Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Dalam kondisi darurat


__ADS_3

Begitu sandi berkata.


"Ternyata seorang perempuan cantik"


Seketika Lana lan ingin memuntahkan seluruh isi perut nya, selain karena efek mual, mendengar ocehan sandi jelas membuat diri nya jijik.


Yang benar saja.


Umpat Lana lan, cukup tidak percaya ada model laki-laki begini di muka bumi ini.


Lana lan benar-benar merasa kasihan dengan laki-laki itu, padahal jika ditelisik wajah nya jelas begitu tampan, tapi sayang GILA DAN PSIKOPAT.


Bisa dia lihat ekspresi laki-laki itu saat ini.


Sandi menyeringai saat menatap ekspresi Lana Lan, laki-laki itu meraih rokok di kantong nya kemudian menyulut nya dengan pamatik, lantas menghisap nya berkali-kali hingga menyisakan 1/2 batang nya lagi kemudian membuang nya ke sembarang arah.


Dalam sekali hentakan Sandi bergerak cepat memukul Lana lan, tapi siapa sangka Lana lan dengan cepat menarik lengannya lantas tangan kanan nya dengan gerakan cepat Lana lan langsung meraup dari lengan hingga menuju ke telapak tangan nya, lantas.


Krakkk


Lana lan seolah-olah mematahkan tangan laki-laki itu.


Dan


Brakkkkk


Lana lan membanting tubuh laki-laki itu kelantai.


"Bang.. sat"


Sandi jelas terkejut, dia fikir perempuan itu bisa melakukan ahli beladiri apapun.


Dengan rasa sakit luar biasa di pergelangan tangan kirinya dan punggung nya, sandi secepat kilat berdiri dan menyerang balik Lana lan, laki-laki itu mencoba menghantam dagu Lana lan dengan sikunya dari arah belakang, namun secepat kilat tangan Lana lan menahan nya, kemudian laki-laki itu berbalik dan coba menghantam leher Lana lan dengan telapak tangan kanan nya tapi lagi-lagi Lana lan bisa mengelak dan menghantam punggung sandi dengan siku kanan nya.


Sayangnya saat tiba-tiba perut Lana lan kembali menghantam karena mual, seketika sandi menerjang kaki kiri Lana lan.


Brakkk


perempuan itu terjatuh, tapi dengan cepat Lana lan menahan tubuhnya dengan tangannya, perempuan itu dalam hitungan detik memutar posisi kaki nya dan


Brakkkk


gantian dia yang merobohkan tubuh sandi hingga terjengkang ke belakang.


Lagi-lagi rasa mual dan pusing mendera diri nya.


Oh ya Allah, astagfirullah hul'adzim.


Lana Lan hanya bisa menghela nafas, terus menggerus tenaga memukul sandi.

__ADS_1


Saat sandi tumbang, Lana lan langsung menoleh ke arah Ayana, dia tahu tubuh ayana jelas sudah dalam kondisi yang kacau balau, sang kakak ipar mencoba menahan seluruh keadaan dirinya agar tetap terjaga dan tersadar.


Lana lan Fikir Satu-satunya cara menekan kesadaran ayana dengan membawa nya ke kamar mandi, membuat seluruh tubuh menggigil hingga mampu menekan efek obat yang mendominasi.


Lana lan kembali menoleh ke arah sandi yang perlahan ingin bangun, bola mata lana lan secepat kilat menangkap sebuah balok kayu besar, tanpa Fikir panjang Lana Lan menyambar balik tersebut dan dengan sekuat tenaga menghantam kepala sandi dengan balok kayu tersebut.


Bugggggg


Brakkkk


Seketika tubuh laki-laki itu roboh.


Lana Lan membuang kayu itu dan dengan cepat melesat meraih tubuh sang kakak angkat, mencari kamar mandi dan mencoba memandikan nya.


"Bertahanlah, mereka sebentar lagi tiba"


ucap Lana Lan pada Ayana, menyirami Ayana air dari pancuran kamar mandi yang ada di sudut kiri tangga.


"Lana Lan"


Tiba-tiba Ayana berbisik pelan, perempuan itu menyadari sandi mulai menyadarkan dirinya, Lana Lan menoleh dengan cepat.


"Kak larilah kemana, aku yang akan menghadapi nya"


"Tapi Lana Lan"


"Kita kehilangan waktu, Gao dan Tristan sebentar lagi tiba"


"Bajingan seperti kamu, benar-benar susah untuk mati"


umpat Lana Lan sambil menahan nafasnya.


Tidak percaya laki-laki itu tetap bergerak juga.


Ayana mulai menerima kesadaran setelah dimandikan, jelas tubuhnya menggigil, mencoba berjalan terseok-seok menuju ke arah tangga, matanya jelas menelusuri tangga, memperhatikan kemana arah tangga gudang berakhir.


Kelantai atas, menuju ke kanan jelas mengarah ke depan, ada tangga lain di depan yang mengarah turun ke bawah lagi, itu satu-satunya pilihan.


Sejenak bola mata Lana Lan membulat, sisa api rokok sandi jelas sudah menjadi api yang mulai membesar, membakar beberapa tumpukan barang tepat di sisi kiri sandi.


Ya Allah apa ini waktu kematian kami? Lana Lan mengintip Ayana yang terseok-seok berjalan ke arah tangga, dan karena kecerobohan nya, dia harus menelan pil pahit, sebuah hantaman jelas mengenai bahu nya, Lana Lan terkejut, secara refleks sandi meraih tubuh nya dan dalam sekali pukulan mengunci dirinya. Jelas Lana Lan tersungkur dengan posisi sandi menindih tubuh nya dibelakang.


"Bang..sat"


Teriak Lana lan


"Kau bahkan lebih ja..lang dari Ayana, tunggu disini"


sandi bicara sambil mengikat tubuh Lana Lan dengan sebuah tali.

__ADS_1


"Kita akan bersenang-senang ber 3"


sandi bicara sambil berbisik, mencium lembut bahu putih mulus milik Lana lan lantas dia tertawa begitu menyeramkan.


*****


Lana kan berusaha untuk membuka ikatan tubuhnya.


Sial...sial... Ya Allah aku mohon selamatkan Ayana.


Pekik Lana lan dalam hati.


Bola mata nya terus menyusuri langkah Ayana, dia panik saat sandi Mulai mengejar langkah Ayana dan mulai menaiki tiap anak tangga, mencoba terus mengejar langkah Ayana yang terseok-seok berjalan menuju ke pintu depan.


Lana lan terus berusaha membuka ikatan tali di tubuh nya sekuat tenaga.


"Akkhhhhhhh"


Seketika Lana lan membeku, saat dia mendengar teriakan sang kakak angkat nya itu, dia menoleh ke atas, bisa dia lihat laki-laki itu mendapat kan Ayana dan menyeret tubuh perempuan berbadan dua itu tanpa menggunakan otaknya.


Apa dia lupa dia terlahir dari rahim seorang ibu?


Lana lan seketika menangis histeris.


Come please.


Dia terus berusaha melepas kan diri, dia fikir kemana Gao dan Tristan, kondisi saat ini benar-benar darurat.


Oh shi..t.


Lana lan sekuat tenaga melepas tali di tubuhnya, dia bisa merasakan seluruh pergelangan tangan dan kaki nya mulai memerah dan membengkak karena paksaan dari diri nya.


Belum lagi tiba-tiba muncul percikan api disekitar dirinya.


"Kau... benar-benar membuat ku kehilangan kendali"


Terdengar suara sandi yang begitu menggelegar.


Bola mata Lana lan tertuju pada sandi yang menyeret dan menjatuhkan tubuh Ayana, sepersekian detik kemudian kejadian tak terduga terjadi, laki-laki itu melayangkan tendangan nya pada perut sang kakak ipar.


No...No...


"Tidakkkk"


Teriakan Lana lan jelas memecah keheningan malam.


*******


Catatan \=

__ADS_1


Yang mau baca versi Ayana di novel


GADIS PILIHAN TUAN PENGUASA SEASON 2


__ADS_2