
Setelah melewati acara puncak 7 bulanan dan para tamu mulai berhamburan pulang, pada akhirnya mereka mulai mengobrol dan bercengkrama bersama.
Tristan, Gao, Lana lan dan Ayana sejenak sering bercerita soal beberapa hal, Meskipun memiliki kisah dimasa lalu antara Tristan dan Ayana, syukurnya Mereka sama-sama tidak mau ambil pusing soal masa lalu,bagi mereka itu bukan lagi hal yang pantas dan harus di bahas.
Hjngga akhirnya mereka mulai memecah diri, Lana lan dan Ayana melesat masuk ke dalam, sedangkan Gao dan Tristan tetap duduk didepan teras rumah utama keluarga Abimayu itu, masih ada banyak sekali Keluarga yang saling bercengkrama, bercerita dan bercanda bersama dibeberapa sudut kediaman utama keluarga Abimayu group itu.
Gao dan Tristan tampak fokus mengobrol soal beberapa hal, saling bertukar pendapat soal niat Tristan untuk mulai melepaskan dunia mafia nya,juga melepaskan perusahaan sedikit demi sedikit, memulai kehidupan tenang untuk beberapa waktu ke depan.
"Sudah cukup yakin untuk keluar dari black pearl mafia?"
Tanya Gao lagi mencoba untuk menyakinkan Tristan.
Tidak dipungkiri gao jelas lebih dulu keluar dari kubangan dunia hitam,sebelum bertemu Ayana dia bahkan mulai mengurangi kegiatan nya sedikit demi sedikit hingga akhirnya lantas setelah menikah dengan Ayana laki-laki itu benar-benar keluar dari dunia gelap nya,.enggan menoleh ke belakang dan mencoba Istiqomah dan benar-benar memegang teguh soal urusan agama nya.
Tristan mengangguk Yakin.
"Ada banyak alasan orang ingin membuka lembaran hidup baru. Misalnya, setelah kehilangan seseorang yang dicintai, kegagalan dalam karier, atau mungkin hanya kurang puas dengan kehidupan yang sekarang atau bahkan ingin melepaskan soal masa lalu yang buruk, tentu akan butuh waktu yang panjang dan kerja yang keras untuk memulai hidup dengan suatu cara baru."
"Sulit untuk mengatakan kapan seseorang bahagia atau tidak puas dengan hidupnya, Seringkali kita salah mengartikan tawa atau senyuman dengan kebahagiaan, padahal jika kita melihat seseorang sendirian, stres atau berkelahi, kita menganggap mereka tidak bahagia. Tapi itu mungkin tidak terjadi. Kadang-kadang orang yang berurusan dengan ketidakbahagiaan sendiri mungkin tidak menyadari mengapa mereka getir dan sengsara."
"Masa lalu kadang memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Itulah yang membuat kehadiran kita menjadi mungkin. Namun, memikirkan contoh negatif dari maa lalu, aku takut membuatnya memengaruhi masa kini membiarkannya memengaruhi masa depan kami"
"Kehidupan mafia jelas menyenangkan, aku bisa memiliki apapun yang aku mau, tapi buka itu kemauan ku saat ini, realita nya Aku ingin melepaskan dunia kelam itu, memulai kehidupan baru bersama Lana lan, bagi ku dia dunia ku saat ini, aku tidak ingin hal buruk terjadi pada nya"
Tristan tampak menarik pelan nafasnya.
"Saat pertarungan bersama mawar merah terjadi, saat Lana lan melesat masuk dan turun ke bawah dasar sungai averon, seketika Waktu itu aku berfikir, bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?"
"Bagaimana jika dia mengalami hal buruk seperti Daddy dan Mommy nya di masa lalu, bagaimana jika seseorang mencoba mencelakai kami dan para penerus kami (anak-anak), maka apa yang harus aku lakukan nanti?"
"Karena itu aku berfikir ini waktu yang tepat untuk aku melepas kan semua nya, meninggalkan dunia kelam dan menyerahkan 1/2 urusan perusahaan pada Edward pearl junior dan Eliot"
Setelah berkata begitu Tristan tampak mendongak kan kapalanya menatap jutaan bintang dari arah teras rumah keluarga besar Abimayu itu.
__ADS_1
Secara perlahan Tristan meraih rokok yang ada di atas meja, meletakkan sebatang rokok di sela bibir nya kemudian Tristan mulai menghidupkan pamatik nya.
Gao tampak tersenyum, dia menepuk pelan punggung Tristan.
"Awalnya pasti akan terasa begitu sulit, aku juga merasakan nya saat pertama kali mencoba benar-benar meninggalkan semua, tapi lama-lama malah akan terbiasa, meskipun tidak tahu kedepannya bagaimana, tapi aku belajar untuk terus menanamkan dalam hati jika ini akan berbuah baik kedepannya"
"Belum tahu kedepannya akan di uji seperti apa, tapi akan terus mencoba untuk tetap istiqamah"
Ucap Gao sambil menyesap kopi milik nya yang terletak di atas meja.
Disisi lain laba lan masib fokus mengobrol dengan Ayana dan keluarga lain nya, cukup lama hingga tiba-tiba dia kembali merasa jika perutnya kembali menjadi tidak enak.
"Seperti nya aku harus ke apotik"
Ucap Lana lan cepat ke arah Ayana.
"Aku minta sopir yang membelinya ya"
Ayana berusaha untuk memanggil seseorang, tapi dengan gerakan cepat Lana lan menghentikan gerakan Ayana.
Lana lan bicara sambil mengulum senyuman nya.
"Aku cukup penasaran"
Bisik nya kemudian.
"Katakan pada ku lokasi paling terdekat nya?"
Pada akhirnya Ayana menunjukkan lokasi paling mudah di jangkau oleh Lana lan.
Sepersekian detik kemudian Lana lan langsung menghampiri Tristan, bicara beberapa waktu kemudian minta izin untuk keluar.
Sang suami jelas mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Bukan kah cukup kurang baik keluar sendirian?"
Protes Tristan cepat.
Laki-laki itu cukup keberatan, tapi tiba-tiba datang sekumpulan laki-laki lain mendekati mereka, ada Hanif dan ahem juga disana.
"Mengobrol lah, aku akan pergi sebentar, tidak lama honey"
Ucap Lana lan sambil menatap dalam bola mata Tristan, perempuan itu masih menunggu izin sang suami.
Laki-laki itu menghela pelan nafasnya, Tristan fikir mungkin tidak akan terlalu beresiko seperti ketika berada di Paris, dia mungkin tidak peelu mencemaskan soal ancaman-ancaman mafia atau keluarga yang serakah seperti kehidupan mereka selama ini.
"Hmmm berhati-hati lah"
Ucap laki-laki itu langas mengecup lembut kening Lana lan.
"Langsung pulang dan jangan mencoba-coba mencari jalan lain yang membuat kamu penasaran, dan jangan melirik laki-laki lain"
Tristan mencoba untuk mengingat kan.
Seketika Lana lan terkekeh, dia fikir belakangan suaminya cukup over protective dan cemburuan ketika Lana lan keluar sendirian.
"He em"
Angguk Lana lan cepat, melesat pergi ke arah parkiran depan, mendapatkan mobil nya dan mulai melesat pergi ke tempat yang ingin ditujunya sejak kemarin.
Rasa penasaran atas mual, pusing, gampang lelah, kadang benar-benar muntah dalam keadaan yang tidak jelas membuat Lana lan nekat untuk datang ke apotik dan mencoba untuk melepaskan rasa penasaran nya yang begitu mendalam dengan menggunakan alat tes kehamilan.
Lana lan fikir seandainya dia benar-benar hamil, ini akan jadi Kado dan kejutan paling indah untuk Tristan di tahun ini
Tristan junior.
Lana lan bicara sambil menggeleng kan pelan kepala, tangan kanan nya masih sibuk menyetir, dua tampak mengulum senyumannya.
__ADS_1
Tidak tahu kenapa tapi rasanya jantung Lana lan terus berdetak dengan keadaan tidka beraturan.