Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Tidak bisa melindungi nya


__ADS_3

Lana lan berteriak histeris, dengan Perasaan bercampur aduk menjadi satu, marah, kesal, jengkel, sedih, terluka, kecewa dan entah apa lagi Lana lan terus memberontak mencoba melepas tali ikatan nya.


Buugggghhh


1 kali


Ba.. Jingan...


Laki-laki itu menerjang perut Ayana dengan sangat keras.


Buugggghhh


2 kali


Bang..sat...baji..Ngan...


Teriak Ayana sekuat tenaga.


"Allahuakbar, la illahailallah"


Lana lan menangis histeris, dia bisa melihat Hantaman keras itu jelas memporak porandakan perut sang kakak ipar, Lana lan saja merasa begitu kesakitan lalu bagaimana dengan sang kakak angkat.


Belum lagi api yang menjalar tiba-tiba menyambar semua tempat karena sisa Putung rokok yang di buang sandi tadi.


"No... no.... "


Lana lan terus berteriak histeris, tangis nya pecah sejadi-jadinya, dia gagal, dia gagal melindungi Ayana.


Kemana kekuatan mu Lana lan, dimana??? apa yang terjadi pada tubuh mu?


"Tidak...lepaskan... bajingannnnnn"


Lana Lan jelas terus memaksa melepaskan ikatannya tangannya, dia menangis histeris, mencoba melakukan gerakan dengan kasar.

__ADS_1


Kondisi mereka saat ini bukan lagi terjepit, tapi kritis, darurat, bahkan tiba-tiba api di sekitarnya benar-benar sudah membesar, api terus menjalar dimulai dari pintu masuk hingga ke arah tangga, sedangkan Ayana jelas kesakitan di atas sana.


Tuhan ini waktunya kematian kami? jika iya mudahkan lah, jangan menyiksa kami dengan cara berlebihan sebelum menuju ke kehadirat mu.


Lana Lan terus menangis, merasa seakan-akan kesempatan semakin menipis. Dia sudah mulai kehilangan nafas karena kabut asap yang mulai membuat rongga pernafasan semakin sesak.


Ujian mu benar-benar di luar batasan ya Allah.


sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar suara mobil didepan yang terparkir dengan cara yang begitu kasar.


Itu Tristan?


Lana lan mencoba untuk berteriak tapi suara nya seolah-olah menghilang begitu saja.


Tristan ku, Tristan ku


pekik nya dalam hati penuh dengan kepanikan.


"Tristan....Tristan....."


"Tristannnn selamatkan kak Ayana, selamatkan kak Ayana...."


Teriak nya histeris memecah kesunyian malam.


***********


Saat melihat sebuah mobil di tepi jalan sebelah kiri, jelas bola mata Tristan membulat, itu mobil mereka.


"Kita mendapatkan mereka"


ucap Tristan, Seketika Gao langsung masuk.ke sebuah gudang tua dengan kecepatannya penuh, mengerem mobilnya seperti orang gila.


Bisa Tristan lihat betapa laki-laki itu lebih panik dari nya dalam bertindak, keadaan mencekam didalam sana bersamaan dengan api yang tampak menjalar dimana-mana.

__ADS_1


Lana lan, dimana?


Ketika terdengar jeritan seseorang dari dalam secara samar-samar, jelas Tristan mengenali suaranya, itu suara istri nya, Tristan berusaha meringsek masuk, tapi pintu depan jelas sudah dipenuhi api, bola matanya mencoba meneliti, rupanya Gao sudah masuk melalui tangga depan lebih dulu.


Breng..sek


Gao langsung membuat langkah lebar menaiki tangga, bola matanya membulat sempurna, hatinya terasa di pukul palu, kemarahan nya jelas memuncak,seketika dia menjadi menggila.


Gao melihat Ayana tampak mengerang kesakitan dilantai memegangi perutnya, tubuh dan wajahnya tampak memucat, sandi bersiap menerajang tubuh istrinya dengan kaki nya.


jelas tanpa aba-aba, Gao langsung melesakkan tinju nya sebanyak-banyaknya, membabi buta bagaikan orang gila. Sandi jelas punya waktu untuk tetap membela diri, menghantam rahang Gao juga beberapa kali.


Tristan jelas ingin membantu, tapi bola mata nya menangkap sosok Lana Lan di bawah sana berkubang dengan bara api, Gao dengan cepat meminta Tristan mengabaikan mereka, agar beranjak menyelamatkan istrinya.


"Jangan pedulikan diri ku"


Suara Gao terdengar begitu pilu, seolah-olah laki-laki itu punya firasat buruk soal sang istri.


Bisa tristan lihat bagaimana Ayana terus memegangi perutnya, jelas terlihat sesuatu dibawah sana merembas berwarna merah, tampak darah mengalir lembut dari sana.


Bagaimana posisi Ayana saat ini terlihat jelas perempuan itu terus meringis, berusaha tidak mengerang, saat sandi memukul Gao jelas dia menangis pelan, hatinya hancur, perasaan nya ikut hancur, seakan-akan dia ingin berkata


jangan lakukan lagi, berhenti memukuli Gao ku


Tristan terpaksa tidak membantu Gao, kondisi Lana lan jelas sama-sama kritis, sang istri bergelut di tengah-tengah kobaran api, dengan kondisi tubuh terikat sempurna.


Tristan tanpa berfikir dua kali menerobos masuk ke kobaran api, menyelamatkan Lana lan yang mulai kehilangan kesadaran nya akibat asap yang terus masuk ke dalam rongga mulut nya.


"Sayang bangunlah, aku mohon jangan menakuti diri ku"


Ucap tristan panik, mencoba menepuk-nepuk wajah sang istri, Tristan masih berusaha memberikan nafas buatan nya tapi gagal.


Secepat kilat tristan mengangkat tubuh Lana lan sekuat tenaga, mencoba keluar tanpa berfikir apakah dia akan terluka juga atau tidak, yang jelas Tristan harus menyelamatkan Ayana lebih dulu, keadaan nya sendiri jelas dia tidak peduli saat ini.

__ADS_1


Tristan membawa tubuh itu keluar dengan cepat, rupanya sudah ada banyak tim kepolisian dan ambulance yang merapat, saat tristan keluar beberapa perawat dengan cepat menyambar tubuh Lana lan dan mencoba memberikan pertolongan pertama mereka.


Saat Tristan baru akan menarik nafasnya, tiba-tiba suara tembakan berkali-kali memecah keheningan malam, Tristan menoleh ke asal suara, bisa dia lihat allzigra sang Daddy gaohan melesatkan tembakan kearah laki-laki yang bersitegang dan bertarung bersama gaohan tadi.


__ADS_2