Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Kembali normal


__ADS_3

Ketika pencarian besar-besaran dilakukan, butuh waktu sekitar 1 malam 1 hari untuk menemukan mereka, blac Pearl jelas kelabakan saat melihat anak dan menantunya terjun bebas ke bawah, tapi dengan keyakinan penuh dia berkata jika Lana Lan dan Tristan pasti baik-baik saja.


"Kerahkan seluruh tenaga untuk mencari putri dan menantu ku"


1 perintah mutlak keluar dari mulut pria tua itu tanpa bisa di tolak, dan seluruh anggota black pearl langsung menyisir semua area sejak malam itu.


"Kau bisa mengurus Ishak dan putri kecilnya, Ed"


black pearl bicara pada putranya cepat, menepuk punggung Edward sejenak lantas segera beranjak dari sana.


Edward mengangguk pelan lantas langsung mendekati mobil yang berada di ujung sana.


********


Saat orang-orang mendapati mereka, sebuah senyuman indah terpampang di wajah Tristan, dia memeluk erat sang istri sambil berkata


"Semua baik-baik saja, mari pulang dan memulai hidup baru seperti yang kita harapkan"


"Hmm"


Lana Lan mengangguk cepat sambil menatap dalam bola mata Tristan.


Pada akhirnya semua dapat terpecahkan dan Lana Lan jelas bisa menarik nafasnya lega.


Dan saat sang daddy sudah berada dihadapan nya, jelas saja Lana Lan berhamburan masuk ke dalam pelukan Daddy nya.


Berapa lama mereka terpisah dan tidak bertemu? Sangat ... sangat lama sekali, hingga menyisakan jutaan rindu yang begitu luar biasa.


"Daddy"


Lana Lan memeluk erat black pearl.


Tidak menyangka kecelakaan di masa lalu menyebabkan cacat hampir separuh tubuh daddynya.


"Apa ini menyakitkan?"

__ADS_1


Lana Lan menangis terisak sambil menyentuh wajah Daddy nya, lantas menatap kaki daddynya.


"Awalnya iya, lama-lama akan terbiasa"


Lana Lan hanya bisa menarik panjang nafasnya.


"Ayo pulang kerumah"


Ucap daddy nya cepat.


Lana Lan hanya bisa mengangguk kan kepalanya.


**********


"Kita benar-benar akan berbulan madu ke Indonesia?"


Lana Lan bicara sambil memasang kan dasi Tristan secara perlahan, kehidupan normal yang berjalan seperti biasanya setelah malam kemarin berkutat pada kematian.


Tidak ada liburan, tidak ada istirahat panjang, sebab pada akhirnya perusahaan tidak bisa ditinggal kan.


Tristan mengangguk pelan.


"Yakin kakak ku bisa mengurus perusahaan bersama Eliot?"


"Mereka insyaAllah bisa mengurus semua nya selama sesi bulan madu dan menghadiri acara 7 bulanan Ayana"


Lana Lan tampak mengangguk.


"Yakin tidak mau memeriksakan kondisi tubuh mu sayang?"


Tristan bertanya sambil menyentuh pelan wajah Lana Lan.


"Biarkan Joyce yang memeriksa kesehatan mu, aku cukup khawatir setelah kamu tenggelam malam itu"


Lana Lan tersenyum, lantas dia menggeleng cepat.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Kris, semua membaik setelah aku meminum vitamin"


"Aku hanya khawatir, wajah mu belakangan terlihat pucat sayang"


Lana Lan merapikan jas Tristan, menepuk-nepuk dadanya secara perlahan.


"Sempurna"


ucap Lana Lan sambil mendarat kan ciuman di bibir Tristan.


"Sayang?"


Tristan tampak kesal karena Lana Lan selalu Menolak setiap kali diri nya meminta agar sang istri memeriksa kondisi tubuh nya yang belakangan terlihat aneh menurut tristan.


"Kamu begitu khawatir'an sayang"


Lana Lan Terkekeh.


"Coba lihat, aku begitu sehat dan berotot"


Goda Lana Lan sambil memperlihatkan otot lengannya yang tidak ada dihadapan tristan.


"Sayang!"


Tristan tampak menarik nafasnya pelan.


Lana Lan terkekeh lantas menggandeng lengan Tristan dan mulai membawanya menuju ke arah depan.


"Pulang nya jangan terlalu malam, aku ingin kita melewati sesi bulan madu pertama sebelum tiba di Indonesia"


Goda Lana Lan sambil meraih telapak tangan Tristan.


Laki-laki itu terkekeh mendengar candaan sang istri.


"Kamu belakangan cukup agresif"

__ADS_1


Lana Lan terkekeh kecil diikuti oleh Tristan.


__ADS_2