
Setelah liburan panjang ke Jepang
Prancis
Lana lan tampak masih sibuk berkutat di dapur saat tiba-tiba seseorang memencet bell rumah mereka, perempuan itu sejenak menaikkan ujung alisnya. Dia langsung menghentikan kegiatan nya lantas melepaskan afron (Celemek masak) di tubuhnya, berjalan sedikit terburu-buru kedepan.
Seketika bola mata lan lan membulat saat dia mengintip dari lubang kecil pintu, dia sadar siapa yang berdiri tepat di ambang pintu masuk, Laura...putri Madeline tampak menunggu dirinya dengan wajah yang terlihat begitu cemas.
Buru-buru Lana Lan membuka pintu rumah mereka.
"Laura?"
"Lana Lan..."
Seketika air matanya tumpah
**********
Selama diperjalanan Laura terus meremas tangannya dengan perasaan khawatir, dia menyeka air matanya berkali-kali dengan wajh yang cukup pusat pasi.
__ADS_1
Kapan Lana lan terakhir melihat Laura? pagi itu setelah tragedi gadis itu dan Eliot kepergok tidur bersama, setelah itu Lana lan tidak tahu lagi soal gadis itu, saat pernikahan nya dengan Eliot kemarin dia masih berada di Jepang.
Hari ini tiba-tiba perempuan datang dengan raut wajah cemas, Mommy nya yang dipenjara kan oleh Tristan mengalami serangan jantung akut mendadak dan harus dirawat di rumah sakit xxxxxx Paris.
Dia tidak punya tempat mengadu, kakek tua Gideon masih menyimpan kemarahan pada nya soal apa yang dia dan mommy nya lakukan pada Lana lan, belum lagi sang Mommy jelas dinyatakan terlibat dalam kasus ingin membunuh Lana lan demi mendapatkan warisan keluarga Gideon.
Dia hanya putri semata wayang yang tidak punya keluarga lain untuk dijadikan tempat bergantung.
Sebenarnya Lana lan cukup merasa bersalah dengan keadaan nya sekarang karena kemarin, tapi bukankah seorang penjahat tidak akan sadar dan bertaubat jika tuhan tidak memberi mereka teguran dan mengingat kan.
Satu-satunya tempat Laura meminta pegangan saat ini adalah dirinya, sebab satu-satunya orang yang masih mau menanyakan kabar nya melalui telpon dalam beberapa bulan terakhir adalah Lana lan. Meskipun Lana tahu dia tidak harus langsung percaya dengan Laura sebab Tristan berkata mungkin Laura hanya sedang berpura-pura,tapi entahlah felling Lana lan berkata jika perempuan itu kini mulai berubah.
"Aku akan membayar seluruh hutang ini satu hari bersama bunganya"
Ucap Laura sambil menundukkan kepalanya secara perlahan.
"Kamu tidak harus membayar nya dengan uang"
Ucap Lana lan pelan.
__ADS_1
"Ya?"
Laura tampak mengerutkan keningnya.
"Hiduplah dengan baik, jalani pernikahan mu dengan baik, kejar kebahagiaan mu untuk masa depan yang lebih baik"
Ucap Lana lan pelan sambil berusaha menyentuh lembut wajah Laura.
"Tersenyumlah meskipun sulit, saat kamu berada dititik terendah dalam hidup kamu saat ini, tetaplah bertahan meskipun sulit"
"Anggaplah saat ini kamu berada di titik paling terendah dalam kehidupan kamu, tapi yakinlah semua itu terjadi untuk membawa hikmah tertentu dalam kehidupan kamu, untuk membuat kamu menjadi manusia yang lebih kuat dan tangguh lagi, untuk membuat kamu lebih tahan uji, untuk membuat kamu naik level ke tingkat yang lebih tinggi, untuk membuat kamu menjadi manusia yang lebih tawaqal"
Ucap Lana lan sambil terus menatap dalam bola mata Laura.
"Jika kamu butuh seorang teman atau kakak, kamu bisa mencari ku kapan pun yang kamu mau"
Seketika Laura menelan Saliva nya, kemudian secara perlahan air mata nya tumpah ruah.
"Maafkan aku,maafkan aku"
__ADS_1
Kalimat itu terus di ucapkan Laura pada Lana lan dalam waktu yang cukup lama.