
Sejak tadi Eliot tersenyum, kemudian tertawa Lantas tersenyum lagi kemudian tertawa dan pada akhirnya Eliot benar-benar tertawa terbahak-bahak.
"Oh ayolah"
Tristan tampak Jijik dengan ekspresi Eliot.
Joyce tampak duduk santai disamping Tristan, mereka duduk di atas kursi sofa yang mengelilingi sebuah meja persegi berwarna dominan merah itu.
Joyce sejenak tersenyum, masih sibuk merapikan kuku-kuku indah nya, sedangkan Ali tampak berdiri di samping pintu masuk.
"Berapa lama dia tidak meminta perempuan untuk tidur dengan Nya?"
Eliot mengulang pertanyaan nya pada Ali
"Sejak awal menikah dengan nona Lana Lan"
Ali menjawab sambil menundukkan kepalanya.
huahahahaha
Eliot kembali tertawa terbahak-bahak sampai-sampai tanpa sadar dia mengeluarkan air matanya.
Joyce ikut terkekeh tapi sejenak, sebab jelas dia belum mau mati karena menertawakan paman muda nya itu.
"Kau mau cari mati?"
Bentak Tristan kesal, dia marah karena merasa cukup malu bukan karena marah ingin menghabisi nyawa Eliot.
Yeah dia pun baru menyadari nya, jika dia sudah lama tidak tidur dengan perempuan mana pun sejak dia dan Lana Lan menikah bulan kemarin, dia pasti sudah gila, karena Sama sekali belum pernah lagi mencari perempuan untuk memenuhi has..rat nya yang acapkali naik turun. Sejenak dia menekan pelipisnya kemudian menyesap habis minuman yang ada di tangan kirinya tanpa sisa lantas meletakkan gelas bertungkai itu ke atas meja.
"Ok...seperti nya kau benar-benar memegang janji mu pada Lana Lan"
ucap Eliot sambil berusaha menahan tawanya yang kembali akan pecah.
Otaknya jelas berkelana kemana-mana, memikirkan betapa tersiksanya barang milik Tristan di bawah sana, yang hidupnya selalu bergonta-ganti pasangan, sekarang malah berpuasa demi seorang perempuan.
Yang benar saja.
"Gila.."
Joyce menggeleng pelan sambil menahan tawanya, memegang ujung keningnya untuk tidak ikut terbahak-bahak.
oh ayolah Eliot kau sangat keterlaluan.
umpat Joyce dalam hati.
__ADS_1
"Ok kau benar-benar laki-laki luar biasa"
Joyce mengacungkan tangan nya kemudian.
"Dia akan sangat luar biasa jika bisa melewati ujiannya"
ucap Eliot sambil tersenyum licik
Joyce dan Tristan menaikkan alis mereka.
"Oh no"
Joyce tercekat
"Eliot kau benar-benar setan nyata"
umpat Joyce
"Kau gila"
Bentak Tristan, tapi seakan tidak peduli dengan ocehan Tristan, Eliot langsung berbalik menatap Ali.
"Ali bawa dia"
Ucap Eliot sambil menyunggingkan senyuman termanisnya.
Tristan mengumpat saat Ali tiba-tiba membawa seorang perempuan cantik ke hadapan mereka.
Cantik, tinggi, putih, berkelas, seksi dan...
Damn it jelas dibawah sana langsung merespon dengan sempurna.
"Kau gila"
oceh Joyce pada Eliot
"Lebih gila kalau Tristan kita menolak perempuan ini"
Perempuan cantik berwajah aksen timur tengah itu mendekati Tristan, menyentuh dada dan memeluk Tristan dari arah belakang.
"Eliot kau..."
Tristan jelas bingung harus melakukan apa, dia menahannya selama 1 bulan penuh, menghilang kan semua hasratnya dan sama sekali tidak memikirkan perempuan untuk jangka waktu terlama nya.
"Ok kau bebas mengeranyangi nya sedang kan kami akan jadi penonton nya"
__ADS_1
kekeh Eliot
"Oh God, kau gila Eliot, jelas saja aku menolak untuk jadi penonton nya. Seperti nya aku harus keluar dulu untuk memberikan kalian time quality terbaik"
ucap Joyce lantas langsung berdiri dari duduknya.
"Stop"
Tristan bicara ke arah perempuan itu, memintanya untuk berhenti
"Joyce duduk kembali"
suara Tristan sedikit meninggi, dia menyentuh kasar keningnya.
"Aku akan berangkat malam ini ke desa La Bastide Clairence bersama Lana Lan"
Tristan berusaha mengalihkan perhatian, menahan sesuatu yang sesak dibawah sana, perasaan dan has..rat nya jelas bergejolak parah.
"Untuk?"
Joyce mengerutkan dahinya.
Perempuan disamping Tristan masih dengan nakal menggoda, menjilati telinga Tristan berkali-kali.
"Menemui tuan oxo,soal desain berlian nya"
"Kau masih punya waktu 2 jam untuk melakukan sesi panas nya, Tristan"
ledek Joyce sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Selamat bersenang-senang uncle sayang"
"Sayang, layani dia sebaik-baiknya"
ucap Eliot ikut berdiri dari duduknya.
"Eliot"
Tristan tampak menggeram, tapi secepat kilat 3 anak manusia itu termasuk Ali meninggalkan dia dan perempuan itu disana.
Sesaat perempuan itu melakukan serangan panas, menautkan dengan agresif bibir mereka.
"Oh God"
Tristan jelas merasa Begitu frustasi, Eliot benar-benar gila Fikir nya. Sekarang apa yang harus dia lakukan? meneruskan permainan ini atau menahan semua nya?
__ADS_1
Tapi jelas perempuan ini begitu menggoda, mengeranyangi tubuhnya dengan sangat liar, bahkan tangan nya sudah mulai turun ke bawah sana secara berlahan.
Oh damn it