Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Amarah bertalu-talu "Jelaskan pada ku"


__ADS_3

"Tristan tunggu"


Lana Lan jelas menggila saat Tristan terus menggoda masuk ke dalam ceruk leher nya.


di pagi Minggu saat semua aktivitas dihentikan dalam rangka liburan.


"Tristan"


dia terus merengek minta dilepaskan, takut kegilaan Tristan membuat dirinya ikut menggila.


"Sebentar saja"


bisik tristan manja.


"Tris ini geli"


dia terkekeh sambil menyentuh kepala tristan, bola matanya jelas menampilkan perasaan mendayu-dayu begitu dalam, dibawah sana jelas terasa mulai basah.


"Tris..aku"


Tristan terkekeh mendengar suara de..Sahan sang istri, dengan cepat menatap wajah Lana Lan yang mulai memerah.


"Kau ini ."


begitu gerakan Tristan berhenti, jelas dia merasa malu, dengan perasaan kesal memukul dada tristan.


Tristan terkekeh, masih dengan posisi berada di atas, dia pada akhirnya memeluk erat tubuh Lana Lan.


"Terima kasih untuk banyak warna yang indah beberapa waktu ini sayang"


ucap Tristan lembut, terus menatap dalam bola mata indah itu.

__ADS_1


Lana Lan tersenyum, menyentuh lembut wajah Tristan.


"Berjanjilah pada ku tidak akan pergi ke tempat-tempat buruk berjuluk diskotik lagi"


ucap Lana Lan hangat


"Berjanjilah tidak berpetualang dengan perempuan lain, ketika dibawah sana bergejolak, ada aku yang halal siap menerima tanggung jawab sebagai seorang istri yang sah dari mu hmm"


"Agar tidak ada dosa yang mendominasi didalam diri kamu Tris, supaya hati dan tubuh ini terbebas dari dosa besar"


Lana Lan menyentuh lembut dada tristan, dia berharap tidak ada lagi tristan yang kemarin dengan masa lalu paling buruk dalam hidupnya, berkubang pada lumpur dosa yang berat, berjalan ke arah maksiat.


Tristan tampak terus menatap dalam bola mata Lana Lan, dia sejak awal mengucapkan ijab Kabul dulu telah bersumpah didalam hati untuk terus setia pada Lana lan apapun yang terjadi, bersumpah menahan hasrat nya pada orang lain.


Seketika Tristan mengangguk pelan.


"InsyaAllah, aku masih menapaki jalan untuk berubah"


Seketika bola mata Tristan membulat sesaat tanpa sengaja menjatuhkan sesuatu dari atas tumpukan pakaian lana Lan disaat dia tengah mencari sesuatu dibagian rak lemari paling atas.


Lana Lan sudah pamit berangkat lebih dulu ke perusahaan karena harus mengejar beberapa model yang akan kembali ke new York pagi ini, hingga akhirnya Tristan membiarkan sang istri untuk pergi dengan Eliot lebih dulu.


Tapi tiba-tiba saat mengambil sesuatu di lemari bagian atas Sebuah botol obat tidak sengaja tergeser dan terus menggelinding ke bawah nenuju ke sudut kiri ranjang mereka, secepat kilat Tristan mengejar dan mengambilnya. dia fikir mungkin itu adalah obat penenang atau obat tidur milik lana Lan.


Terbesit di ingatan nya soal lana Lan yang beberapa kali mengkonsumsi obat tidur, dia fikir sebaiknya membawa Lana Lan untuk ikut terapi di akhir Minggu sekali lagi, tapi Seketika dia mengerutkan dahinya saat menyadari obat apa yang ada ditangan nya saat ini.


"Ini?"


jelas saja Tristan tercekat, tampak kemarahan mendominasi dari balik wajah tampan nya, rahang nya langsung mengeras dengan gigi langsung beradu sempurna.


"Lana Lan... kau..berani sekali..."

__ADS_1


kemarahan nya benar-benar memuncak, dalam sekali tarikan Tristan langsung mengendurkan dasinya dengan perasaan jengah, secepat kilat dia turun ke bawah menuju ke bagasi samping, naik ke mobil nya kemudian melajukan mobil nya dengan keadaan tergesa-gesa.


Bahkan tanpa fikir panjang Tristan memarkir kan sembarangan mobilnya di mana pun dia mau.


"Tuan?"


seorang security bertanya bingung ke arah Tristan, tanpa menunggu aba-aba ketika kunci itu di lempar ke arah nya, security itu langsung mengangguk pelan.


Tristan dengan langkah tergesa-gesa naik ke lantai paling atas, menemui Lana Lan di ruangan kerja nya.


Jelas pagi ini suasana suram mencekam terlihat jelas dari balik bola mata Tristan, aura dan ekspresi seperti itu acapkali mendominasi seluruh perusahaan dulu, yang berarti sesuatu yang buruk pasti akan terjadi terhadap pembuat masalah.


Para karyawan tampak bergidik ngeri, berbisik-bisik dengan perasaan was-was dan penuh ketakutan.


Sepersekian detik kemudian saat Tristan dengan kasar masuk ke ruangan Lana Lan, jelas sang istri baru saja selesai dengan seluruh kegiatan nya.


"Tristan, ada apa?"


Lana Lan tersenyum bingung mendapati Tristan tiba-tiba masuk dengan kondisi sedikit kacau.


"Tris?"


Lana Lan kembali bertanya, kemudian menatap bingung ke arah Tristan dengan ekspresi wajah nya yang jelas menampakkan kemarahan yang luar biasa.


"Katakan pada ku, apa maksud dengan semua ini?"


saat tristan berkata seperti itu, dengan gerakan kasar laki-laki itu menghantam sebuah botol obat tepat di atas meja kerja nya.


"Tris.."


seketika suara Lana Lan tercekat, dia menatap botol obat itu sejenak, kemudian menatap dalam wajah sang suami

__ADS_1


"Aku..."


__ADS_2