
"Aku Fikir setelah menikah dengan Tristan, kamu mulai terlena"
Helena mulai buka suara, menatap tajam bola mata Lana Lan.
"Lupa pada perjanjian yang telah kita buat sebelumnya"
Lana Lan menaikkan sudut bibirnya, menatap tajam bola mata Helena.
"Tidak,aku sama sekali tidak pernah lupa tujuan utama ku masuk ke keluarga Xavier"
Lana Lan bicara sambil mulai meminum tehnya.
"Berhenti terus bersembunyi setelah pernikahan kalian, aku ingin kau segera beranjak menghancurkan Laura dan Madeline lebih dulu, merebut kembali Gideon milik mu"
Helena bicara sambil mulai menghabiskan wine miliknya.
"Aku sudah mulai memainkan peran, kau akan mendengarkan sebuah berita yang akan pecah secara tiba-tiba malam ini"
Lana Lan tampak begitu santai, bicara sambil melipat kedua tangannya.
"Berita pecah?"
"Tariklah nafas mu baik-baik pagi hingga sore ini, karena permainan ku benar-benar sudah dimulai Helena"
Helena tampak terkekeh
"Baiklah, aku hanya ingin tahu kejutan apa yang akan kamu berikan pada kami!"
__ADS_1
Helena kembali menuangkan wine ke dalam Gelas nya.
"Aku selalu tidak bisa menebak jalan fikiran mu sejak dulu, kamu yang begitu santai dengan karakter yang bebas kamu perankan dengan cara naik turun"
Helena menatap dalam bola mata Lana Lan
"Sebenarnya, sosok aslimu yang mana? lembut kah atau pemberontak kah?"
Helena menekan kata-kata terakhir nya
"Bukankah garis hidup ku sejak kecil terbentuk begitu kasar dan keras, bersandiwara demi menutupi karakter sendiri bukan lagi hal yang aneh dan tidak lumrah"
Lana Lan menjawab sambil memajukan tubuhnya, menatap dalam-dalam bola mata Helena.
"Jangan pernah membohongi aku, sebab aku bisa menghancurkan kalian sama seperti aku menghancurkan keluarga De lunar di desa Najac Helena, kau yang menciptakan permainan nya, aku bisa menghancurkan semuanya dengan cara ku sendiri tanpa sisa Helena"
Helena tampak bergidik ngeri menatap bola mata Lana Lan, dia memejamkan Berlahan bola matanya kemudian mencoba tersenyum.
Lana Lan memundurkan tubuhnya, bersandar berlahan ke arah kursi yang dia duduki.
"Jangan pernah bermain hati Lana Lan, kau paling tahu bukan konsekuensi terburuk nya ketika mulai bermain hati?"
Lana Lan kembali meraih gelas teh nya.
"Ini terdengar kejam bukan? tapi.. bukankah target awal kita menjatuhkan Tristan hingga ke akar-akarnya?"
Ucap Lana Lan cepat.
__ADS_1
"Aku sedang menunggu dirinya benar-benar tergila-gila pada ku, kemudian membuat dia berlutut serta bertekuk lutut di bawah kaki ku, membuat dia menebus segala kesalahannya dimasa lalu saat melepaskan tangan ku di Thailand, serta agar dia tahu bagaimana rasa nya di campakkan seperti dia membuang Lana Lan kemarin"
Helena tertawa terbahak-bahak, menatap Lana Lan dengan perasaan bahagia.
"Kau benar-benar luar biasa, menuntunnya dengan agama, membuatnya lumpuh oleh cinta, lalu dengan kejam ingin menjatuhkan nya, oke aku akui kau memang luar biasa"
Lana Lan mendengus.
"Untuk menuntun nya, aku melakukan nya dengan hati, tapi yang lainnya aku tidak melakukan nya dengan hati"
"Kau jamin tidak akan jatuh cinta pada nya? meskipun harus terus bersama dengan nya? bahkan tiap waktu bergumul bersama dengan nya di atas kasur, Lana Lan?"
"Bukankah dia sudah terbiasa bergumul dengan perempuan mana pun yang dia sukai? aku pasti bukan sesuatu yang berharga di hati nya, dan aku tidak mesti berkhayal menjadi berlian juga di hatinya"
"Pernikahan kami jelas sebuah keterpaksaan yang dia gunakan, lalu kenapa aku harus khawatir soal itu?"
Seketika seseorang berjalan mendekati Lana lan dari arah belakang secara berlahan.
"Lalu bagaimana perasaan mu dengan ku, Lana Lan?"
Lana Lan tampak terdiam saat mendengar suara itu mendominasi di balik telinga nya, shain mencoba memeluk Lana Lan dari belakang, tapi dengan cepat Lana Lan menoleh dan menjawab.
"Meskipun aku tidak memiliki hati shain, tapi aku tetap memegang teguh agama ku, kita bukan mahramnya, kau bisa menyentuh diri ku setelah Tristan menceraikan aku, kemudian kamu bisa menikahi aku dan menyentuh diri ku dengan sesuka hati mu"
"Kapan?"
Lana Lan menatap dalam bola mata shain yang mulai duduk tepat di hadapannya.
__ADS_1
"3 bulan, hingga aku meruntuhkan semua bangunan kokoh itu hingga ke akar-akarnya seperti perjanjian awal kita"
ucap Lana Lan cepat.