Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Kekacauan luar biasa


__ADS_3

Saat sinar matahari mulai menerpa wajah Laura, dia menggeliat pelan, senyuman nya mengembang saat sebuah tangan terasa berada di atas perut nya.


Ingatan soal rasa panas luar biasa semalam jelas masih terpatri di kepala nya, Tristan jelas luar biasa untuk nya ketika bersama di atas kasur.


Laura mencoba bangun secara perlahan, rasa sakit dibawah sana jelas mendominasi, tapi hati nya jelas berbunga-bunga karena pada akhirnya impian nya untuk bisa tidur dengan Tristan bisa jadi kenyataan.


Seketika tiba-tiba pintu kamar yang dia tempati di buka secara paksa,Laura bisa memprediksi kan nya, semua keadaan pagi ini pasti pecah.


Tapi....


bola mata Laura jelas terbelalak kaget saat mendapati sosok Tristan dan Lana Lan yang berdiri di depan pintu bersamaan dengan semua anggota keluarga xavier dan Gideon.


Apa?


Laura jelas tercekat.


Jika tristan ada didepan sana, lalu siap yang tidur dengan nya?


seketika kakek tua Xavier masuk dengan penuh kemarahan, maju mendekati Laura dan laki-laki yang ada dibalik selimut masih meringkuk tertidur pulas karena rasa lelah.


Tristan , Lana Lan dan anggota keluarga lainnya ikut masuk kekamar dengan ekspresi wajah yang bingung bagi Laura.


"Kalian sudah membuat malu keluarga"


Tiba-tiba kakek tua Xavier menarik paksa selimut itu, memukul pemilik tubuh yang masih terlelap itu dengan tongkat nya.


Dan seketika bola mata Laura membulat tidak percaya, dia melotot, tubuhnya jelas gemetaran.


"E..e..liot"


"Awwhhh kakek tertua, ini menyakitkan"


pekik Eliot sambil membalikkan tubuhnya.


Tunggu dulu, tunggu dulu....!!!!

__ADS_1


Laura jelas histeris, yang dia ingat Tristan yang berada di kamar ini semalam, bahkan yang berbisik di balik telinga nya jelas-jelas adalah suatu tristan, lalu kenapa dia bisa tidur dengan Eliot fikir nya?.


plakkkk


seketika Laura membeku


sebuah tamparan telak melesat di wajah nya.


"Berani nya kau menggoda Eliot Laura..."


pekik mommy Eliot histeris, menatap wajah Laura penuh kebencian.


mommy Eliot tahu betul siapa Madeline, dia yakin like mother like daughter, mereka pasti sama-sama memiliki karakter perempuan serakah, yang mampu menghalalkan segala cara untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Madeline langsung menyeruak masuk ke dalam, memandangi tubuh sang putri nya Laura tanpa menggunakan apapun, hanya ditutupi selimut begitu juga eliot.


Madeline jelas histeris, dia fikir bagaimana mungkin rencana yang mereka buat bisa gagal total?.


"Kenapa kau memukuli putri ku?"


Laura jelas kehilangan kata-kata, dia harus bagaimana? bicara apa? membantah? melawan? berteriak histeris? menangis?


dia hancur, hancur dan habis sudah dirinya, semua impian dan harapan nya agar bisa bersama Tristan jelas hancur bersama harga dirinya.


"Kenapa kau ada disini?"


itu adalah pertanyaan paling ambigu yang dilontarkan Laura pada eliot, dia menggigit bibir bawahnya sambil berlahan air matanya tumpah.


buaya..!!


eliot menyeringai.


"Bukan kah kau yang menarik ku semalam? masuk kesini, memaksa ku untuk tidur dengan mu, Laura!"


hah..!

__ADS_1


Laura membuang kasar nafasnya.


Iya dia yang datang kekamar utama tristan, menarik laki-laki yang dia fikir tristan dan memaksa nya untuk bercinta dengan dirinya, suasana kamar yang redup remang-remang, efek minuman yang cukup membuat dia mabuk dan gejolak hati nya soal Tristan jelas memperlancar semuanya, membuat dia tidak membuka mata lebar-lebar untuk melihat sesungguhnya dengan siapa dia tidur semalam.


Sesi percintaan yang di berikan eliot jelas luar biasa, membuat dia lupa daratan dan melakukan semua nya dengan suka rela berkali-kali hingga lelah.


"Anda mendengar nya kakek? dia yang menggoda eliot kami"


pekik mommy Eliot kesal.


"Dibalik siapa yang salah dan benar, mereka sudah membuat perkara dosa, satu-satunya pilihan adalah menikahkan mereka"


keputusan kakek tua xavier jelas menjadi keputusan telak, Laura dan Eliot jelas tampak kaget dan saling menoleh.


"Aku menolaknya"


"Aku menolaknya"


Dua sosok manusia itu bicara secara bersamaan, menolak bersama sambil menatap dalam wajah kakek tua Xavier.


Lana Lan menatap wajah Tristan, berbisik pelan ke arah tristan.


"Inikah kejutan nya?"


Tristan menarik ujung bibirnya.


"Laura fikir semalam yang tidur bersama nya adalah aku, sayang"


"Ya?"


Lana Lan tercekat.


"Mereka memberikan aku obat yang sama seperti yang kamu minum, tapi eliot menggantikan aku untuk meminumnya"


bisik Tristan pelan di balik telinga Lana Lan.

__ADS_1


Jelas saja Lana Lan terbelalak, dia nyaris kehilangan kata-kata.


__ADS_2