
Kembali ke masa kemarin
Setelah peristiwa malam panas eliot dan Laura
(Kekacauan luar biasa di episode 73)
Peristiwa malam itu membuat Laura benar-benar marah dan membenci Eliot, tapi keluarga besar Xavier serta Gideon benar-benar memaksa mereka menikah tanpa perasaan sama sekali.
Dan dalam 1 Minggu semua orang menyiapkan pernikahan Eliot dan Laura tanpa basa-basi, tidak peduli bagaimana perasaan Eliot dan Laura saat ini yang Mereka tahu pernikahan itu harus tetap berjalan sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
Tidak boleh ada yang lari dari tanggung jawabnya.
Begitu yang di ucapkan oleh Kakek tua Xavier.
Meskipun Eliot dan Laura mati-matian bilang tidak mau menikah, mereka jelas tetap memaksa.
"Oh shi.t"
Umpat Eliot tidak percaya.
Laki-laki itu menarik kesal dasinya, dia menjatuhkan kasar tubuhnya ke atas kursi sofa yang ada dihadapan nya itu.
Joyce hanya bisa menarik nafas melihat ekspresi Eliot saat ini, sedangkan Ahem hanya menaikkan bahunya setelah melirik ke arah Joyce sejenak, di sudut sana Debora tampak sibuk menarik botol minuman dan membawanya ke arah semua orang, meletak kan nya di atas meja kemudian Debora ikut duduk di atas kursi sofa.
"Ada apa?"
Tanya Debora cepat.
"Aku benar-benar bisa gila"
Ucap Eliot kemudian lantas menghela kasar nafasnya.
"oh God, aku tidak percaya aku meniduri seorang perawan"
Keluh Eliot sambil memijat kepalanya yang tidak sakit.
"Awalnya aku fikir terlibat membantu Kris untuk membalas gadis itu saja, saat tertangkap aku bisa mengelak dan berkata jika dia merayu ku, dia bukan seorang perawan dan aku bisa dengan mudah membuang nya, tapi bayangkan bagaimana frustasi nya aku karena pagi-pagi mereka menangkap kami dan dia ternyata seorang perawan, oh god"
Ocehan Eliot terus menggema di seluruh penjuru ruangan itu.
"Lalu?"
Tanya Ahem dengan santai nya.
"Lalu apa? tentu saja aku tidak bisa menghindari tanggung jawab,aku tidak punya alasan untuk tidak menikahi nya"
Gerutu Eliot cepat.
"Bagaimana mungkin aku bisa menikahi perempuan yang tidak aku cintai sama sekali? oh Tuhan"
Eliot benar-benar terlihat frustasi.
__ADS_1
Yah bagaimana mungkin dia bisa menikahi Laura? type perempuan yang tidak masuk dalam list hidupnya.
Okey eliot akui Laura memang cantik, tapi sifat nya benar-benar buruk sekali, apalagi karakter Madeline sang Mommy Laura, benar-benar tidak pantas untuk jadi besan dalam keluarga nya.
Dia bahkan tidak pernah berfikir untuk mengencani perempuan itu apalagi sampai harus menikahi perempuan itu saat ini.
"Mengingat bagaimana karakter kakek tua Xavier, kamu jelas tidak punya alasan untuk menghindar, suka tidak suka kamu harus menikahi dia dengan sukarela"
Joyce bicara sambil mulai menyesap minuman milik nya.
"Ini bercanda, yang benar saja"
Dengus Eliot tidak percaya.
"Mau aku berikan saran? terdengar tidak baik tapi cukup menguntungkan"
Ucap Debora tiba-tiba.
Seketika Eliot menaikkan sebelah alisnya.
"Apa?"
"Lakukan sistem nikah kontrak, buat kesepakatan dan perjanjian, berapa kana harus berjalan, bagaimana batasan tinggal serumah dan bercerai sesuai kesepakatan"
Ucap Debora sambil mulai menyesap minumannya Secara perlahan.
"Ya?"
Seketika Eliot mengerutkan keningnya.
"Ide yang cukup bagus, itu bisa menguntungkan kalian hingga kedepannya, cukup pura-pura menyetujui pernikahan, menikah, menandatangani kesepakatan kerja sama pernikahan kontrak dan bercerai sesuai kesepakatan nya"
Joyce tampak menyunggingkan senyumnya
*******
Eliot tampak duduk bersandar di kursi sofa dengan kedua lengan tangan nya saling bertaut, bola matanya menatap tajam ke arah Laura.
Sebuah map dia lemparkan kearah perempuan muda itu, yang baru saja dia renggut kesucian nya dalam beberapa hari ini.
Dikala seluruh keluarga sibuk mempersiapkan pernikahan mereka, Eliot dan Laura saling membuat kesepakatan pernikahan kontrak yang mereka anggap cukup menguntungkan.
"Kamu bisa membaca kontrak kerjasama nya"
Ucap eliot cepat, menatap dingin Laura.
Perempuan itu jelas menatap Eliot tidak kalah dingin, bahkan Laura menatap eliot penuh dengan kebencian.
Kejadian malam itu jika dia mengingat nya tentu sangat menjijikkan sekali, orang yang awalnya dia kira Tristan rupanya adalah eliot, laki-laki yang sejak kecil begitu dia benci didunia ini.
Laura fikir kesialan apa yang dia lakukan hingga harus berakhir di tangan laki-laki itu, bahkan rasanya Laura benar-benar ingin membunuh laki-laki itu ketika pagi kemarin dia bangun dan mendapati Eliot yang tidur di atas kasur itu, dengan sisa darah segar yang mulai mengering di atas sprai setelah sesi ber.. cinta semalam yang menandakan dirinya bukan seorang gadis lagi.
__ADS_1
Eliot yang telah menembus perbatasan miliknya yang dijaga nya dengan begitu baik selama berpuluh-puluh tahun, bahkan meskipun dia bukan gadis baik-baik seperti yang orang-orang cap untuk diri nya, Laura masih mampu menjaga barang paling berharga nya, dia hanya memimpikan satu-satunya laki-laki yang boleh mendapatkan nya adalah Tristan, tapi kenyataan pahit yang dia dapat kan, eliot lah yang telah merenggut nya tanpa ampun.
Dia akui kebodohan nya mencintai Tristan untuk waktu yang begitu lama, dia tergila-gila pada laki-laki itu dengan cara yang salah, tapi apa itu satu kejahatan? ketika dia mencintai laki-laki itu? mencoba menyingkirkan siapapun yang mencoba mendapat kan Tristan dengan cara nya, Tapi dia hanya menyingkirkan nya dengan keisengan belaka, terdengar jahat memang tapi dia hanya membuat gadis manapun takut pada nya, mengerjai mereka, membuat gadis-gadis itu menyingkir cepat untuk mendapatkan Tristan sama seperti dia membuat Lana lan takut pada nya tapi dia tidak pernah berfikir untuk membunuh mereka.
Jika ada yang berfikir untuk membunuh mereka, itu bukan dia, itu mungkin Mommy nya.
Dan impian Laura untuk mendapatkan Tristan jelas kandas ditengah jalan, Bolehkah dia menangis saat ini? tidak boleh,sebab dia adalah Laura, Laura Gideon yang gadis kuat seperti baja yang selalu ditekan Mommy nya agar tidak menangis dalam semua keadaan meskipun dia ingin sekalipun.
"Aku tidak peduli isi kontrak nya, cukup tahu berapa lama, setelah itu mari bercerai sesuai kesepakatan nya"
Ucap Laura sambil menatap tajam bola mata Eliot.
"1 tahun tidak lebih, aku akan memberikan uang kompensasi nya"
Ucap Eliot pada Laura.
"Aku bukan seorang pelacur yang bisa kamu bayar, aku tidak butuh uang mu sepeserpun"
Jawab Laura cepat.
Lantas tangan nya dengan cepat menandatangani surat kesepakatan kerjasama pernikahan mereka tanpa rasa ragu sedikitpun.
"Aku harap kamu tidak membuat ku malu dalam banyak hal".
Dengus eliot sambil meraih gelas minuman nya, lantas laki-laki itu mulai menyesap minumannya kemudian dia meletakkan gelas minuman nya ke atas meja.
"Dan aku harap aku tidak pernah diperkenalkan oleh keluarga mu hingga keluar"
Lagi-lagi Laura menjawab ucapan eliot dengan nada yang begitu datar dan dingin.
Setelah berkata begitu Eliot dan Laura langsung berdiri dari duduk mereka masing-masing, kemudian mereka beranjak pergi menjauhi diri dengan cara saling melangkah memunggungi.
Dan siapa yang pernah tahu bagaimana garis takdir dan jodoh dibuat oleh Allah? 2 orang yang saling membenci harus tinggal 1 atap bersama untuk waktu yang cukup lama.
Rasa sakit, benci dan cinta pada akhirnya membuat mereka terombang-ambing dalam permainan takdir dan nasib yang begitu menyiksa.
Kau tahu sayang?
Sejauh apapun Kita ingin pergi, kalo kamu yang allah takdirkan, pada akhirnya pasti akan kembali lagi.
*******
Catatan \=
Tunggu sequel Eliot & Laura setelah ISTRI KEMBAR PENGGANTI CEO IBLIS ending nanti yaaaaa
Dannn sudah 2 hari up 6 episode tapi belum juga d review pihak NOVELTOON MANGATOON, ada apa ini cobàaaa??????
pleaseee padahal sistem crazy up malah terhambat 2 hari ya Allah 😭😭😭
Ade ape cobaaa???
__ADS_1