Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Sama-sama dalam kondisi memanas


__ADS_3

Brengsek


umpat tristan sambil mengepal kan tangan nya.


seharusnya dia sadar jika shain dan Helena memasang 2 jebakan sekaligus, dia benar-benar terlambat untuk tahu, hanya mewaspadai satu hal tanpa ingat hal lainnya.


benar firasat nya sejak semalam, Lana Lan terus membuat dirinya khawatir, dia selalu menatap wajah itu sejak sebelum tidur hingga malam ini, seolah-olah insting seorang suami berjalan dengan baik soal hal buruk yang akan terjadi pada sang istri.


Tristan langsung menghubungi seseorang melalui ponsel nya, juga meminta Ali agar segera mengurus semua apa yang dia mau, melacak ke beradaan Lana secepatnya.


"Jika kalian terlambat mendapatkan istri ku, maka malam ini jangan harap ada yang bisa keluar dari Xavier black house tanpa seizin ku, dan aku akan pastikan satu persatu nyawa kalian menghilang tanpa pernah kalian ketahui sama sekali"


Tristan bicara sambil menggeram, mematikan panggilan nya tanpa aba-aba.


Dia menyelinap keluar dari arah lantai belakang, melesat menuju pintu tua mansion utama keluarga xavier, menembus pekatnya langit malam menuju ke arah Utara.


********


seperti janji nya, Eliot melesat masuk masuk menuju kamar utama Tristan, mengganti kan posisi Tristan untuk melunasi hutang yang pernah dia miliki pada laki-laki itu, sedangkan Laura jelas berjalan dengan tergesa-gesa ke arah atas menuju ke kamar tristan, mengikuti instruksi Helena untuk mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan, tapi dia jelas merasa bingung karena seketika kepalanya menjadi pusing setelah meminum wine yang diberikan oleh Edward.


Beberapa kali dia menggeleng-geleng kan kepalanya karena pandangan mata nya seketika mulai mengabur, dia fikir apa dia salah minum sebelum nya? sebab Edwar jelas ikut minum dari botol wine yang sama, dia merasa seseorang sedang mengerjai dirinya.


Seketika dia masuk ke kamar utama tristan jelas jantung nya berdetak kacau balau tidak beraturan, lampu kamar yang temaram menambah perasaan hangat didalam tubuhnya, seketika dia meremang ketika sebuah tangan kokoh meraih pinggang nya, lantas menyambar bi..bir nya tanpa aba-aba.


menghempas kan tubuh nya ke atas kasur, menyerangnya dengan cara Begitu bringas dan luar biasa, begitu menggebu Dengan suara yang terdengar penuh desahan dibalik telinga nya.


"Tristan"


Laura ikut mende..sah, menikmati cum..buan demi cum..buan yang dia terima.


********


Lana Lan mencoba menekan kesadaran nya sesaat setelah Helena memaksanya masuk ke dalam mobil begitu saja, kepalanya jelas terasa pusing sedangkan reson tubuh nya terasa begitu aneh dengan sentuhan kulit Helena dia beberapa kali berusaha menggenggam gagang pintu mobil, keringat dingin mengucur deras dari tiap titik tubuhnya.


"Kau ingin membawa ku kemana Helena?"


dia bertanya bingung, Helena jelas membawa mereka menembus hutan pinggiran kota menuju ke arah kaki bukit atau jika tidak menuju ke gereja tua di kaki bukit bagian Utara.


Yang membuat Lana lan tidak bisa bicara terlalu banyak, rasa haus di kerongkongan Lana Lan mendominasi, tubuhnya benar-benar merasa begitu gerah dan sensitif pada sentuhan seseorang, belum lagi perasaan kacau serta keinginan aneh menghantam tubuhnya.


dia ingin bertemu Kris nya, dia menginginkan Kris nya saat ini juga.


"Aku ingin pulang Helena"


ucapnya cepat


"No sayang, shain akan menyusul kita"


seketika Lana Lan mengerutkan dahinya.


"Kemana? apa yang terjadi?"


Helena tersenyum manis

__ADS_1


"apa kau tidak menginginkan dia sayang? shain mu, kris mu sudah lama menunggu ini"


tidak, apa yang kalian telah rencanakan dibelakang ku?dia bukan Kris ku!


Lana Lan mencoba untuk bersandar, dia benar-benar ingin membuka pakaian nya saat ini juga karena rasa gerah dan panas yang mendominasi.


Aku ingin pulang, Kris...!!!


Air mata Lana Lan seketika tumpah, dia berusaha untuk memejamkan matanya.


apa yang mereka berikan pada ku?


seketika Helena meraih ponsel nya, mencoba menghubungi seseorang.


"Dimana kamu?"


"Aku akan tiba dalam 15 menit"


*******


"Daddy?"


Edward mengerutkan dahinya saat sadar mobil siapa yang masuk ke dalam kamera pengawasan nya.


Berpuluh-puluh anak buah daddy nya bergerak begitu cepat, memasuki mobil mereka masing-masing melesat menuju ke arah kaki bukit sungai Aveyron.


"Sial"


umpat nya tiba-tiba, lantas mencoba menghubungi seseorang.


"Aku menemukan istri Tristan"


"Kau sudah lihat?"


"Black pearl melaju menuju ke kaki bukit bersama orang-orang nya"


"Mawar merah sudah keluar?"


"Seperti yang kau lihat"


"Oh damn it"


"Bersiap untuk berperang?"


"Dengan senang hati"


tuttt tuttt


panggilan Edward tertutup begitu saja.


*******


"apa kalian sudah menemukan dimana titik Helena membawa istri ku breng.. sek?"

__ADS_1


teriak Tristan dari ponsel nya, terus mengendarai mobilnya menuju ke arah Utara


"Aku menemukan lokasi titik terakhir nya Kris"


terdengar suara Edward dari seberang sana.


"kapten black menuju ke sana"


seketika sebuah tanda merah menembus layar komputer berukuran sebesar telapak tangan yang ada di hadapan Tristan.


"damn it"


maki tristan, dia mempercepat laju mobilnya, kekhawatiran semakin menyeruak di hatinya.


jarak mereka terlalu jauh, dia takut terlambat menyelamatkan Lana Lan tepat waktu.


"Jika sesuatu terjadi pada nya, aku bisa mati Edward"


Tristan berkali-kali memukul stir mobilnya, dia benar-benar marah.


Mobilnya terus melaju dengan kecepatan penuh ditengah kegelapan dan keheningan malam kota Paris menuju ke kaki bukit sungai Aveyron.


"Tristan kendalikan kecepatan mu"


Edward mengingat kan nya melalui headset bluetooth nya


"aku tidak bisa melakukan nya brengsek"


"Kau akan kehilangan kecepatan Kris, ingat kiri dan kanan mu itu kurang"


"Nyawa ku tidak menjadi berharga jika sesuatu terjadi pada Lana Lan"


"Ali sudah melaju ke sana lebih dulu, dia akan menahan shain untuk beberapa waktu, jangan gegabah"


"Kendalikan kecepatan mu brengsek, aku hampir kehilangan kamu"


"Ayah nya melaju kesana brengsek"


"Ya?"


seketika Tristan membeku


"Ayah Lana Lan juga menuju ke sana"


"Kau bilang apa?"


"Ayah Lana Lan sudah bergerak lebih dulu"


"bukankah ayah nya...?"


Tristan menggantung kalimat nya


"Kau tahu Tristan, jika ayah Lana lan keluar, artinya mawar merah juga sudah ikut keluar saat ini"

__ADS_1


"Oh damn it"


__ADS_2