Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Mereka membutuhkan diri nya


__ADS_3

Setelah kejadian soal traumatis Lana lan di peristiwa penculikan Ayana dan mereka memilih kembali ke Prancis, beberapa waktu kemudian tristan memutuskan untuk pindah dari mansion milik mereka ke sebuah rumah asri di tepi danau Geneva di antara Swiss dan Prancis.


Mereka melewati masa yang cukup sulit kemarin untuk mengobati Lana lan,bahkan Joyce terus menyarankan Tristan untuk mencari tempat tinggal baru untuk mereka agar Lana lan bisa menemukan ketenangan batin nya.




Hingga akhirnya Tristan memilih membeli tempat ini untuk mereka.


Selain memang jauh dari kehidupan mereka yang terdahulu, letak rumah ini cukup menjadi pilihan baik dan bijak untuk Lana lan mendapatkan ketenangan jiwa dan raga.


Pemandangan indah tepian danau ganeva bisa menghilangkan rasa stress yang mendalam, bahkan udara asri tampak depan pun menambahkan kesan betapa nyaman nya hunian tersebut.


Tristan tampak sibuk berkutat didapur, dia mulai membuat kan sup untuk sang istri dan beberapa menu kesukaan Lana lan.


Terdengar dan terlihat memalukan,dia merupakan seorang suami yang bekerja didapur untuk menyenangkan sang istri juga untuk mengenyang kan perut sang istri.


Tapi Tristan menyukai nya, dia melakukan semua ini karena dia benar-benar ingin membuat perempuan itu bahagia dengan caranya sendiri.


Saat dia sibuk berkutat di dapur dengan berbagai macam peralatan dan bahan-bahan yang ada dihadapan nya, tiba-tiba terdengar pecahan kaca dari rumah lantai atas.


Tristan secepat kilat menghentikan kegiatan nya lantas melesat naik ke atas bak orang gila karena rasa panik dan khawatir nya terhadap Lana lan, dia fikir ada apa dengan istri nya saat ini.


Saat dia naik ke lantai atas menuju ke arah kamar mereka, bisa Tristan lihat tubuh Lana lan yang tampak gemetaran sambil menatap darah yang ada di tangannya, bola mata perempuan itu berkaca-kaca, wajahnya seketika memucat, pupil matanya membesar.


Secepat kilat tristan meraih tubuh Lana lan, dia memeluk erat tubuh sang istri dengan cepat.

__ADS_1


"Tutup mata, tutup mata, tidak ada darah, tidak ada apa-apa didepan kamu, itu hanya halusinasi hmmmm"


Ucap Tristan cepat.


"Itu hanya halusinasi, bayangkan hal yang baik-baik hmmm, bulan madu kita, anak-anak yang akan lahir sebentar lagi, ada aku, kamu dan calon bayi kita"


Bisik Tristan sambil terus memeluk erat tubuh Lana lan, bisa dia rasakan detak jantung Lana lan terus bergerak kencang, Tristan terus membisikkan kata-kata indah dibalik telinga Lana lan hingg akhirnya detak jantung sang istri mulai bergerak normal secara perlahan.


Tristan melepas kan secara perlahan pelukan nya, dia menatap dalam wajah sang istri yang kini terlihat begitu satu dan lelah.


Sejenak laki-laki itu menghela nafas nya pelan,dia dengan cepat membiarkan Lana lan duduk di atas kasur mereka kemudian Tristan secepat kilat membersihkan darah dan luka di tangan sang istri.


"Kamu tahu Sayang?"


Ucap tristan pelan.


"Kadang kala EKSPEKTASI tak sesuai realita terkadang membuat kita sering menyalahkan diri sendiri hingga berujung penyesalan. Faktanya, kebiasaan ini justru bisa menimbulkan dampak yang buruk"


"Ketika lalai mengerjakan sesuatu atau gagal mencapai tujuan, banyak orang yang langsung menyalahkan diri sendiri. ... Perilaku menyalahkan diri sendiri atau self-blame merupakan suatu siksaan emosional yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri"


Tristan terus bicara sambil menundukkan pandangan nya, menahan tangisan nya dengan bola mata yang terus berkaca-kaca.


"Perilaku self-blame merupakan suatu siksaan emosional yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri. Jika tidak segera diatasi, perilaku ini bisa merusak psikologis seseorang"


"Pikiran dan perasaan kacau tidak menutup kemungkinan membuat kamu sering menyalahkan diri sendiri. Kondisi ini akan membuat penderitanya merasa tidak percaya diri dan merasa semua masalah yang terjadi disebabkan oleh dirinya"


"Kamu tahu sayang? Jika kamu sering menyalahkan diri sendiri, kamu bisa mengatasinya dengan cara mengakui kesalahan, bukan menyalahkan diri sendiri. Ketika kita mengakui, kita akan menemukan hal-hal apa saja yang harus diperbaiki ke depannya. Dengan sikap ini, kamu akan menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan tumbuh dewasa"

__ADS_1


"Sadari bahwa perasaan diri sendiri juga harus dijaga. Ingat, perasaanmu juga tidak boleh disakiti. Dengan menanamkan hal ini, kebiasaan menyalahkan diri sendiri bisa berangsur-angsur hilang. Terakhir, cobalah selalu berpikir positif di setiap keadaan yang diberikan"


"jangan fikirkan perasaan ku, kamu bisa mengabaikan nya tapi fikirkan perasaan kamu sendiri dan disini"


Tristan menyentuh lembut perut Lana lan yang mulai membesar itu.


"Fikirkan anak kita,dia benar-benar membutuhkan diri kamu saat ini, dia butuh moment dimana kamu memperhatikan dirinya, dimana kamu tahu apa yang dia sukai atau tidak dia sukai, dia ingin tahu ketika kamu marah atau kesal bahkan tengah bahagia, dia butuh ketika kamu memanjakan dirinya, dia butuh saat kami mengelus dirinya bahkan dia butuh saat kamu mengajak nya bicara dan berkata betapa kamu mencintai diri nya"


Saat mengatakan itu tubuh Tristan tampak bergetar, dia tidak menatap Lana lan sama sekali, laki-laki itu tetap pura-pura mengobati tangan Lana lan.


"Saat kamu tidak melakukan nya sekarang, kamu akan kehilangan moment berharga itu nanti, kamu lupa bagaimana cara memanjakan dirinya, bahkan kamu mungkin tidak sadar bisa jadi dia tengah kecewa"


"Saat bayi-bayi Lain begitu bahagia karena diperhatikan oleh Mommy nya, tapi dia bersedih karena kamu seolah-olah melupakan kehadiran diri nya"


"Seiring berjalannya waktu ketika semua berlalu mungkin Kita hanya bisa berkata didalam hati, aku menyesal telah mengabaikan kamu selama ini, tapi realita nya kita tidak bisa mengulang kembali sejarah, sebab kita tidak pernah bisa Memutar waktu seperti apa yang kita inginkan"


"Karena sejatinya hidup kita terus berjalan, bukan film yang dimana bisa menempatkan mesin waktu di dalam kisah ceritanya"


Mendengar ucapan Tristan bola mata Lana lan tampak berkaca-kaca, secara perlahan air matanya tumpah.


"Kamu hanya mencoba menekan perasaan kamu, terus menyalahkan diri sendiri atas kejadian kemarin, membuat seakan-akan kamu pelaku utama kejadian di masa lalu, kamu tidak ingin melepaskan apa yang seharusnya kamu lepaskan hingga seolah-olah Kamu lupa Lana lan, ada kami yang begitu membutuhkan kamu saat ini"


Lana lan meraih perlahan wajah Tristan, seketika air matanya pecah, tubuhnya bergetar dengan hebat.


"Tidakkah kamu tahu? Dia benar-benar membutuhkan kita saat ini, tapi kamu terus berusaha menutup diri, membiarkan anak kita terabaikan karena rasa bersalah yang sebenarnya tidak kamu oerbuat"


Tristan bicara sambil menggelengkan pelan kepalanya, air mata laki-laki tumpah tanpa bisa dibendung lagi.

__ADS_1


"Maafkan aku, maafkan aku"


Ucap Lana Lan itu sambil terisak, menatap wajah sang suami yang terlihat begitu terluka.


__ADS_2