
Setelah ahem berkata begitu,Terdengar gesekan pintu dari arah belakang tristan duduk, seseorang keluar dari sana, Terdengar suara tingkat terus menghantam lantai dan seseorang berjalan dengan menggesek kaki nya ke lantai. Suara pamatik terdengar tergesek dengan sempurna, kemudian terdengar hisapan begitu nikmat di balik bibir seseorang.
"Dimana putri ku, Kris?"
Seorang pria bicara sambil terus menghisap rokoknya secara berlahan,dengan penampilan kuno menggunakan topi bundar, berjalan mendekati semua orang.
"Tuan Edward pearl"
"Tuan"
"Tuan Edward pearl"
Semua orang menundukkan kepalanya kepada laki-laki itu.
Ahem hanya tersenyum, mengangkat gelas nya ke arah black pearl.
"Putra Allzigra memang luar biasa"
ucap pria itu sambil berjalan mendekati kursi semua orang.
"Daddy"
arash berdiri kemudian memberikan kursi kepada pria itu yang dia panggil daddy.
"Aku memindahkan Lana Lan ke mansion bagian selatan, Daddy"
Tristan bicara sambil menggeser posisi duduknya.
"Siap menangkap mawar merah?"
Edward pearl bicara sambil membuka topi nya. tampak terlihat jelas setengah wajah pria itu berbekas karena terkena luka bakar di waktu begitu yang lama, terlihat cukup mengerikan untuk orang-orang yang baru pertama kali melihatnya.
Edward pearl langsung mengeluarkan pistol di pinggang nya, meletakkan nya ke atas meja kemudian dengan gerakan cepat meraih winski yang ada dihadapannya
"Berikan semua bidak catur nya"
ucap arash cepat pada salah satu perempuan.
Dengan cepat salah satu perempuan itu memberikan papan catur ke hadapan semua orang, menyusun tiap-tiap pion nya dengan sempurna.
__ADS_1
"Katakan yang paling masuk akal tristan sudah menyeret Helena dan shain menuju ke jurang kehancuran"
2 pion catur di buang secara berlahan oleh ahem.
"penculikan Tristan terjadi karena ibu shain menginginkan kematian tristan, menaikkan shain ke tempat seharusnya dipuncak Xavier company"
lanjut ahem
"Laura dan Madeline"
arash membuang 2 pion catur nya lagi.
"Dia menginginkan harta kekayaan Gideon sejak awal, mengikuti rencana ibu shain untuk menyingkirkan Lana lan yang asli"
sreeeetttt
arash menarik 1 pion catur lagi
"Yang tersisa saat ini, Paman Ishak Lana Lan?"
dia bertanya sambil menatap ke arah Tristan.
sreeeetttt
"Bibi mu?"
ucap nya sambil ikut menatap Tristan.
"atau.."
tiba-tiba Edward Pearl ikut menarik 1 pion catur, bicara sambil menoleh ke arah Tristan
"Ibu tiri mu!"
Tristan menatap bola mata sang mertua beberapa waktu.
"Ini mungkin terdengar gila, tapi aku ingin seseorang yang perawakan nya mirip dengan Lana lan dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya, aku yakin orang itu menginginkan Lana Lan setelah tahu soal sebuah kenyataan, jika dia adalah putri Edward Pearl"
Edward Pearl bicara lagi ke arah semua orang.
"Kau sudah menyadari keadaan nya sekarang?"
__ADS_1
Edward Pearl menoleh ke arah tristan, laki-laki itu kemudian mengeraskan rahangnya, gigi beradu dengan sempurna.
"Bang...sat begitu rupa nya"
maki tristan.
Edward Pearl langsung menatap semua orang yang ada di dalam ruangan.
"1 pion catur nya sengaja mengincar Lana Lan untuk menekan ku"
"Aku bisa melihatnya dengan seksama, 1 runtuh 1 nya ikut, sejak awal yang mawar merah incar adalah Lana Lan, tapi salah satu keluarga memanfaatkan situasi agar bisa naik menjadi pewaris sah Xavier company"
Ahem menoleh ke arah Tristan, sejenak dia baru sadar dengan apa yang terjadi.
"Oh shit, mereka orang yang berbeda!"
umpat ahem Seketika.
"Mawar merah menginginkan diri nya naik takhta di geng mafia the red pearl menekan Edward Pearl untuk menurunkan kekuasaan nya, menuntun shain dan Helena untuk mencari putri Edward Pearl selama 16 tahun ini, tapi shain belum memberitahukan soal Eliana sejak awal mereka menemukan Eliana,karena shain dan Helena takut begitu mereka memberitahukan soal Eliana maka mereka belum tentu mendapatkan Xavier company atau Gideon company"
"Kau tidak akan percaya, yang menggiring Eliana juga shain adalah..."
sreeeetttt
arash bicara sambil meraih pion catur yang di ambil Daddy nya tadi.
"Orang yang berdiri di garda depan mawar merah adalah pion catur yang ini, dan pion ini juga tengah di manfaatkan oleh mawar merah"
Tristan tampak diam, menatap pion catur yang di seret oleh arash sang kakak ipar.
"Lalu kenapa mereka tidak menggunakan Lana Lan asli untuk menekan paman Edward?"
ahem bertanya sambil mengerutkan dahinya.
"Bukankah sama saja? mereka saudara kembar?"
Arash menaikkan ujung bibirnya.
"Mereka tidak terlahir kembar sejak awal"
"Apa?"
Ahem langsung mengerutkan dahinya.
__ADS_1