Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Rasa ini "kecewa"


__ADS_3

Sejenak Lana Lan mundur beberapa langkah, dia kehilangan kata-kata.


"Kamu membubuhkan pil pencegah kehamilan di tiap makanan ku? juga cappucino milik ku? ini jelas-jelas pil pencegah kehamilan untuk laki-laki?"


"Karena itu kamu menyiapkan dengan teliti pola makan ku Dengan teratur?"


Mata Tristan jelas memerah, dia begitu marah pada Lana Lan saat mengetahui soal kenyataan.


"Sebegitu kamu membenci ku? hingga kamu melakukan hal seperti ini pada ku?"


"Tristan, aku.."


Lana Lan mencoba mendekati Tristan,mencoba menyentuh tangan Tristan, dia menggeleng pelan dengan bola mata mulai berkabut.


Dia hanya bingung kemarin, saat dia menanyakan pada Joyce bisakah dia mengkonsumsi pil pencegah kehamilan, Joyce berkata itu akan berpengaruh pada pil tidur dan pil penenang nya, jalan satu-satu yang bisa dilakukan mengubah pengkonsumsi menjadi pihak laki-laki.


Lana Lan masih meragukan banyak hal, dia masih berharap bisa kembali pada shain, dia berniat meninggalkan Tristan jika sudah waktunya, tapi ketika dia mulai tahu keadaan berbanding terbalik, ketika soal shain dan Helena terkuak secara berlahan dengan sejuta niatnya dan ketika Tristan kelihatan mulai membuka hati untuk nya jelas dia mulai meragukan shain, berfikir untuk membuka hati pada Tristan.


Tapi dia hanya takut hubungan ini berjalan buruk, dia takut Tristan tidak Benar-benar mencintai nya, dia takut Tristan akan meninggalkan dirinya, jelas saja jika kehamilan datang, dia akan semakin sulit bergerak karena itu dia melakukan nya.


Tapi .. beberapa hari ini keraguan mulai menjalar dihatinya, dia berusaha menghentikan semua kegiatan membubuhkan pil pencegah kehamilan, dia ingin membuang nya tapi tidak tahu kenapa dia bisa melupakan nya?


"Tris.. itu tidak seperti yang kamu fikirkan"


Lana Lan berusaha menyentuh telapak tangan Tristan, di mencoba menyentuh wajah Tristan.

__ADS_1


jelas sejuta kemarahan dan kekecewaan bertabur di balik wajah tampan itu.


Secepat kilat Tristan menepis tangan Lana Lan, dia benar-benar kecewa.


"Apa kamu berencana kembali pada shain kemudian meninggalkan aku? hingga terfikir kan ide gila semacam ini?"


Lana Lan menggelengkan cepat kepalanya.


"Demi Allah tidak Tris"


ucapnya cepat.


"Rupanya aku lah yang tergila-gila pada mu, Lana Lan? kau sama sekali tidak pernah benar-benar mencintai ku"


"aku yang terlalu bodoh jatuh cinta pada mu, seharusnya sejak awal aku tahu, kamu tidak benar-benar ingin pernikahan ini bertahan lama, karena itu sekalipun kamu tidak mau membalas panggilan sayang ketika aku memanggil mu dengan kata itu"


"Aku benar-benar bodoh"


"Seperti mau kamu, kamu boleh meninggalkan aku"


"Mulai hari ini aku tidak akan kembali ke mansion kita, kau boleh melakukan apapun sesuai kemauan mu"


setelah berkata begitu, Tristan langsung berbalik, melesat pergi meninggalkan Lana Lan.


Sejenak Lana Lan mematung, sepersekian detik kemudian dia tersadar.

__ADS_1


"No Tristan dengarkan aku dulu"


langkah kaki Tristan jelas lebih cepat daripada langkah kaki nya, dia berusaha mengejar langkah kaki Tristan yang dengan cepat menuruni tangga menuju ke lantai bawah.


Tidak...tidak... jangan lakukan ini, maafkan aku Tris, maafkan aku, seketika air mata Lana Lan tumpah, dia berusaha terus mengejar langkah Tristan.


Seluruh karyawan Xavier company jelas menegang, mereka fikir ada apa dengan pasangan ini? bukankah sang CEO iblis begitu mencintai istrinya, tidak pernah menekuk wajah apalagi menampilkan kekecewaan mendalam dibalik wajah nya.


Tapi hari ini jelas rona kecewa itu mendominasi, pergi dengan langkah marah serta kekecewaan yang mendalam, tanpa bicara apa-apa melewati semua orang, kemudian disusul sang istri yang tiba-tiba berlarian panik, dengan sejuta air mata yang mulai membasahi pipi.


Tidak, Lana Lan fikir jika Tristan pergi kemana dia akan melangkah? tidak, dia tidak ingin laki-laki itu mengulang dosa, melampiaskan kemarahannya ke diskotik atau tidur bersama perempuan lain.


"Tris...tidak Tris"


Tristan langsung masuk ke dalam mobilnya yang telah di siapkan sang security, tanpa basa-basi Tristan langsung Masuk ke dalam mobilnya, menginjak cepat gas mobilnya.


"Tristan...trisss, dengar kan aku, aku mohon Tris"


Lana Lan memukul cepat kaca mobil Tristan, mencoba meminta Tristan agar menghentikan mobilnya, tapi sia-sia Tristan langsung menginjak pedal gas nya tanpa peduli pada Lana Lan.


Lana Lan terus mengejar mobil Tristan entah hingga kemana, bahkan dia tidak peduli lagi jika dia tengah menggunakan Hells tinggi, Tristan mengintip sejenak melalui kaca spion nya, kemudian terus melajukan mobilnya semakin menjauh dari sana.


Sesaat Lana Lan terjatuh ke aspal, sambil menangis terus meneriakkan nama Tristan.


"Tris.. trisss..maafkan aku""/

__ADS_1


sekecewa itukah Tristan pada nya? apa yang harus dia lakukan? Lana Lan benar-benar kehilangan kata-kata.


__ADS_2