Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Dalam persiapan


__ADS_3

Lana Lan tampak mulai menyelipkan senjata di paha dan di kaki nya, mengikat kencang semuanya lantas mengikat erat rambut milik nya didalam mobil nya, earphone terpasang di telinga sebelah kirinya, ahem berusaha membuat komunikasi dengan Lana Lan sejak tadi.


Lana Lan tampak mengikat erat-erat ujung lengan kirinya nya dengan gesper, mencoba menggigit sesuatu ke gigi nya, dengan gerakan cepat dia meraih sebilah belati lantas secara perlahan dia menyayat ujung lengan kiri nya itu.


Sambil menahan sakit dia menanamkan sesuatu didalam lengan nya.


"Oh God"


ucap Lana Lan sambil berusaha menarik nafasnya dalam-dalam.


"Kamu baik-baik saja sayang?"


ahem bertanya khawatir dari balok earphone nya


"Tidak pernah seburuk ini sebelumnya"


jawab Lana Lan sambil meletakkan belati nya ke dalam box mobil, lantas menumpahkan alkohol ke dalam luka nya.


"Ini begitu menyiksa, tapi belum seberapa dibandingkan saat masih kecil dulu"


ucap nya sambil berusaha memejamkan matanya, menggigit sesuatu seperti besi lempengan yang ada di mulut nya.


Lalu dia menaburkan sesuatu ke atas luka nya.


"Sudah tertanam, jika terjadi sesuatu padaku, kalian pasti bisa menemukan posisi ku"


ucap Lana Lan cepat, Mulai menstaterkan mobil nya.


"Mata ku terus mengawasi mu, sayang"


"Okey"


Lana Lan bicara sambil mulai melajukan mobilnya.


"Berapa jauh lagi mereka tiba di posisi titik pertemuan?"


"45 menit terhitung mulai sekarang"

__ADS_1


"Artinya aku harus bisa mengulur waktu atau bahkan harus bisa memusnahkan mawar merah"


Ahem mendesah panjang


"Aku mengkhawatirkan diri mu"


"Aku semakin dekat"


"Aku tahu"


Lana Lan tampak diam, dia berhenti di ujung persimpangan, menatap di ujung jalan berkelok tepian bukit jurang desa Najac, ingatan malam itu ketika dia bertemu Lana Lan jelas terpatri di kepalanya.


Disini kita bertemu, disini kita berakhir.


Sejak awal Lana lan tahu jika hari ini akan tiba waktunya, di kamus sang mafia, nyawa harus di balas nyawa.


Lana Lan sejenak terkekeh.


"Kenapa kau tertawa?"


Ahem bertanya bingung.


"Tidak"


"Aku bisa menebak nya"


"Siapa?"


"Kau akan tahu setelah ini"


Lana Lan secepat kilat keluar dari mobil nya, melihat mobil yang ada dibelakang nya, paman Ishak berjalan dengan terburu-buru ke arah lama Lan, meninggalkan 2 pengawal yang menjaga nya sejak tadi.


Sepersekian detik kemudian paman Ishak berpura-pura menarik kasar tubuh Lana lan menuju ke arah depan, menunggu seseorang tiba disana dalam beberapa waktu.


"Dimana putri ku, lana lan?"


"Dia dalam perjalanan kemari, setelah aku bertemu mawar merah, kau baru mendapatkan putri mu"

__ADS_1


Paman Ishak mendengus.


"Aku sedikit tidak mempercayai mu"


"Kau pernah melihat aku berbohong sejak kecil?"


Lana Lan menatap tajam bola mata paman Ishak.


"Aku cukup kecewa saat tahu paman mengkhianati aku, saat kembali ke Gideon company, satu-satunya orang yang aku percaya hanya paman, di banding Madeline atau pun Laura"


Ishak tampak diam


"Waktu bisa mengubah seseorang"


Lana Lan diam sejenak,menoleh ke arah lautan dibawah sana.


"Bukan itu alasan utama manusia berubah, realita nya harta dan tahta bisa mengubah orang baik menjadi seorang penjahat, sejak dulu konsep kehidupan itu tidak pernah berubah sama sekali"


ucap Lana Lan cepat


"Seandainya paman meminta pada ku secara baik-baik, aku dengan senang hati akan menyerahkan Gideon company, sebab dibandingkan memiliki banyak tekanan hidup dalam gelimangan harta tak berujung, aku lebih memilih hidup sederhana bersama suami ku di satu tempat yang membuat kami bisa melewati hari dengan sejuta ketenangan"


Seketika paman Ishak terdiam.


"Tapi saat ini semua sudah terlambat"


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba seseorang muncul di antara mereka, bersamaan dengan beberapa pengawal disisi kiri kanan dan belakang nya.


"Hello putri Pearl"


kletakkk


kletakkk


kletaakk


beberapa pengawal orang itu menodong kan pistolnya ke arah Lana Lan.

__ADS_1


"hampir 17 tahun tidak bertemu, bibi"


Lana Lan bicara sambil menyunggingkan senyuman maut nya, menatap tajam ke arah wanita yang ada dihadapannya itu.


__ADS_2