
Setelah selesai berjalan-jalan seharian akhirnya Tristan dan Lana lan memutus kan untuk kembali ke penginapan mereka.
Tidak banyak yang mereka lakukan di dalam penginapan hingga menunggu waktu nya terlelap, mereka mengobrol soal beberapa hal bahkan bercanda bersama.
Sejenak Tristan diam, dia mencoba menatap bola mata Lana lan begitu dalam.
"Ada apa?"
Tanya Lana Lan sambil mengembangkan senyuman nya.
"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan kamu"
Ucap Tristan pelan.
Laki-laki itu secara perlahan menyentuh lembut wajah Lana lan.
"Seseorang?siapa?"
Tanya Lana Lan cepat, dia jelas begitu penasaran siapa yang ingin bertemu dengan dirinya di Jepang.
"Dia ingin bertemu dengan kita sejak bulan kemarin, tapi waktu masih belum memungkin kan jadi masih terus menunggu jadwal yang baik untuk pergi dan bertemu kita"
Ucap tristan sambil terus menyentuh lembut wajah Lana Lan dia, dia menggesek-gesek lembut wajah sang istri sambil menatap nya penuh cintai.
Lana lan mengangguk pelan, perempuan itu mencoba bangun dari posisi awal nya dan berjalan kedepan mengikuti langkah Tristan membàwa nya menuju keluar dari kamar utama penginapan mereka.
Sejenak Lana lan masih bertanya-tanya dalam hati soal siapa yang akan mereka lihat setelah ini, dengan perasaan berdebar-debar dia terus bertanya didalam hati.
Di depan sana dua orang berdiri sambil melebarkan senyuman mereka, satu di antara nya menatap Lana lan penuh dengan kerinduan yang mendalam.
Lalu Sepersekian detik kemudian tiba-tiba bola mata Lana lan berkaca-kaca saat tahu siapa yang tengah berdiri dihadapan mereka itu.
Seketika Lana lan berlarian menuju ke arah orang tersebut, memeluk erat tubuh yang terlihat lebih tirus dari terakhir kali mereka bertemu.
Tangis Lana Lan seketika pecah, dia memeluk tubuh yang dia rindukan itu dengan jutaan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu, kemudian tangisan itu saling bersahutan dan terdengar begitu pilu memecah keheningan malam.
*******
"Maafkan aku, maafkan aku karena gagal membantu kakak"
__ADS_1
Lana lan terus menangis memeluk Ayana, mereka berada di atas lantai kayu khas bangunan Jepang tersebut dalam kondisi tubuh Lana lan memeluk Ayana sambil meringkuk.
Tangis Lana lan terus pecah, jutaan pemintaan maaf dan jutaan penyesalan terus meluncur dari balik bibir indah nya.
"Seandainya saja, yah seandainya saja aku bisa lebih cepat sedikit semua tidak akan terjadi"
"Bahkan aku tidak punya keberanian untuk datang bertemu dengan kakak untuk berkata maaf, Maafkan aku, Maafkan aku...."
Lana lan terus menangis tanpa henti.
Yah dia benar-benar tidak punya keberanian untuk berkata maaf atas kejadian malam itu, bahkan dia belum siap untuk menemui Ayana dan meluapkan semua rasa sesal nya.
Ayana tampak ikut menangis, perempuan berhijab dengan balutan gamis indah itu menggelengkan pelan kepalanya berkali-kali, Seolah-olah berkata ini bukan kesalahan kamu.
Ayana terus memegang tubuh Lana lan yang terus menyesali kejadian malam itu.
"Jangan menyalahkan diri kamu atas kejadian kemarin, Lana lan"
Ucap Ayana cepat.
"Kamu sama sekali tidak bersalah, kamu perempuan hebat yang padahal juga dalam kondisi hamil berusaha untuk menyelamatkan diri ku"
Perempuan itu kata nya tidak bisa berdamai dengan waktu, merasa begitu bersalah dan terus menjalani terapi ekstrim selama 2 bulan lebih.
"Kamu tahu Lana Lan?"
ucap Ayana cepat sambil menyentuh pipi perempuan itu.
"Kejadian kemarin realita nya sudah pasti di gariskan oleh Allah, jadi sebesar apapun kita menghindari nya itu tetap akan terjadi"
Ayana mengangkat wajah Lana lan agar menatap balik bola matanya yang terus menatap Lana Lan sejak tadi.
"Meskipun malam itu bukan kamu yang ada di sana, meskipun itu hayat, kak denisa atau bahkan Abang Hanif sekalipun, sekalinya memang anak itu belum menjadi rejeki kami, dia akan hilang dengan cara yang berbeda di waktu yang sama"
Lana lan menatap wajah Ayana masih sambil berlinangan air mata, ingatan mengerikan itu kembali terlintas bagaimana laki-laki itu menerjang perut Ayana di atas ujung bangunan itu.
"Pada dasarnya hidup, mati bahkan rejeki telah diatur oleh Allah"
"karena itu tolong jangan menyalahkan diri kamu dalam tragedi malam itu hmm, Mari melupakan semuanya dan anggap sebagai masa lalu"
__ADS_1
"Kamu tahu Lana lan? Masa Lalu Tak Akan Kembali, Boleh Menyesali Sesuatu tapi Sebentar Saja"
"Masa lalu tak akan bisa kita genggam lagi. Kita tak bisa mundur ke belakang dan memperbaiki keadaan yang ada pada saat itu. Waktu akan terus membawa kita melaju ke depan. Kita akan terus ditarik ke depan untuk melanjutkan perjalanan kehidupan"
"Seperti aku yang belajar melupakan masa lalu, meskipun tidak aku pungkiri kejadian hari itu jelas merupakan kesalahan ku, tapi sejatinya aku hanya wanita biasa, bukan Aisyah atau Khadijah, bukan pula malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan-kesalahan"
"Aku lah yang tidak berhati-hati, percaya pada seorang kawan yang rupanya lawan"
"Saat orang-orang berkata aku bodoh pergi keluar tanpa izin dari suami, aku hanya bisa berkata dalam hati mungkin iya aku bodoh dan kalian lah yang paling pintar dan tidak pernah berbuat khilaf, kalian istri Solehah yang kemana-mana tanpa lupa meminta izin dari suaminya, akulah wanita bodoh yang keluar ke belakang rumah hanya demi menemui seorang kawan baik tanpa ingat meminta izin dari suami"
"Tapi dari sini aku belajar, meskipun penyesalan jelas ada, tapi Penyesalan Membuat Kita Lebih Hati-Hati bukan?"
"Ada kesalahan atau pengalaman buruk yang membuat kita menyesal. Penyesalan itu seperti sebongkah batu yang membebani diri ke mana pun kita pergi. Boleh saja menyesalinya tapi sebentar saja, ya. Ambil pelajaran dari kesalahan dan penyesalan yang ada. Agar ke depannya kita bisa lebih hati-hati dan tak terjatuh dalam lubang kesalahan yang sama lagi"
"Dan Ada Proses Pendewasaan di Balik Penyesalan"
"Diri kita yang hari ini berbeda dari diri kita yang dulu karena pengalaman dan penyesalan yang mengubah kita. Bila kita bisa mencoba sisi baik atau positif dari setiap kejadian yang ada, kita akan tumbuh lebih dewasa dari waktu ke waktu. Masalah hadir untuk membuat kita banyak belajar dan memaknai kehidupan dengan cara yang lebih bijak."
"Hidup Berkubang dalam Penyesalan Hanya Akan Memperburuk Keadaan"
"Masih ada hal dan prioritas penting yang perlu kita kerjakan. Kalau terus berkubang dalam penyesalan, bagaimana kita bisa melangkah ke depan? Yang ada malah kita hanya akan memperburuk keadaan. Masing-masing dari kita mungkin masih menyimpan penyesalan yang berat di dalam dada. Tapi kita juga akan selalu punya kekuatan untuk memperbaiki keadaan dan menciptakan kondisi yang lebih baik."
Make the most of your regrets; never smother your sorrow, but tend and cherish it till it comes to have a separate and integral interest. To regret deeply is to live afresh. - Henry David Thoreau
Manfaatkan penyesalan Anda sebaik-baiknya; jangan pernah membendung kesedihanmu, tetapi rawat dan hargai itu sampai ia memiliki kepentingan yang terpisah dan integral. Menyesal sedalam-dalamnya berarti hidup kembali. - Henry David Thoreau
"Saatnya untuk kembali tersenyum. Mengawali hari dan awal baru menyambut hari-hari yang lebih baik. Boleh menyesali sesuatu tapi sebentar saja, Hmmm. Kini saatnya untuk lebih fokus mengumpulkan keberanian dan kekuatan untuk membuat hidup jadi lebih berarti."
Ayana melebarkan senyumannya, meraih tubuh Lana Lan lantas memeluk nya dengan begitu erat.
******
Catatan \=
Ayana dan gaohan menikmati bulan madu di Jepang Setelah peristiwa / tragedi berdarah sandi dan kehilangan buah hati mereka.
Episode 98 di judul Happy / Unhappy
DI NOVEL
__ADS_1
GADIS PILIHAN TUAN PENGUASA SEASON 2