Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Menekan nya untuk membuka tabir


__ADS_3

"Kris"


sang ibu tiri berusaha menelan salivanya.


Tristan mendekat kan wajahnya tepat di samping telinga mommy tirinya.


"Di Malam kecelakaan orang tua Lana Lan, bukankah kau dan Madeline merancang nya? memasukkan obat tidur kedalam minuman mereka, membuat ayah dan ibu Lana Lan meregang nyawa"


bisik Tristan pelan.


"Tapi tidakkah kau sadar siapa ayah Lana Lan, nyonya Adelia?"


"Maafkan aku Kris"


mommy tiri Tristan bicara dengan suara gemetaran, dia mencoba menyentuh tangan Tristan.


Tristan menyeringai, menepis tangan itu dengan cepat.


"Oh tentu saja aku memaafkan mu mom, tapi aku tidak jamin daddy Lana Lan akan membiarkan mu begitu saja, bahkan aku tidak yakin ahem akan memaafkan diri mu"


Tristan bicara sambil mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah ahem.


"Bukankah dia termasuk biang kerok kematian saudara mu sang Gao kembar ahem?"


Ahem menyerangai tampak berjalan menuruni tangga, begitu santai mendekati mommy tiri Tristan, laki-laki itu memegang pistol milik nya sambil mengelap nya dengan sapu tangan milik nya.


Ahem menarik satu kursi kendepan mommy tiri Tristan, sedang kan 2 pria yang mereka tangkap jelas meringkuk tidak berani berkutik.


Dia duduk tepat dihadapan mommy tiri Tristan.


"Katakan pada ku, nyonya Adelia"

__ADS_1


Ahem bicara sambil meletakkan pistolnya di ujung pinggang nya, lantas perlahan menarik sebuah belati di samping sepatu nya, memainkannya beberapa saat.


"Siapa lagi yang terlihat pada peristiwa penculikan 16 tahun yang lalu?"


sreeeetttt


Ahem bicara sambil menggesek ujung pisau nya tepat dipinggiran kursi yang ada di hadapannya.


"A..ku ti..dak tahu"


Mommy tiri tristan bicara dengan suara bergetar.


Seketika Ahem menaikkan belati nya kesamping wajah mommy tiri tristan.


"Kau tahu nyonya? aku bukan type laki-laki yang suka bersabar"


Ahem menyeringai.


"Kau tahu? oh God..."


Belati di tangan ahem mulai bergerak diwajah mommy tiri Tristan.


Mommy tiri Tristan jelas semakin gemetaran, menatap pisau belati di sisi pipi kirinya dengan ekspresi begitu ketakutan.


Sebuah luka gores perlahan mengenai wajah nya.


"Aku dengar selain memiliki seorang putra, kau memiliki seorang putri di Manhattan"


Bola mata mommy tiri Tristan membulat, dia tampak terkejut bukan amin mendengar ucapan ahem.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba sebuah laptop sudah bertengger didepannya, seorang gadis cantik berusia sekitar 16 tahunan tampak tertidur lelap dengan wajah miring di atas meja, tampak earphone menemani disisi telinga kiri dan kanan nya, secepat kilat sosok seorang laki-laki yang usianya mungkin sekitar 32 tahunan, dengan wajah tampan mendominasi mengangkat tubuh gadis kecil itu menuju ke dalam kamar.

__ADS_1


Mommy tiri tristan tahu, laki-laki muda itu adalah paman ahem, keluarga besar Hillatop company, putra dari Hessa Sang Casanova ke 2 setelah Gaohan, jelas reputasi buruk benar-benar melekat di diri laki-laki itu.


"Tidak...tidak.."


"Paman muda ku sudah berada disana sejak Minggu kemarin, berkenalan dengan putri kesayangan mu bahkan...."


"Tidak...tidakk"


mommy tiri Tristan bicara cepat, Mencoba meraih tangan ahem, mencoba menoleh ke arah tristan.


"Putri mu masih belia,belum 17 tahun bukan? masih belum terjamah bukan? bagaimana jika aku minta paman ku melakukan nya sekarang juga? Lebih tepatnya memperkosanya dalam keadaan tidak sadarkan diri"


Kata-kata terakhir ahem terdengar begitu mengerikan di telinga mommy tiri tristan.


"Tidak..."


dia berteriak histeris


"No Kris..no... , bagaimana pun dia adik mu, dia benar-benar putri sah ayah mu, jangan lakukan itu pada Turan, dia benar-benar adik mu Kris"


Mommy tiri Tristan berteriak panik memohon agar salah satu keturunan hillatop tidak meniduri putri bungsu nya yang telah dia sembunyikan selama ini.


Tristan tampak tak bergeming, menatap tajam ke arah mommy tirinya.


"Kau bisa memilih, bicara siapa saja yang terlibat, atau putri mu kehilangan harga dirinya?"


Mommy tiri Tristan menelan salivanya, air matanya jelas sudah memenuhi wajahnya.


"Mereka sudah berada di atas kasur"


Bisik Ahem kemudian.

__ADS_1


Saat sang paman sudah meletakkan tubuh itu ke atas kasurnya, membuka perlahan kancing baju gadis kecil itu.


"Tidak...tidakkk....dia masih anak-anak"


__ADS_2