
Beberapa kali shain mencoba menghubungi Lana Lan tapi sama sekali belum mendapatkan respon dari Lana Lan. Tristan tampak melirik ke arah handphone Lana Lan yang tergeletak di atas kasur d samping dia duduk, mengintip sedikit riwayat panggilan yang dibuat shain untuk Lana Lan sambil masih fokus dengan pekerjaan nya, dia pura-pura tidak melihat.
Lana Lan tampak keluar dari dalam kamar mandi, hanya menggunakan kimono nya dengan kondisi rambut terurai dan masih begitu basah, Mendekati walk in closed Mencoba mencari pakaian nya.
"Tris, boleh aku minta izin keluar sejenak besok pagi?"
Lana Lan bertanya setelah dia selesai menggunakan seluruh pakaian nya, duduk dengan Berlahan disamping Tristan, mengintip sejenak ke handphone nya.
"Keluarlah sesuka mu tidak harus izin kan? aku memberi kebebasan untuk kamu bergerak"
ucap Tristan cepat.
Lan lan tersenyum menatap Tristan, meletakkan kembali handphone nya.
"Meskipun kamu memberikan ku kebebasan, aku akan tetap meminta izin tiap kali keluar"
"Kau tahu tris?itu untuk menghindari pertengkaran"
"Dari Jabir berkata, Rasulullah SAW: “Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air, kemudian dia mengutus bala tentaranya, maka yang akan menjadi pasukan yang paling dekat dengan dia adalah yang paling banyak fitnahnya. Lalu ada yang datang dan berkata, ‘Saya telah berbuat ini dan itu’. Maka iblis berkata, ‘Engkau tidak berbuat apa-apa’."
Sejenak Tristan menghentikan kegiatan tangannya, menoleh ke arah Lana Lan, kemudian menatap dalam wajah sang istri.
"Kemudian ada yang datang lagi dan berkata, ‘Saya tidak meninggalkan seorang pun kecuali telah aku pisahkan antara dia dengan istrinya’. Maka iblis mendekatkan dia padanya dan mengatakan, ‘Engkaulah sebaik-baik pasukanku’.” (HR Muslim no. 2167)"
Lanjut Lana Lan lagi.
"Karena seburuk-buruk nya perkara ketika terjadi fitnah, aku akan bertemu dengan Helena, takut nya ada shain disana, sebelum fitnah terjadi, sebaiknya aku meminta izin pada mu Tristan"
Tristan tampak diam, menatap dalam bola mata Lana Lan.
"Ada urusan apa?"
"Membahas soal rumah di Gideon"
Tristan lagi-lagi diam, berusaha menatap wajah Lana Lan.
Sebenarnya apa yang kalian rencanakan Lana Lan? aku hanya takut kamu terjerumus ke dalam keadaan yang salah dan...aku harap kamu tidak benar-benar terjebak permainan yang di ciptakan oleh Helena dan shain.
"Jika tidak di izinkan aku tidak pergi, jangan khawatir Tristan, apapun ucapan seorang suami, seorang istri selalu mematuhi nya selagi masih dalam konteks yang wajar dan suami bertanggung jawab pada istri"
Setelah berkata begitu, Lana Lan melirik ke arah jam dinding, sudah hampir tengah malam.
"Istirahat lah, ini sudah waktunya istirahat Tristan, jangan memaksakan diri bekerja tanpa mengatur pola waktu yang baik"
ucap Lana Lan pelan, dia masih takut kalau-kalau salah bicara, sebab beberapa orang berkata betapa sulitnya beradaptasi dengan Tristan, laki-laki ini begitu sulit di atur, sulit di ajak bicara dan dinasehati karena sikaf keras kepala dan Ingin menang sendiri nya.
"Kesehatan mu juga harus di jaga"
__ADS_1
Lana Lan bicara sambil menyentuh lembut tangan Tristan.
"Besok kamu bisa melanjutkan kegiatan mu hmm"
setelah berkata begitu Lana Lan langsung merebahkan diri nya di kasur, berusaha untuk mengambil istirahat lebih dulu.
Tristan tampak masih diam, kemudian secara berlahan membereskan semua dokumen yang berserakan dan dan menggeser laktop nya dan meletakkan semua barang-barang itu ke atas nakas.
Kemudian Tristan langsung ikut membaringkan tubuhnya di samping Lana Lan, kemudian dengan lembut memeluk tubuh Lana Lan dari belakang.
"Menghadapkah kemari"
Seketika Lana Lan tersentak, dia tersenyum kemudian langsung membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Tristan.
"Hmm..?"
Wajah mereka saling berhadapan, saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
"Apakah kamu masih Canggung tiap kali menghadapi diri ku, Lana Lan?"
Lana Lan tampak diam sejenak, kemudian mengangguk pelan.
"Maafkan aku Tris, karena aku belum mengenal karakter mu dengan baik"
bola mata Lana Lan tampak berkaca-kaca
Secara belahan Tristan menyentuh wajah Lana Lan, seketika respon tubuh Lana bergetar tanpa alasan, seperti mendapatkan sebuah kenyamanan hingga membuat Lana lan sejenak terlena.
"Aku yang seharusnya meminta Maaf Lana Lan, karena menikahi mu dengan cara memaksa, menghancurkan diri mu dan membuat kamu terpaksa hidup bersama ku"
wajah penuh sesal jelas mengeranyangi perasaan tristan.
"Aku tahu pada akhirnya aku memaksa kamu untuk mencintai diri ku"
Lana Lan memejamkan pelan bola matanya, kemudian kembali menatap dalam bola mata Tristan, dia menggeleng cepat.
"Aku tidak berfikir ini sebuah paksaan yang signifikan, awal nya aku marah dan begitu terluka Tris, tapi aku berusaha untuk mengambil keputusan dengan sibijak-bijaknya"
"Jika di telisik aku bisa saja menikah dengan orang lain, tidak menyesali kejadian malam itu, tapi dalam Islam tidak diperkenankan meminta orang lain untuk menutupi aib yang di perbuah seseorang yang ingin mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya"
Tristan tampak menelan salivanya, dia fikir apakah itu shain??
"Kau tahu tris? mungkin kita sama-sama tidak menyadari nya,kita hampir memiliki sifat yang sama dan mirip"
Lana lan mengembangkan senyuman indah nya, seketika dia ingat betapa sesungguhnya mereka mirip. Sedikit Kasar, bicara suka membentak dan bertindak sesuka hati.
"Terdengar klise, Tapi Ada Tanda jodoh dalam Islam menurut Alquran yang pertama ialah jika pasangan yang Anda idamkan, memiliki iman dan sifat yang hampir mirip."
__ADS_1
Terkandung dalam surat An-Nuur ayat 26, yang artinya: "Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga)."
Ayat tersebut bukan bentuk penghakiman. Melainkan sebuah nasihat untuk memperbaiki diri supaya menjadi pribadi lebih baik. Adanya kesempatan waktu yang diberikan oleh Allah untuk memperbaiki diri sembari kita saling terus memantapkan hati.
ke 2 di dalam Islam menurut Alquran berikutnya, merasa ada ketenangan jiwa saat berinteraksi, Perasaan damai dan tenteram meski belum mengenal cukup lama. Seperti firman Allah dalam surat Ar Rum ayat 21:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir."
"Belakangan kamu sudah cukup membuat ku nyaman dan tentram Tristan"
"Yang ketiga, yang membuat ku cukup bahagia, karena kamu melahirkan perasaan syukur dan ingin lebih mendekat pada Allah. Hingga berlahan menumbuhkan Perasaan melalui mengingat Sang Pencipta. Seperti dalam Alquran surat Az Dzariyat ayat 49:
"Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah."
"Karena Keberadaan pasangan seiman itulah yang menguatkan hati untuk semakin dekat dengan Allah SWT."
Lana Lan berusaha menyentuh lembut wajah Tristan, sedikit ragu-ragu, kemudian secara berlahan Tristan meraih telapak tangan nya, meletakkan nya dengan hangat ke wajah Tristan. Laki-laki itu menggerakkan tangan Lana Lan dengan lembut, sejenak dia memejamkan matanya, kemudian membuka kembali bola matanya, lantas dengan lembut mencium begitu dalam telapak tangan Lana Lan.
Lana Lan tampak tersenyum, wajah nya sedikit memerah karena malu.
"Berikutnya memunculkan perasaan senang dengan perangai sang calon pasangan. Serta bisa saling memahami dengan diri sendiri."
lanjut Lana Lan lagi.
"Surat Al Furqan ayat 74, yang artinya: "Dan orang orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami istri-istri (suami-suami) dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa'."
"Awalnya fikiran buruk terus mengeranyangi ku Tris, akan jadi apa pernikahan ini, tapi perubahan sifat mu, perangai mu yang signifikan membuat ku merasa begitu di hargai dan di cintai"
"Awalnya hubungan ini begitu dingin dan berjarak, tapi kamu secara berlahan mengikis jarak dengan alasan yang kamu sendiri mengetahui nya, itu membuat aku menjadi begitu senang"
"Adanya penerimaan yang baik dari keluarga xavier yang luar biasa"
Diungkap dalam surat Asy-Syura ayat 11, yang artinya: "(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat."
"Tidak ada paksaan soal perasaan Tris, hanya saja untuk sepenuhnya kita sama-sama masih butuh proses penyesuaian diri"
Tristan menatap dalam bola mata Lana Lan, dia tersenyum lembut.
Begitu manis, sangat sedap di pandang.
batin Lana Lan.
"Aku akan memantaskan diri untuk mendampingi mu hingga akhir sesuai harapan mu"
Bola mata Lana Lan tampak berkaca-kaca, dia mengangguk pelan.
Kemudian dalam gerakan Berlahan bibir Tristan langsung menyapu bibir Lana Lan dengan begitu lembut, hangat dan dalam.
__ADS_1