
Lana Lan jelas merasa sedikit kikuk dan malu setelah pergumulan panjang mereka,bahkan bola matanya tidak berani menatap bola mata tristan.
Setelah mandi junub bersama, mengajari tristan untuk mandi juga, kemudian menunaikan sholat subuh, mengajarkan tristan secara berlahan niat sholat serta beberapa bacaan paling termudah, Lana Lan langsung berusaha menghindari Tristan, pura-pura sibuk dengan aktifitas nya.
Jelas saja rasa malu setelah pergumulan dini hari tadi membuat wajah nya memerah sepanjang waktu, beberapa kali dia memejamkan matanya, beberapa kali dia memukul keningnya dengan ujung pena.
Suara teriakan, e..Ra..Ngan, rengekan milik nya jelas Terasa Begitu memalukan, dia yang selalu bicara membentak, selalu berlaku seenaknya tiba-tiba harus menjadi sememalukan itu saat melakukan aktifitas seperti itu bersama Tristan.
Belum lagi saat dia ingat, dia memeluk erat tubuh Tristan, menikmati semua permainan, menggila dalam waktu yang cukup lama.
Oh... ini benar-benar memalukan.
pekik Lana Lan dalam hati
Andai kan mereka berada di mansion, sudah lana Lan pastikan untuk menghindari Tristan dengan cara masuk ke kamar lain untuk mandi dan sholat, tapi apalah daya dia harus pasrah dengan keadaan saat ini.
"Ada apa?"
suara Tristan yang berada tepat dibalik telinga nya jelas-jelas mengejutkan dirinya, dan lagi-lagi Wajah nya langsung memerah seketika, apalagi Tristan tanpa malu-malu mencium lembut kening nya saat dia menoleh tiba-tiba.
"Ah.. buka. masalah"
Lana Lan bicara sambil memegang tengkuknya sejenak, lagi-lagi rasa kikuk menyerang hebat dirinya.
"Ayo kita sarapan"
Tristan bicara tiba-tiba, tau-tau Tristan menggenggam erat tangan nya, menariknya dengan lembut agar mengikuti dirinya.
"Kemana?"
Lana Lan bertanya sedikit bingung.
"Mereka bilang Kafe si ujung sana menu makanan nya cukup lezat"
"Ah"
Lana Lan bergerak mengikuti langkah Tristan, menatap telapak tangannya yang terus digenggam tristan dengan sangat erat.
"Bukankah kamu suka makanan manis?"
"Ya?"
tiba-tiba Lana Lan menghentikan langkahnya, menatap wajah Tristan tiba-tiba, sejenak dia mengerutkan dahinya.
Bagaimana dia tahu? bukan kah Lana Lan suka makanan yang gurih? Jelas-jelas dia menjadi Lana Lan, bukan menjadi dirinya sendiri.
"Aku melihat mu memakan beberapa makanan manis sebelum nya ketika di Paris"
jawan tristan cepat
"Ah.. iya"
__ADS_1
"Kita akan coba menu manis mereka, aku fikir kamu pasti menyukainya"
Setelah berkata begitu Tristan kembali menyeret lembut langkah nya, sama sekali tidak melepaskan genggamannya dari telapak tangannya dari di penginapan hingga ke kafe yang Tristan maksudkan.
Lana Lan hanya bisa menelan salivanya. Baiklah dia berusaha untuk menerima perlakuan Tristan yang begitu, tapi yang lebih membuat dirinya Bingung tristan terus berlaku manis padanya, menggeser kursi nya, memasang kan serbet di paha nya, menyiapkan semua makanan untuk nya, yang jelas semua tampak begitu sempurna.
Membuat Lana lan sedikit bingung dan takut juga.
Apa ini tidak berlebihan?
fikir nya dalam hati
Bahkan ketika tuan oxo menyetujui kembali proyek pembuatan cincin berlian nya, Tristan langsung tersenyum kegirangan, menatap wajahnya penuh cinta, kemudian malah mengangkat pinggangnya tinggi-tinggi sepersekian detik Tristan membenamkan tubuh Lana Lan kedalam pelukan Tristan, lantas tanpa malu-malu mencium wajah dan bibirnya dalam dihadapan semua orang.
"Tristan"
jelas saja wajah Lana Lan Seketika memerah saat semua orang menatap iri ke arah dirinya, bisik-bisik jelas terdengar dimana-mana.
"Tristan Ini memalukan"
ucap Lana Lan pelan
bukannya menjawab Tristan maka meraih telapak tangan nya, kemudian mencium punggung tangannya dengan hangat.
Ini rasanya begitu berlebihan.
fikir Lana Lan
apakah tidak terlihat mencurigakan?
Yah....tentu saja mencurigakan, tristan langsung berubah 180° dalam memperlakukan dirinya saat ini, sangat jauh berbeda dengan perlakuan nya saat kemarin-kemarin.
Bahkan didalam perjalanan pulang ke Paris, Tristan berkali-kali menggenggam telapak tangan nya, seolah-olah takut jika Lana Lan menghilang entah kemana.
Dan Tristan beberapa kali menatap nya dengan tatapan hangat bahkan tersenyum.
Sang iblis tersenyum!
Oh subhanallah.
membuat otak Lana Lan tidak bisa bekerja dengan sempurna Seketika.
"Tristan, jangan berubah sedrastis ini, kamu membuat aku jadi takut"
ucap Lana Lan ketika mereka masih didalam mobil menuju ke arah perjalanan pulang.
Tristan diam sejenak, bukannya menjawab kata-kata nya, tiba-tiba tangan Tristan mengacak-acak rambut nya dengan hangat.
"Seiring berjalannya waktu, kamu akan lihat sosok aku yang sebenarnya Lana, aku tidak se mengerikan yang selalu orang-orang bayangkan"
"Dan.."
__ADS_1
tiba-tiba tristan menatap dalam wajah Lana Lan sejenak, kemudian kembali menatap ke arah depan fokus dalam menyetir nya.
"Terima kasih karena sudah baik-baik saja, tumbuh dengan baik, sehat serta menjadi sosok yang begitu luar biasa"
"Ya?"
Lana Lan mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti.
Kau tahu Eliana? berapa lama aku mencari mu? 16 tahun... yah 16 tahun nyaris seperti orang gila, bahkan aku berkali-kali kembali ke Thailand hanya untuk berharap bisa menemukan mu, tapi acapkali pulang membawa kesia-siaan.
Dan ketika aku benar-benar sudah menyerah, rupanya kamu pulang dengan sendirinya, menjadi sosok gadis yang aku benci, aku fikir kamu adalah Lana Lan, yang menukar posisi mu dimasa lalu bersama Laura dan Madeline.
Bahkan aku malah melukai perasaan mu malam itu, memaksamu melakukan hal yang memalukan bahkan sama sekali tidak menciptakan kelembutan.
Aku hanya ingin tahu, apakah kamu benar-benar melupakan Kris mu? Kris yang selalu menjadi tempat kamu bertumpu kaki, Kris yang kamu bilang akan menjadi satu-satunya laki-laki didalam hidup mu.
Seandainya kamu mengingat diri ku, apakah kamu akan bahagia atau bahkan membenci ku? karena dulu dengan tega melepaskan genggaman tangan ku dari mu.
Aku ingin tahu Lana, bagaimana kehidupan mu selama 16 tahun ini, dan bagaimana shain bisa menemukan mu tanpa memberitahukan nya pada ku.
Aku ingin tahu, apa yang sebenarnya shain rencanakan selama ini dibelakang ku menggunakan diri mu,aku ingin tahu apa yang sedang Helena juga rencanakan menggunakan diri mu untuk masuk dalam kehidupan ku saat ini.
Mari saling memberi waktu tidak membuka jati diri,hingga aku menemukan kenyataan soal shain dan Helena yang terus bergerak dibelakang ku beberapa waktu ini.
Lana Lan jelas tidak paham dengan pernyataan Tristan
"Terima kasih karena sudah baik-baik saja, tumbuh dengan baik, sehat serta menjadi sosok yang begitu luar biasa"
seakan-akan laki-laki itu sudah mengenal dirinya sejak dulu, seakan-akan Tristan adalah seseorang yang begitu tahu soal kehidupan nya.
"Tidurlah, perjalanan nya masih cukup panjang"
Tristan bicara sesaat setelah laki-laki itu berhenti membeli beberapa minuman dan cemilan di sebuah warung dipinggir jalan, memberikannya pada Lana Lan sambil merapikan beberapa barang di dekat Lana Lan.
"He em"
Lana Lan mengangguk pelan, mencoba membenahi duduknya senyaman mungkin
Tristan dengan cepat membenahi posisi kursi Lana Lan, membuat diri nya senyaman mungkin, kemudian tiba-tiba mencium hangat puncak kepalanya.
hingga membuat bola mata Lana Lan membulat dengan sempurna.
"Tidurlah"
ucap Tristan sambil mengelus wajah Lana Lan dengan lembut, seketika Lana Lan meremang bagaikan terkena Aliran listrik yang hebat, seluruh urat saraf nya seketika merespon secara bersamaan, membuat gelanyar aneh mengeranyangi tubuh nya secara tiba-tiba.
Ini apa?
pekik Lana lan dalam hati.
*********
__ADS_1
Catatan \=
Di usaha kan untuk up tiap hari ya sayang, agak bersabar menanti sebab outhor harus up beberapa novel secara serentak tiap hari nya.