
"Aku ingin menemui pengacara ku"
Lana Lan bicara Cepat ke arah paman nya diwaktu dia membuat kunjungan ke keluarga Gideon.
dan sialnya dia harus bertemu ratu ular berkepala 2 Madeline,yang bisa mengubah karakter sesuai kemauan nya. Begitu lemah lembut saat dihadapan semua orang tapi begitu mengerikan saat dibelakang semua orang.
"Oh tuan putri xavier datang berkunjung rupa nya"
Madeline mendengus, bicara sambil menuruni satu persatu anak tangga, mendekati Lana lan kemudian menatap tajam bola mata Lana Lan.
"Kau benar-benar jalang, yang berani menggoda Tristan dengan cara yang luar biasa"
Madeline bicara sambil meraih dagu Lana Lan.
"Kau melakukan tipu daya bagaimana huh? hingga tristan percaya jika kau seorang perawan?"
Madeline bicara dengan perasaan kesal.
Jelas-jelas dulu saat di Manhattan orang-orang suruhannya telah memperkosa Lana Lan, lalu dia fikir bagaimana caranya Lana Lan kembali menjadi seorang perawan?
jelas saja ini menjadi teka-teki yang sangat rumit untuk nya.
rencana awal menikah kan Laura dengan Tristan jelas jadi kacau balau, satu-satunya jalan dia fikir dengan cara menghancurkan pernikahan 2 manusia itu, membuat Laura bisa merayu Tristan hingga mereka bisa bertukar posisi secepat nya.
Madeline tahu lambat laut posisi Laura jelas menjadi semakin terdesak dikeluarga Gideon, Laura jelas tidak akan bisa menjadi pewaris berikut nya jika Lana Lan mulai mendapatkan ingatannya,semua orang akan tahu jika mereka yang merencanakan pembunuhan terhadap Lana Lan, bahkan lambat laut semua orang akan tahu kejadian 16 tahun silam, bagaimana dia membuat keluar kecil Lana Lan terhempas tidak bersisa. Ayah, ibu, Eliana dan lana Lan tentu nya.
__ADS_1
Satu-satunya cara agar tetap menjadi orang yang kaya,bisa mendapatkan apapun yang mereka inginkan membuat Laura naik ke atas ranjang nya Tristan, jika berhasil, Madeline tidak perlu khawatir soal terbongkar nya kekejian mereka, jelas keluarga Xavier akan menutup rapat-rapat aib mereka, karena keluarga xavier pasti tidak ingin ada kecacatan dalam keluarga besar mereka.
Menyingkirkan Lana lan dari keluarga Xavier secepat nya merupakan rencana paling apik saat ini, apalagi bukan kan Tristan Tidak mencintai lana lan selama ini? setidaknya pasti sesuatu telah terjadi hingga Tristan menyukai Lana Lan, bagi Madeline mengetahui kelemahan lana Lan jelas mencari kunci untuk mereka masuk ke keluarga Xavier dan membuat Tristan semakin membenci Lana Lan.
"Aku cukup curiga pada mu, bibi"
Lana Lan mengangkat ujung bibir nya
"Kenapa kau begitu yakin aku bukan seorang perawan? atau... jangan-jangan dalang dibalik semua nya dulu memang benar adalah bibi"
lana Lan bicara sambil membuang tangan Madeline dari dagu nya.
Sejenak Madeline tercekat, kemudian dia mencoba tertawa terbahak-bahak.
"Apa kau fikir aku sekejam itu sayang?dan...."
Tapi tanpa diduga Lana Lan malah dengan cepat membalikkan keadaan, membuat Madeline terdesak didinding, menekan tubuhnya dengan tubuh Lana Lan kemudian tangan kanan Lana Lan mencengkeram wajah Madeline.
"Jangan pernah sekali-kali menyentuh wajah ku, breng..sek"
tatapan mata Lana Lan jelas membuat Madeline kaget, dia fikir sejak kapan Lana Lan seberani ini bahkan sekuat ini?
"Aku tidak memberikan toleransi lagi kali ini, jadi bertindak lah hati-hati setiap kali berada di hadapan ku, bersikap lah lebih ramah dan sopan, bibi"
Lana Lan semakin menekan kedua belah rahang Madeline.
__ADS_1
"Aku paling tidak suka ada seseorang yang mengatur hidup ku"
"Kau ingin cari mati huh?"
Madeline mencoba untuk memberontak.
"Aku sama sekali tidak takut mati, apa lagi ditangan manusia seperti kamu, Madeline"
Seketika Lana Lan semakin menekan tangannya, membuat Madeline semakin meringis.
"Jaga sifat mu baik-baik,dan jangan membuat aku marah lain kali lagi"
sepersekian detik Lana Lan melepaskan cengkraman nya, kemudian mencoba berlalu dari hadapan Madeline.
Madeline mencoba mengelus rahangnya yang semakin sakit.
"Kau harusnya lebih mencurigai kakak kesayangan mu Helena ketimbang diri ku"
Madeline mencoba mendengus sambil meringis.
seketika Lana Lan membalikkan kembali tubuh nya, menatap Madeline beberapa waktu, kemudian Lana Lan menyunggingkan senyuman mengerikan miliknya.
"Katakan pada Laura, bersikaplah sopan pada ku jika kami bertemu sekali lagi"
Setelah berkata begitu, Lana Lan langsung pergi berlalu dari hadapan Madeline, tampak dia menggenggam erat telapak tangan nya.
__ADS_1
Jadi memang tidak ada yang pantas dipercaya oleh ku, siapapun itu.