
Begitu mereka tiba di kediaman Abimayu, Lana lan secepat kilat turun dari mobilnya, mencari sosok yang begitu dia rindukan itu dan dalam hitungan detik perempuan itu memeluk erat tubuh Ayana sang kakak angkat nya.
Ekspresi bahagia dan sedikit histeris karena senang terluapkan di balik wajah ke dua orang itu, bahkan mereka tidak peduli lagi soal siapapun yang menatap mereka saat itu.
Lana lan Tampak berhati-hati saat melihat perut Ayana, dengan usia kandungan seperti itu memasuki usia 7 bulan jelas sudah sangat membuncit sekali, jadi bagi Lana lan bergerak terlalu agresif dalam memeluk Ayana takut nya cukup berbahaya.
Ayana secepat kilat menarik tangan Lana lan, membawa perempuan itu masuk ke dalam menuju ke ruangan kamar khusus yang dipakai Ayana dan sang suami untuk beristirahat beberapa waktu ini selama acara keluarga,sebab kamar milik nya sebelum dia menikah dengan Gao telah di gunakan oleh para keluarga besar lainnya.
"Katakan pada ku, apakah kamu sudah memeriksakan kondisi kamu?"
Ayana bertanya sambil memperhatikan wajah Lana lan baik-baik, dia bisa melihat betapa pucat nya wajah itu, meskipun Lana lan menggunakan sapuan make up diwajahnya tapi jelas tidak bisa ditutupi jika wajah Lana kan terlihat tidak seperti perempuan pada umumnya.
"Belum"
Lana lan menggeleng kan kepala nya dengan cepat.
"Aku fikir kamu memang hamil"
Ucap Ayana sambil memperhatikan gerakan dibawah leher Lana lan.
"Ya?"
"Orang tua berkata lihat dari sini"
Ayana berkata sambil menyentuh pelan lekukan di bawah leher Lana lan.
"Aku tidak paham soal itu"
Lana lan tampak terkekeh.
"Aku akan coba beli alat tes kehamilan nya nanti setelah acara kakak selesai, jika benar-benar hamil aku fikir akan membuat kejutan untuk Kriss"
Ucap Lana lan malu-malu.
Dapat terlihat di balik bola mata perempuan itu, betapa bahagianya dia jika benar-benar mendapatkan kehamilan nya saat nanti, memberikan Tristan kejutan dengan beberapa cara yang unik yang mungkin akan dia cari referensi dalam memberikan kejutan melalui laman google.
Ayana mengangguk kan cepat kepalanya.
"Laki-laki paling suka diberikan kejutan tak terkira"
Ayana tertawa kecil menatap Lana lan.
"Ngomong-ngomong apa kalian sudah makan?"
Tanya Ayana tiba-tiba.
Lana lan menggeleng pelan.
"Aku cukup sulit mengkonsumsi sesuatu belakangan ini"
Ucap Lana lan pelan.
"Kita coba masakan orang Palembang, rekomendasi menu nya cukup unik-unik, coba dulu kalau tidak suka bisa dimuntahkan"
__ADS_1
Ayana tampak terkekeh sambil menarik pelan tangan Lana lan agar segera mengikuti langkah nya menuju ke arah dapur.
Lana lan ikut terkekeh, perempuan itu tampak mengikuti langkah Ayana menuju ke arah belakang, ada banyak orang yang berkumpul menjadi satu, dia mengalami satu persatu keluarga dari sang kakak angkat nya itu.
"Ini mama ku"
Ucap Ayana sambil memperkenalkan wanita yang wajah nya masih tampak muda dan segar, tubuhnya persis seperti Ayana, imut-imut dan sangat kecil, tidak Lana lan pungkiri kecantikan yang dimiliki Ayana menurun dari sang mama.
"Panggil Mama juga boleh loh sayang, nggak usah panggil Tante, untie atau apa itu"
Mama Ayana bicara cepat langsung memeluk erat tubuh Lana lan kemudian wanita cantik itu menempelkan pipi kiri kanan mereka secara bergantian.
Rasa akrab langsung mengental begitu saja di antara mereka.
Bahkan wanita itu suka bercanda dan pandai mengatur suasana, yang awalnya begitu canggung tiba-tiba menjadi ceria dan begitu akrab dalam hitungan detik saja.
"Orang-orang suka manggil Mama Ayudia kalau disini, mama type orang yang supel dan pandai akrab sama siapapun"
Bisik Ayana ke arah Lana lan.
Lana lan tampak mengangguk-angguk kan kepalanya.
"Ah itu kakak laki-laki ku,Hanif"
Ucap Ayana cepat lantas memanggil sang kakaknya dengan cepat.
Seorang Laki-laki tampan langsung berbalik dan ikut bergabung dengan mereka, senyum ramah terlihat dari balik bibir laki-laki itu.
Ayana bicara cepat sambil saling memperkenalkan Lana lan dan hanif secara bergantian.
"Kalau begitu keluarga kita semakin besar, bertambah banyak dan bisa semakin siru saat berkumpul bersama"
Seloroh hanif dengan cepat.
Seketika semua orang tertawa mendengar selorohan sang kakak.
"Cobain masakan Palembang dulu, ada pempek ikan, ini juaranya makanan Palembang"
Mama Ayudia bicara sambil mengajak Lana lan menuju ke arah satu meja besar yang di atas nya di penuhi banyak makanan.
Sejenak Lana lan memperhatikan menu yang di katakan Ayana dan sang mama nya.
Bentuk nya jelas terlihat begitu unik, seumur hidup Lana kan tentu belum pernah melihat menu makanan seperti itu.
"Yang ini direbus, jadi warna nya masih alami, kalau yang ini sudah di goreng"
Ayana bicara lantas menyerahkan satu garpu pada Lana lan.
"Juara ku isi telor nya, Karena perut suka mual-mual kamu bisa coba makan yang rebus"
__ADS_1
Ayana Tampak merekomendasikan yang masih berwarna putih, bekum tersentuh minyak sama sekali.
Buru-buru Lana lan mencoba nya.
Awalnya sih agak ragu, tapi begitu masuk ke mulut Seketika rasa nya mengalahkan segala-galanya, pecah di lidah.
Seketika Lana lan menoleh ke arah Ayana.
"Bagaimana?"
Ayana tampak memicingkan bola matanya.
Senyuman Lana lan langsung mengembang dengan sempurna.
"Pecah"
Ucap nya malu-malu.
Ayana mengulum senyumannya.
Lana lan Fikir rasanya begitu unik, itu jelas seperti ikan tapi tidak tahu kenapa bisa jadi begitu padat, berbentuk unik dan terasa begitu khas, belum lagi saat Ayana mengajarkan cara makan nya menggunakan sesuatu yang Lana kan awalnya kita adalah kecap hitam, tapi begitu dia mencoba nya lagi-lagi rasa nya unik.
Begitu komplit, ada pedas, asam, manis dan entah apalagi rasanya cukup sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata.
"Kayaknya bakal ada penggemar baru menu pempek Palembang dari luar negeri ini"
Mama Ayudia bicara sambil mencomot sebiji pempek di atas meja.
"Ini juara orang Palembang, ada satu baris kata yang unik dari ini makanan"
Ucap mama Ayudia cepat.
"Cuko dak becuko sibu mo ratos, lemak becuko pacak ngirop (Pakai cuka atau tidak harga nya masih seribu lima ratus, tentu saja enak pakai cuka bisa di seruput)"
Tawa orang-orang di ruangan itu pecah, Lana lan tampak bingung pada akhirnya dijelaskan juga oleh Ayana.
pada akhirnya perempuan itu ikut tertawa terkekeh karena geli, berapa kali Lana lan mencoba mengulangi kata-kata mama ayudia, sumpah demi Allah susah.
"Susah sekali kak"
Ucap Lana lan sambil terus tertawa geli karena lidah nya jelas terus meleset saat mengucapkan nya.
Ayana ikut terkekeh melihat perjuangan Lana lan untuk meluruskan kata-kata yang di ajarkan oleh mereka.
******
Catatan \=
pempek makanan khas Palembang
Pagi-pagi diri ku yang up cerita pempek, diri ku yang tiba-tiba ngiler karena lapar wakakakakakak
ππππ€π€π€ππ€π
__ADS_1