
"Sudah mendapatkan nama untuk bayi kecil kamu Kriss?"
Joyce bertanya sambil tersenyum menatap Tristan dan Lana lan secara bergantian.
Tristan balik tersenyum.
"Mengingat hubungan baik antara keluarga black pearl dan hillatop, aku dan uncke Allzigra pernah membuat kesepakatan, akan memberikan nama Putri ku seperti salah satu nama Putri kembar nya Frey dan Nadine, aku akan memberikan nama Nadine untuk putri pertama kami"
Ucap Tristan cepat.
"Nadine Alexia Pearl, ketika orang-orang keliru memanggil nya Nadine, orang-orang bisa memanggil nama kecil nya Xia"
lanjut laki-laki itu lagi.
"Nama yang cantik, aku suka mendengar orang-orang memanggil nya Xia"
Goda Lana lan sambil menunggu Tristan memberikan putri mereka ketangan nya.
Saat Tristan memberikan bayi mungil itu pada nya, dia berkata kembali.
"Xia (Perempuan – Cina) artinya Cahaya matahari terbit atau terbenam, dia akan menjadi cahaya untuk banyak orang ketika kesulitan dan menjadi peneduh malam untuk orang yang merasa lelah dan penat dalam kehidupan, InsyaAllah menjadi seorang putri yang dilimpahkan banyak cinta"
Ucap Lana lan lagi.
"InsyaAllah, amin"
Jawab Tristan sambil mengelus lembut wajah Lana lan.
******
Lana lan tampak tertidur di dalam pelukan Tristan, dikehamilan ke 2 Tristan fikir sang istri menjadi perempuan yang terlalu aktif, kengerian kadang menghantam laki-laki itu, belum lagi Nadine putri mereka belakangan terlihat sangat aktif, 2 perempuan yang dia cintai bergerak terlalu over bagi Tristan, hingga mau tidak mau kadang kala dia terpaksa menitip kan Nadine pada adik ipar mereka dari pihak Lana lan.
"Sayang, bisakah jangan terlalu banyak kemana? ini sangat membebani ku"
Ucap tristan sambil mengelus lembut perut Lana lan.
Perempuan itu tampak terkekeh.
"Kenapa?"
"Lahiran nya semakin dekat, aku takut bagaimana jika kamu tiba-tiba ingin melahirkan saat dijalan?"
"Ishhh fikiran nya"
"Berhenti lah kemana-mana, jika butuh sesuatu kamu bisa minta bantuan Laura, dia selalu siap membantu mu kapan pun kamu membutuhkan dia"
"Baiklah, baiklah honey"
******
"Lahiran kali ini menggunakan metode water birth?"
"He em"
Lana lan mengangguk pelan, tristan tampak sibuk menyiapkan seluruh keperluan Lana lan dibantu oleh istri Arash Zehra dan ipar mereka Zaffa.
"Itu aman, anak pertama ku menggunakan metode itu"
Ucap zehra sambil mengembangkan senyuman nya.
"apakah menyakitkan?"
Arash menaikkan ujung alisnya.
"Tidak ada yang nikmat selama proses persalinan kak, sudah kodrat perempuan seperti itu, jangan terlalu khawatir, InsyaAllah semua akan berjalan lancar tanpa hambatan"
Zehra bicara sambil terus membantu Lana lan berdiri dari tidurnya.
*******
__ADS_1
Proses panjang persalinan menggunakan metode water birth cukup membuat Tristan tegang, benar memangnya Metode kelahiran Seperti apa yang tidak membuat dia panik? semua tetap sama saja, tidak ada yang menyenangkan di matanya.
sampai-sampai dia berfikir cukup, 2 anak saja, dia sudah tidak ingin melihat betapa tersiksanya sang istri saat bertarung nyawa ketika melahirkan.
*******
"Ohhh imut sekali"
Setelah Tristan meng'adzankan sang bayi tadi dan memberikan nya pada dokter Joyce lantas dibersihkan, dalam beberapa waktu kemudian secara perlahan tristan mengambil bayi itu dari tangan Joyce dengan gerakan lembut. laki-laki itu tampak tersenyum bangga, sang pejuang nya telah lahir dengan sempurna.
"Siapa nama nya?"
Tanya Zahra pada laki-laki itu.
"Sang Mommy nya telah menyiapkan nya dari jauh-jauh hari"
Zehra melirik ke arah Lana lan.
Lana lan tampak mengulum senyumannya.
"Gustave Dru De Pearl (sang penguasa yang bijaksana, pejuang dan dicintai semua orang)"
Ucap Lana lan cepat sambil menitikkan air matanya, seketika dia ingat dengan sang kakak angkat nya Ayana.
"Andai Allah mengizinkan,jika kak Ayana memiliki 1 keturunan perempuan dikemudian hari, aku ingin pejuang ku menggenggam tangan erat tangan gadis itu tanpa melepaskan nya sedikit pun, untuk mengikat tali silaturahim Serta memperkokoh hubungan kami dari generasi ke generasi"
Tristan tampak mengembangkan senyuman, menyentuh lembut sang pejuang nya.
"InsyaAllah"
Bisik laki-laki itu sambil meraih tangan-tangan mungil milik baby Gustave.
******
"Sayang ada apa?"
Lana lan mengerutkan keningnya saat melihat sang putri tampak menatap daddy nya dengan pandangan cemberut.
"Aku Fikir dia sedang kesal dengan ku"
"Daddy mengganggu tidur ku"
Gadis kecil itu kemudian menangis kencang.
"Oh sayang maafkan Daddy"
Tristan langsung memeluk kencang tubuh putri nya, membawa nya keluar dari atas kasur merek.
"Daddy mu memang begitu usil"
"Berikan hukuman pada daddy"
Rengek Nadine lagi.
Ketika gadis kecil itu merengek, sang adik laki-laki tampak mulai menggeliat bangun dari tidur panjang nya.
"Sstttt Dru masih harus tidur, Mommy memiliki sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan"
Bisik Lana lan sambil meletakkan jatu telunjuk nya di bibir depan nya.
Pada akhirnya Daddy dan anak itu langsung melesat keluar dari kamar mereka.
"Daddy"
"Hmmm"
"Berhenti lah mengganggu ku"
"Tapi Daddy suka mengganggu mu"
"Daddy...."
__ADS_1
********
"Mommy.."
"Hmmm"
"Apa aku boleh melihat putri aunty Ayana? aku akan pergi kesana bersama Dru"
"Mereka di Prancis?"
Lana lan menaikkan alisnya.
"He em"
Xia mengangguk cepat.
Lana lan Seketika terkekeh.
"Baiklah, kenapa Mommy tidak pernah tahu informasi nya lebih dulu? selalu kalian yang tahu lebih dulu?"
"Dia seperti detektif swasta, selalu tahu soal banyak informasi lalu menyeret ku kedalam banyak persoalan rumit"
Dru bicara sambil membuka pintu lemari pendingin, mencari botol minum air mineral didalam sana, lalu secara perlahan cowok tampan itu meminum air mineral tersebut.
"Aihhhh aku ingin bertemu si kembar Tiffani dan Khan, apa kamu tidak lihat betapa cantiknya Tiffani? aku suka bola matanya"
"Aku fikir cukup aneh ketika perempuan menyukai bola mata perempuan lainnya?"
Dru mendengus.
Lana Lan fikir putra nya itu persis seperti tristan, dingin dan acuh saat bicara.
"Aku menyukainya karena dia cantik, apa aku harus minta Mommy membuat kan aku adik seperti itu juga?"
Xia menoleh ke arah Lana lan.
Seketika Lana lan membeku, kemudian dari arah ujung sana terdengar Daddy mereka terkekeh.
"Akan kami bicarakan sayang, sekarang pergilah ke rumah grandpa Allzigra, titip salam dari Daddy untuk mereka hmmm"
"But dad?"
Dru tampak enggan untuk keluar.
"Antar kakak mu"
"Baiklah, baiklah, tuan putri selalu memang disini"
Lana lan tampak tersenyum melihat tingkah kedua anak-anak mereka, lantas dia menoleh ke arah Tristan saat 2 Bocah cilik mere telah menjauh.
"What?"
Lana lan mengerutkan keningnya saat tristan memainkan kedua alisnya.
"Bukan kah ini waktu yang cukup baik untuk kita kembali berbulan madu?"
Goda laki-laki itu kemudian.
"Oh god, dia seperti masih muda saja"
Lana lan bicara lantas berusaha untuk kabur dari hadapan sang suami.
"Sayang jangan melarikan diri"
Tristan bicara sambil mengejar langkah sang istri.
"No .. itu sangat menggelikan, kriss heyyy...Akhhhh"
Terdengar Senda gurau dan tawa bahagia di antara pasangan yang mulai menua itu, meskipun anak-anak telah tumbuh dewasa, perasaan mereka tidak pernah berubah sedikit pun seiring berjalannya waktu.
******
__ADS_1
Ini bukan tentang berapa hari, bulan, atau tahun Anda bersama. Cinta adalah tentang seberapa besar Anda mencintai satu sama lain setiap hari nya.