
Tristan jelas bergerak di antara rasa bingung dan kacaunya, antara istri dan sahabatnya, mereka sama-sama butuh bantuan saat ini, dan Tristan bisa melihat yang paling kritis adalah Ayana.
Dia masih bisa melihat ada banyak sekali darah yang berhamburan di tubuh Ayana tadi sebelum dia masuk kedalam mobil ambulance bersama Lana lan, tristan fikir itu jelas satu hal yang begitu berbahaya untuk kandungan Ayana.
Dia fikir seandainya, seandainya...yah seandai nya saja mereka datang beberapa menit lebih awal saja, mungkin hal ini tidak akan terjadi, mereka lah yang lamban memacu kecepatan mengejar waktu.
Kini Lolongan suara sirine polisi dan mobil ambulan terus memecah keheningan malam, kecepatan mobil ambulan yang mereka gunakan saling melaju mengejar kecepatan.
Satu baris ucapan yang sempat dia dengar dari para perawat tadi cukup membuat Tristan terdiam.
Satu pasien mengalami sesak nafas cukup parah karena asap kebakaran dan satu nya lagi dalam kondisi kritis.
Bola mata Tristan menatap dalam Lana lan, laki-laki itu menggenggam erat tangan sang istri yang tampak pucat dan tidak sadarkan diri, alat oksigen terpasang di mulut sang istri sebab Lana lan cukup kehilangan banyak nafasnya saat kebakaran itu, belum lagi terdapat beberapa bekas memerah dan memar parah di tubuh Lana lan karena akibat ikatan tali, pukulan dan bisa jadi terkena api yang mulai menyambar.
Dia ingin sekali rasanya menghajar laki-laki yang tega melakukan hal seperti itu pada para perempuan, Tristan fikir apa dia lupa jika dia terlahir dari rahim seorang perempuan? hingga bisa-bisa nya laki-laki itu berbuat begitu pada seorang perempuan.
Tristan sempat mendengar laki-laki itu pernah menculik Ayana dimasa lalu, mereka pernah ingin menaikkan kasus itu ke meja hijau dan menggunakan pengacara terbaii untuk menjebloskan laki-laki itu ke penjara.
Tapi rupanya ayah laki-laki itu seorang petinggi jendral bintang 5 yang jelas memiliki dukungan dan perlindungan kuat di Indonesia dari para petinggi dan orang hebat di negara ini.
Saat itu keluarga laki-laki itu mendatangi keluarga besar Abimayu untuk meminta maaf dan bersumpah akan menjauhkan sang putra dari kehidupan Ayana dan Gao.
Dengan modal tangisan sang ibu dari laki-laki itu yang terus bersimpuh meminta maaf di bawah kaki Ayana, pada akhirnya demi sifat kemanusiaan dan empati yang dimiliki keluarga Abimayu yang begitu tinggi ditambah memang ayah laki-laki itu adalah teman baik ardhan ayah nya Ayana, Maka saat itu tercapai kesepakatan perdamaian.
__ADS_1
Cukup Berbeda jauh dari reaksi Uncle Allzigra, laki-laki itu keberatan dengan kesepakatan itu, filling nya seolah-olah berkata ini kurang baik, meskipun uncle Allzigra jelas berkuasa di dataran Eropa tapi Realita nya mereka bukan penguasa dunia gelap dan peng handle pemerintahan di Indonesia, dengan jutaan kekecewaan kekuarga Hillatop menerima kesepakatan paling tidak masuk akal itu.
Dan pada akhirnya meminta Gao terus membawa Ayana kemanapun laki-laki itu berada di mulai dari setelah pernikahan mereka.
Bahkan Mommy Nadya ibunya gaohan menyarankan agar Gao pindah ke Prancis atau Uni emirat Arab untuk mengurus perusahaan disana dan meminta ahem yang mengurus perusahaan yang di Indonesia.
Obrolan itu sempat tercetus dan Gao berkata akan bergerak setelah proses lahiran Ayana.
Tapi siapa sangka rencana itu belum terlaksana tapi tragedi baru kembali bermula.
Beberapa kali Tristan menarik nafas nya kasar, tidak percaya sejauh apa mereka pergi bahaya tetap saja mengintai, bahkan yang Tristan fikir dia lelah main dunia mafia-mafia'an, dunia gelap yang membahayakan sang istri, pada akhirnya tetap saja mereka akan mendapatkan hal mencekam dari arah sudut yang berbeda.
Kenapa untuk menjadi lurus dan tawaqal serta Istiqomah dijalan Allah begitu sulit sekali ya Allah?
********
Keadaan mencekam kembali mulai terasa ketika mereka tiba di salah satu rumah sakit itu, begitu saat para tim dokter menyambut Ayana dan lana lan dengan branker dorong rumah sakit, Seketika bisa tristan lihat barisan beberapa keluarga Hillatop dan Abimayu telah menunggu mereka dengan jutaan rasa cemas.
Saat mereka turun dari mobil ambulance, Mommy Nadya langsung berhamburan memeluk Gao, perempuan paruh baya itu bahkan menangis histeris melihat kondisi Ayana yang jelas berkubang darah, mama Ayudia sang ibu dari Ayana bahkan langsung pingsan saat itu juga begitu melihat kondisi putri kesayangannya yang bersimbah darah, koma san tidak berdaya.
Hanif kakak laki-laki Ayana secepat kilat menghampiri dirinya, melihat keadaan Lana lan dengan jutaan ekspresi bersalah dan penuh kesedihan.
"Maafkan kami Kris, maafkan kami harus melibatkan kalian"
__ADS_1
Ucap Hanif sambil berusaha menahan tangisan nya, Tristan bisa melihat bola mata itu berkaca-kaca sejak tadi.
Realita nya laki-laki sangat sulit sekali menangis, tapi saat orang-orang terpenting nya dalam kondisi kritis laki-laki jelas ingin sekali menangis, namun pada akhirnya laki-laki harus menahan nya karena yang orang tahu laki-laki jelas lebih kuat daripada perempuan, laki-laki enggan mengeluarkan air matanya, padahal sebenarnya laki-laki juga manusia, Mereka hanya tidak ingin karena selain laki-laki Memiliki hormon testosteron yang lebih tinggi sehingga lebih kuat menahan tangis. Memiliki saluran air mata yang lebih besar sehingga air mata tidak gampang jatuh serta Adanya perbedaan pada sel-sel kelenjar air mata antara laki-laki dan perempuan, menangis dianggap sebagai sebuah kelemahan dan bertentangan dengan citra diri laki-laki atau pria sebagai sosok yang kuat dan tangguh.
"Tidak, tidak ada yang perlu di maafkan, sudah jalan takdir nya begini, dan manusia diciptakan juga karena rasa empati dan belas kasih, tolong menolong adalah salah satu cara Allah untuk membuat kita saling dekat antara Satu dengan yang lain"
Ucap Tristan cepat.
Sejenak Hanif merangkul erat tubuh Tristan.
"Pergilah untuk melihat kondisi Ayana, istri ku baik-baik saja"
Tristan bicara pelan di balik telinga Hanif, sang kakak Ayana itu.
Laki-laki itu mengangguk, melepas kan rangkulan nya lantas berbalik meninggalkan tristan.
Lana lan telah dibawa menuju ke salah satu ruangan yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit, Tristan hanya mengejar langkah dan memastikan jika Lana lan baik-baik saja.
Dia hanya berharap semua orang menjadi baik-baik saja, dan Allah tidak menguji mereka di luar batas kesabaran mereka.
Laki-laki itu bersandar didepan ruangan di mana sang istri dirawat, dia menyandarkan tubuh dan kepala nya sambil kepala nya sedikit mendongak ke atas.
Aku mohon ya Allah, setelah ini hindarilah kami dari ujian yang mencekam terutama soal Kematian.
__ADS_1
Ucap Tristan dalam hati sambil memejamkan bola matanya.