
Tristan ingin tertawa melihat Betapa kuat nya lana Lan malam ini, entah berapa kali sang istri meminta hingga dia harus dengan ikhlas Melayani keinginan sang istri.
"Kau luar biasa sayang"
bisik tristan sambil mencium dalam kening lana lan hingga akhirnya sang istri mulai terlelap.
Dia cukup berterimakasih pada baji..Ngan shain berkat obat afrodisiak tanpa meminta sang istri menjadi perempuan paling agresif selama di pernikahan mereka, tapi dia cukup bersyukur bisa datang tepat waktu, tidak bisa dia bayangkan bagaimana jika dia datang terlambat sedikit saja, dia pasti akan menyalahkan dirinya sendiri hingga akhir hayatnya.
Sejenak tristan turun dari kasur secara perlahan, dia meraih handuk untuk menutupi tubuh bawahnya, meraih ponselnya lantas mencoba menghubungi seseorang.
"Bagaimana?"
Tristan diam sejenak, mencoba mendengar kan ucapan dari seberang sana. Tristan melirik ke arah pergelangan tangan nya, melihat jam berapa sekarang.
04.10 am
"Kami akan kembali ke mansion utama xavier sebelum matahari terbit, istri ku baru saja terlelap, dia butuh istirahat sebentar lagi"
sepersekian detik kemudian tristan menutup panggilan nya, kemudian mencoba menghubungi orang yang berbeda, bola mata nya jelas menatap awas kedepan, mencoba berjalan membuka perlahan gorden kamar hotel itu, bola mata nya jelas melihat beberapa orang sedang mengawasi mereka.
"Kau yang memberikan pengawasan untuk kami, tuan pearl?"
tiba-tiba Tristan bicara di balik handphone nya.
"Selama putri mu bersama ku, aku jamin dia akan baik-baik saja"
ucap nya Kemudian.
"Jangan muncul sekarang, biarkan mawar merah bergerak lebih dulu menemui ku, aku hanya ingin tahu siapa sebenarnya diri nya"
__ADS_1
Setelah itu Tristan memutuskan panggilan nya, menutup cepat gorden kamar tersebut. Fikirai nya jelas sedang menerka-nerka.
Mawar merah!
Sosok itu berdiri dibelakang shain dan Helena, membantu Madeline juga Laura, dia yakin sosok itu orang yang hapal betul susunan keluarga xavier dan Gideon, dia pasti menginginkan tiang demi tiang Xavier company dan Gideon company hancur secara berlahan, kemudian merebut semua nya secara berlahan.
Tapi tristan fikir siapa yang paling mencurigakan saat ini untuk dirinya? Seoerty susunan pion catur, shain sudah di tumbangkan, Helena berlahan akan ikut di tumbangkan, Laura pagi ini jelas merupakan orang kedua setelah Shain yang telah mereka tumbang, tersisa hanya Madeline.
Tristan yakin di keluarga Gideon pasti masih ada yang terlibat dengan keadaan ini tapi siapa?. lantas di keluarga Xavier siapa yang paling berpotensi di curigai?.
Bibi Emma? ibu tirinya? atau bahkan??
Tristan menggeleng pelan.
tidak mungkin, wanita itu jelas tidak mungkin melakukan nya, tapi tiba-tiba keraguan dihatinya muncul, secepat kilat Tristan kembali mencoba menghubungi seseorang.
"Cari tahu soal perjalanan terakhir keluarga Xavier dalam 2 bulan ini dan..."
"Cari informasi soal ibu ku dan suami nya di Manhattan, aku ingin tahu Trac record perjalanan, kegiatan dan seluruh akses rekening mereka dalam 2 bulan terakhir"
Lantas tristan kembali mematikan handphone, dia menggenggam erat telapak tangan nya.
Jika aku menemui satu saja kecurangan!
Tristan bicara sambil memejamkan pelan bola matanya, rahangnya jelas mengencang, dia mencoba untuk menahan Seluruh kemarahan nya.
apa hal yang paling membuat mu tenang dikala emosi mu mulai naik di atas kepala?
istiqfar dan banyak banyak ber dzikir.
__ADS_1
********
"Sayang..."
Tristan berbisik pelan di balik telinga Lana Lan.
"Nggg"
Lana Lan menggeliat pelan.
"Waktu subuh hampir habis, mandi junub lalu ayo sholat bersama"
ucap Tristan sambil mencium lembut bibir sang istri.
"Hmmm"
"Mau aku mandikan?"
Lana Lan terkekeh pelan mencoba membuka bola matanya secara berlahan, dia menggeleng pelan namun dengan cepat melingkar kan kedua tangan nya ke leher Tristan.
Secepat kilat Tristan menggendong tubuh Lana Lan, membawa nya dengan lembut menuju ke kamar mandi.
"Akan ada berita besar di mansion utama xavier pagi ini"
"Apa itu?"
tanya nya masih berusaha masuk ke dalam dada bidang tristan.
"Kamu akan terkejut melihat nya"
__ADS_1
"Hmmm Kamu membuat aku penasaran"