
Eliana kecil Berusaha terus lari dari kejaran beberapa laki-laki yang ingin menangkapnya dia terus berlari tanpa tujuan, hingga akhirnya mencoba bersembunyi di salah satu celah bangunan tua yang gelap,dia terus berusaha menutupi mulutnya dengan kedua telapak tangan nya.
Beberapa pria tampak panik, hilir mudik mencari keberadaan dirinya.
"Sial..."
"Jika nyonya tahu kita kehilangan bocah itu, habis sudah kita"
seorang laki-laki bicara dengan perasaan kesal.
"Kau kenapa begitu bodoh, menculik anak-anak yang salah, aku nyonya sudah bilang bawa anak keluarga Xavier dan Gideon, kenapa kalian malah membawa anak-anak dari keluarga hillatop dan Abimayu"
teriak pria satunya kesal.
"Kau ingin cari mati dengan keluarga hillatop, allzigra bisa melakukan apapun untuk membunuh kita sialan"
pria itu begitu marah, Terdengar suara hantaman keras dari depan sana.
Buggggg
"bahkan kau mencelakai salah satu putra nya"
"Tuan mereka hampir mirip, kami salah mendapatkan orang"
"Lepaskan anak-anak lainnya, tetap dapatkan Xavier muda dan Gideon kembar, sesuai perintah nyonya bawa yang kuat agar terpisah"
"Baik tuan"
braakkkkk
pria itu menendang sesuatu
"Breng..sek..Ka..cauu"
teriak nya kesal
Eliana terus menutup mulutnya, dia mencoba menahan tiap tarikan nafasnya.
"Dimana gadis kecil itu hah?"
terdengar suara teriakan seorang wanita dari arah berlawanan, berjalan dengan perasaan kesal ke arah pria.
Mama shain...
"Katakan dimana bocah kembar satunya?"
"Kami kehilangan jejak nya"
"Tolol... mengurusi bocah kecil kalian tidak bisa"
bentaknya kesal
"Madeline akan kemari, kau urus anak perempuan sialan itu, temukan dia dan seret dia hingga menghilang dari hadapan keluarga Gideon bagaimana pun caranya"
"Dan cari Kris bagaimana pun caranya, sakiti, lukai dia bahkan musnahkan dia dari muka bumi ini kalau bisa, aku ingin shain yang tetap berada di Xavier, bukan anak sialan itu"
"Baik nyonya"
__ADS_1
*********
"Ma...ma..."
"Eliana keluar cepat"
sang mommy yang terluka para berusaha mengeluarkan mereka dari dalam mobil mereka, sang Daddy jelas sudah tidak bergerak sejak tadi.
"Madeline melakukan semuanya, dengarkan mommy, menjauh dari Madeline apapun yang terjadi, dan hati-hati pada bibi tua Kris,kau cari Kris dan mommy nya, katakan sang bunga mawar sudah menebarkan bisa racun nya"
mommy nya bicara dengan tubuh gemetaran, darah terus mengalir dari pelipis dan beberapa bagian tubuhnya.
"Madeline akan kemari, kau bawa eriana sejauh mungkin, keluar dan larilah"
"Mommy"
"Dengarkan mommy, black pearl akan menemukan mu suatu Hari nanti, katakan pada nya kau adalah mutiara milik hides, dia akan membantu mu untuk segala hal nanti nya hmm"
setelah itu tubuh nya didorong sejauh mungkin, sekelebat bayangan beberapa orang datang dan mengikat serta menutup mulut mommy nya, men setting seolah-olah itu adalah kecelakaan tragis dengan ledakan luar biasa.
Wanita yang merupakan mommy shain, shain dan helena asli berada di hadapan nya, mommy shain yang membakar Sumbu api nya, menyeret mereka menuju ke sebuah mobil.
"Bawa mereka ke penculik nya"
"Kak?"
Helena asli menggeleng cepat
"Aku bilang bawa..Sekarang"
teriak wanita itu.
"Kalian melukai anal yang salah bodoh, itu putra hillatop, cari Kris dan shain sekarang juga"
pekik wanita itu kesal
"Bawa dan buat luka sedalam mungkin, tenggelam Kris ke kolam renang nya, pastikan dia menjemput ajal nya malam ini juga"
"Baik nyonya"
"Cari shain ku hingga ketemu"
"Baik "
"Musnahkan semua anak-anak yang melihat kejadian ini, kita sudah tidak punya pilihan lain, hillatop sudah bergerak kemari"
*******
Pekikan Kris terdengar jelas di antara kegelapan malam, Eliana jelas berteriak histeris
"Bibi... no...bibi... no..."
tubuh Eliana di cengkeram sekuat tenaga oleh Madeline, tubuh eriana di cengkeram sekuat tenaga oleh beberapa pria lainnya.
Seorang wanita lain mulai menyuntikkan tubuh anak-anak itu dengan sebuah cairan yang Eliana tidak tahu apa fungsinya.
"Ini hanya mimpi, ingat ini hanya mimpi, tidak ada hal nyata disini, semua hanya mimpi"
__ADS_1
bisik Madeline dibalik telinga Eliana kecil, hingga secara berlahan mata itu menutup dengan sempurna.
********
"Siapa yang ada dihadapan mu?"
"Madeline"
"Lalu?"
"mommy shain"
"apa yang kamu lihat?"
"Api..api..mobil.."
Lana terisak
"Mommy, Daddy.."
"Lalu?"
"Kris ku.. mereka melukai Kris ku..."
"Siapa lagi?"
"Mawar merah....black pearl"
seketika Tristan mengerutkan dahinya
"Mereka?"
suaranya tercekat
"Lalu?"
"jarum suntik, mereka bilang ini mimpi"
Tristan mengeras kan rahangnya, seketika bola matanya menggelep, dia baru sadar sekarang, semua dari mereka malam itu di suntik dengan cairan untuk menekan ingatan mereka secara sempurna, karena itu memori mereka menjadi begitu kacau balau.
"Tarik nafas, buang"
bisik pria dihadapan Lana Lan pelan.
Lana Lan kemudian diam, tetap memejamkan matanya di atas kursi dihadapannya, setelah melewati sesi terapi hipnotis untuk mengingat soal masa lalu.
"Sayang... sayang"
Tristan menepuk lembut wajah Lana Lan.
Seketika bola mata itu membuka secara Berlahan, masih tersisa air mata di balik mata indah itu.
"Kris?"
"Jangan takut"
ucap nya pelan
__ADS_1
"Semua InsyaAllah akan baik-baik saja, kita sudah mulai menemukan titik terang nya"
ucap Tristan sambil memeluk hangat tubuh Lana Lan.