakan nya termasuk aku, Gao juga Ayana "
"Mari mulai melupakan soal kemarin dan terus lah menjadi seperti Lana lan yang dulu, menjadi nyonya Xavier muda yang tidak bersedih hati lagi soal peristiwa lalu, terus bangkit menggenggam tangan ku dan bersama melewati banyak ujian dari nya"
"Sebab sejatinya mungkin akan ada banyak ujian lain yang belum kita tahu apa dan juga bagaimana, perjalanan kita masih begitu panjang untuk menjadi baik bahkan Istiqomah"
"Jadi setelah ini, jika kita kembali di uji lagi mari saling menguatkan dirinya hmm, saling berkata ini baik-baik saja dan kita saling menyakini diri jika kita mampu melewati segala hal yang si uji oleh Allah hmm"
Lana Lan semakin mempererat pelukannya, bola mata perempuan itu tahu-tahu memejam lantas dia mengangguk perlahan.
"Hmmm"
Bisik Lana lan kemudian dengan suara yang cukup pelan.
*******
"Ini tempat apa?"
Lana lan bertanya ke arah depan, melihat sebuah tempat makan yang cukup unik.
"Ini Restoran Ganko Sanjo Honten"
Jawab tristan cepat, laki-laki itu dengan cepat membawa Lana Lan untuk masuk kedalam restoran tersebut.
Begitu mereka masuk kedalam, terlihat beberapa orang tengah menyantap makanan di sana.
"Ini Restoran halal, jadi kamu jangan khawatir soal apa yang mau kamu makan hmm"
Ucap tristan pelan.
__ADS_1
"Kita akan coba memesan beberapa menu makanan"
Setelah berkata begitu Tristan tampak mulai memesan beberapa macam makanan dengan para pelayan.
Lana kan hanya mengulum senyuman,dia baru tahu Tristan ternyata cukup bisa berbahasa Jepang, kalau Lana lan jelas buta soal Jepang, dia hanya suka menonton soal Jepang di televisi dan suka makan sushi nya saja, selain itu dia benar-benar buta soal Jepang.
Pada akhirnya Lana lan dan Tristan terus mengobrol sejenak hingg beberapa pelayan mulai menghidangkan makanan pesanan mereka.
"Oh god, bukan kah ini terlalu imut jika harus kita makan?"
Tanya Lana Lan ke arah tristan.
Laki-laki itu tampak terkekeh.
"Yah cukup imut"
"Benar-benar tidak tega memakannya"
"Come on sayang kita tidak mungkin benar-benar mengabaikan nya"
Ucap tristan kemudian.
"Sekarang kita akan mencoba nya"
Ucap laki-laki itu kemudian mulai meraih sepasang sumpit, tristan mulai mengambil sebuah sushi San mencoba menyuapkan nya ke arah Lana lan.
"Coba"
Tristan bicara sambil meminta Lana Lan membuka mulut nya
Secepat kilat Lana lan membuka mulut nya.
"A...."
Tristan mulai memasukkan nya kedalam mulut Lana lan.
Perempuan itu perlahan mengunyah makanan tersebut.
"Hmmmm hmmm"
Lana lan berguman pelan sambil terus mengunyah.
"Sedap"
Ucap Lana lan sambil mengembangkan senyuman nya.
******
__ADS_1
Ganko Sanjo Honten adalah restoran spesialis sushi. Para penggemar sushi yang ingin menikmati sushi halal sudah pasti harus datang ke restoran ini dan mencoba berbagai variannya. Ganko Sanjo Honten terletak di pusat kota Kyoto. Tepatnya di 101 Nakajima-cho, Sanjo-dori, Kawaramachi Higashi iru, Nakagyo-ku, Kyoto. Jaraknya hanya 2 menit dengan berjalan kaki dari Sanjo Station. Ganko Sanjo Honten buka dari pukul 11.00 AM sampai pukul 11.00 PM.