
Tristan terus mengusap wajahnya dengan kasar, memegang kening nya beberapa waktu,dan katakanlah otaknya tidak bisa berfungsi secara optimal untuk saat ini.
Dia duduk dihadapan kakek nya tanpa tahu harus bicara apa, jelas wajah kakeknya menampakkan kemarahan yang mendalam.
"Apa kau fikir Lana Lan adalah para pela..lacur mu? yang selama ini bebas kau tiduri?"
suara Kakek nya jelas memecah keadaan, bertanya dengan nada yang cukup tinggi.
"Aku tidak berfikir begitu"
jelas saja kemarin dia berfikir seperti itu, dia tidak pernah berfikir jika Lana Lan adalah seorang pe.. rawan sebelum nya.
"Kau ingin membunuh kakek mu secara berlahan, membuat malu kakek dihadapan lana Lan dan keluarga nya"
"Kami akan menikah kek"
"Bukankah kau bilang tidak mencintai nya kemarin?"
"Itu kesalahan"
"Yang jelas kau telah melukai gadis itu, kau melakukan semuanya tanpa kesukarelaan Lana Lan"
"Aku akan memperbaiki semuanya"
"Semudah itu?"
Helena jelas mendengus kesal
"Apa karena shain melamar nya kemarin? hingga kamu kalap dan berfikir sembrono?"
tiba-tiba Joyce masuk dari arah pintu depan
"Apa?"
jelas saja kakek tua Xavier terkejut mendengar perkataan Joyce, Helena langsung tidak berekspresi, dia kehilangan kata-kata.
"Shain melamar Lana Lan?"
kakek tua Xavier langsung menatap Helena sambil mengerutkan dahinya.
"Shain menyukai Lana?"
dia kembali bertanya
jelas saja Helena hanya mampu menelan Saliva nya.
Oh sial.
umpat Helena dalam hati.
"Aku tidak tahu soal itu kek"
jawabnya cepat.
__ADS_1
"Apa itu benar?"
kali ini kakek tua Xavier bertanya pada Tristan, yang ditanya menyandarkan pelan tubuh nya
"Iya"
Nafa bicara nya terdengar begitu dingin, menatap Helena untuk beberapa waktu.
"Aku fikir Helena tahu jelas soal itu saat di ordta ulang tahun Sanna"
Tristan mendengus kesal.
"Jadi Karena itu kamu menyakiti Lana Lan? membuat dia tidak punya pilihan lain? memisahkan dirinya dari shain, dan kau bisa memiliki dirinya secara serakah? tanpa memberikan nya cinta?"
Helena bicara sambil menatap tajam bola mata Tristan
"Kau terlalu kejam Kriss, Lana Lan hanya gadis biasa yang bermimpi untuk dicintai, kau merusak kebahagiaan nya"
"Aku tidak bilang aku tidak memberikan nya cinta"
Tristan balik menatap tajam bola mata Helena
"Dan sejak kapan kamu terlibat dalam urusan kami? kau sudah cukup berani sekarang, Helena"
"Kau menuduh Ku bermain di belakang mu?"
Helena menggeram kesal
"Sudah... sudah.."
"Joyce masuk dan periksa keadaan Lana Lan
yang di ajak bicara hanya mengangguk pelan.
*******
"Bagaimana?"
Helena bertanya cepat setelah Joyce keluar dari kamar Lana Lan
Sejenak Joyce menatap tajam ke arah Tristan
"Kau benar-benar gila brengsek"
umpatnya kesal
"Kau melakukan nya dengan sangat kasar, hingga membuat nya terluka seperti itu, tidak hanya luka fisik, kau juga melukai hatinya"
Joyce terus saja bicara dengan nada yang sangat dongkol
"Dia seorang gadis Kris, bahkan dia belum pernah melakukan nya dengan siapapun, usianya masih 21 tahun dan kau...oh tuhan hampir 30 tahun dengan tubuh sebesar ini, dan"
Joyce menatap sesuatu dibalik celana Tristan.
__ADS_1
"Fu..ckkk"
umpat Tristan
"Berapa ukuran nya? benar-benar keterlaluan"
Joyce menghela kasar nafasnya, menggeleng kan kepalanya berlahan lantas duduk disamping sang kakek.
"Kenapa kamu selalu menjadi laki-laki yang egois? memaksa kehendak mu pada orang lain yang belum tentu menyukainya?"
"Berhenti lah menceramahi Ku"
wajah Tristan jelas terlihat tidak suka
"Harus nya kau melakukan pemanasan lebih dulu"
tiba-tiba Eliot muncul dari arah depan
"Berhenti membual"
oceh Tristan kesal
"Apa kalian masih bisa bercanda disaat seperti ini?"
kakek tua Xavier tampak mulai membuka suara, semua tampak terdiam.
"Lalu apa kata Lana Lan?"
"Dia akan menikah tapi dengan cara Islam"
"What?"
jelas saja Tristan kaget, begitu juga sang Kakek
"Aku sedikit tidak paham, tapi dia benar-benar melantunkan ayat-ayat orang muslim, bahkan di membaca beberapa ayat yang tidak aku pahami"
ucap Joyce cepat
"Apa mungkin...?"
kalimat Joyce tampak menggantung
"Aku hanya merasa sedikit curiga"
Tristan menaikkan alisnya
Helena langsung membulat kan matanya, kekhawatiran tampak jelas diwajah nya
"Kau ini mau bicara apa?"
ucap Helena cepat berusaha menyela pembicaraan
"Aku sedang bersungguh-sungguh"
__ADS_1
"Aku fikir dia...'
kalimat Joyce tampak menggantung dengan Sempurna, menciptakan rasa penasaran yang luar biasa.