Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis

Pengantin Kembar Pengganti CEO Iblis
Rencana Busuk 21


__ADS_3

"Sayang angkatlah"


Tristan bicara ke arah Lana Lan karena sejak tadi handphone nya terus berdering. Sang istri sibuk menyiapkan semua pakaian dan beberapa barang Tristan lain nya.


Masih menggunakan handuknya, Lana Lan berjalan mendekati Tristan kemudian mencoba memasangkan dasi sang suami, tapi tangan tristan menghentikan gerakannya.


"Sayang"


"Nanti saja"


jawab Lana Lan cepat.


"Shain terus menghubungi ku sejak semalam"


ucap nya lagi


Tristan tampak diam, menatap wajah Lana Lan lekat-lekat.


"Angkat saja, dengarkan apa keinginan nya"


"Tapi..."


"Angkat lah"


Lana Lan menghembuskan nafasnya enggan


"Bukan kah kita sudah sepakat untuk mengikuti alur nya?"


"Tapi aku tidak siap melukai mu Kris"


keluh nya pelan


Tristan meraih wajah Lana Lan dengan kedua telapak tangannya.


"InsyaAllah aku bisa menghandle semua nya, jangan khawatir"


Lana Lan menggigit bibir bawah nya.


"Kris"


"Ini tidak akan berjalan lama, percaya lah"


seketika handphone Lana Lan kembali berdering, dengan enggan Lana Lan mengangkat nya.


"Halo shain"


beberapa percakapan panjang terjadi, Tristan dengan setia berdiri menunggu Lana Lan menyelesaikan pembicaraan nya.


"Baiklah, besok pagi"


Bola mata Lana Lan menatap dalam wajah Tristan begitu dia menutup panggilan nya.


"Mereka akan menjalankan rencana nya"


Tristan tersenyum, menyentuh lembut wajah Lana Lan.


"Aku akan terus mengawasi mu dari tempat yang tidak kamu ketahui hmm"


ucap nya lembut


Lana Lan hanya mampu mengangguk, meraih dasi yang ada ditangannya kemudian mencoba memasang kan dasi itu ke leher Tristan.


Tiba-tiba Lana Lan memeluk tubuh kokoh itu berlahan.


"maafkan aku jika sesuatu yang buruk terjadi nanti Kris, aku harap kamu tidak membenci ku"


sejenak Lana Lan memejamkan matanya, terus memeluk erat tubuh tristan.


"jangan khawatir kan soal itu Lana Lan, semua akan baik-baik saja"


Tiba-tiba Lana Lan mendongak, lantas dengan gerakan refleks dia masuk ke ceruk leher Tristan, menyesap nya dengan lembut disana.


Tristan dengan refleks terkejut


"Sayang kau membuat ku menginginkan nya"


Lana Lan terkekeh, kemudian tahu-tahu bibir nya dengan cepat menyambar bibir Tristan begitu saja, mendorong tubuh nya ke atas kasur dengan gerakan menggoda.


"Sayang oh tidak"


jelas saja Tristan menggila karena tiba-tiba sang istri menjadi begitu agresif dan lincah.


"Jangan salah kan aku jika meminta nya berkali-kali"


bisik Tristan dibalik telinga nya.


"Kau bisa melakukan nya, honey"


"wait .."


tiba-tiba Tristan membeku, dia menatap wajah Lana Lan cukup lama, memegangi wajah itu penuh cinta.


"Kau panggil aku apa barusan?"


"Honey"


"Ulangi lagi"

__ADS_1


"Honey"


seketika Tristan mengulum senyum nya.


"Itu terdengar begitu manis hmm"


"Honey"


Lana Lan mengulangi ucapannya lagi.


Bayangkan bagaimana bahagia nya Tristan?


"Oh sayang"


secepat kilat bibir itu menyambar bibir Lana Lan, menautkan lidah mereka dengan cara yang menggebu, membalikkan posisi sang istri agar berada di bawahnya.


"Krisss...."


rengek Lana Lan karena Tristan mengubah posisi mereka.


"Aku ingin kamu yang terpuaskan"


bisik Tristan pelan.


setelah berkata begitu Tristan kembali dengan cepat menautkan Bi..bir mereka, bergerak naik turun seirama, Li..dan nya membelit dengan sempurna, membiarkan Lana lan ikut bermain di dalam sana.


Dengan cepat kedua tangan Lana lan bertaut di leher Tristan nya, Li..dah.. nya dengan lincah menaut ke Li..dah Tristan hingga terdengar suara-suara yang memenuhi ruangan itu dan semakin menambah tingkat andrenalin mereka agar melakukan lebih.


Tangan kanan Tristan secara berlahan menyentuh belakang leher Lana Lan, sedangkan tangan kirinya dengan berlahan turun membuka handuk Lana Lan dengan mudahnya, dalam secepat kilat tristan melepaskan pakaian nya satu persatu.


"aku benar-benar akan terlambat perusahaan"


bisik Tristan ke telinga Lana Lan.


Lana Lan terkekeh, kemudian kembali menautkan bi..Bir nya ke Bi..bir Tristan, kemudian Li..dah mereka saling membelit sempurna. dan sepersekian detik kemudian bibir bertaut itu langsung dilepaskan oleh Tristan secara berlahan, kini turun ke bawah, menyesap da..da.indah itu berkali-kali, menciptakan suara-suara indah dari balik bibir Lana lan, kemudian Tristan dengan nakal membuat tanda berwarna disana.


sambil lidah dan bibir menyesap, tangan kiri dengan lincah bergerak ke bawah sana, jari Tristan dengan nakal bermain di sana.


"Kris"


racau Lana lan


Dia menggila, yah dia mulai menggila, menyentuh kepala itu dengan gerakan kacau,dia me..remas rambut lembut milik snag suami dengan perasaan menggila dan mata terpejam sempurna.


"Honey.."


dia terpekik begitu jemari itu masuk ke dalam sana.


"akhh..."


pekik nya dengan sedikit men..desah


"Tidak..tidak.."


Lana lan tersengal-sengal, apalagi saat li..dah itu dengan nakal turun ke bawah sana, menyesap dengan sempurna, keluar masuk tidak ingin berhenti sama sekali.


"Kris berhenti, aku..."


pekik Lana lan saat lidah itu terus masuk keluar dengan sempurna.


"Kris..wait"


pekik nya tak tertahankan


"Hmm"


bukan nya berhenti, Li..dah itu semakin menikmati.


karena tahu sang istri sudah hampir tiba pada pelepasan nya, Tristan berbisik


"Tumpakan lah"


Dan benar saja pada akhirnya sesuatu mengalir tiba-tiba dibawah sana.


Tristan jelas tersenyum senang, menaikkan tubuhnya dan bersiap masuk karena dibawah sana jelas sudah begitu siap dengan keadaan.


"aku masuk"


Tristan melafazkan doa yang acapkali di hafalnya, berharap kali ini tercipta makhluk kecil didalam sana.


yah dia benar-benar mengharapkan nya, sesuatu yang bisa semakin mempererat ikatan diantara mereka berdua.


Sebuah hentakan lembut menyeruak masuk membuat Lana lan berteriak meleng..guh panjang diantara sakit dan ke..nik..matan tiada Tara, Tristan benar-benar pandai membawa nya ke langit cakrawala, memompanya dengan cara menggila, membuat tubuh Lana Lan bergetar tidak karuanan, kedua tangannya jelas memeluk erat tubuh indah laki-laki itu, tidak mau terlepas karena rasa nik..mat tiba-tiba mendominasi.


de..sa..Han demi de..sa..Han dari bi..bir indah Lana Lan membuat Tristan semakin menggila dalam bergerak, dia mempercepat laju dirinya.


"Honey"


Tristan terus memompa sambil beberapa kali Bi..birnya menyatu dengan milik Lana Lan, membungkam bibir cantik itu agar pekikan nya tidak semakin menggila.


"Kris"


Lana Lan mengencangkan pegangan nya pada lengan Tristan, dia tahu ini wakti pelepasan.


"Bersama sayang"


Tristan meraih kedua tangan Lana Lan, bertaut jemari dan saling menarik dengan kencang, menunggu pe..le..Pasan secara bersamaan

__ADS_1


Mereka benar-benar sampai pada titik akhir pe..le..Pasan, terasa begitu lega dan nik..mat.


Tristan melafazkan doa di akhir pelepasan mereka


mencium kedua mata Lana lan kemudian mencium keningnya dengan lembut.


"I love u "


bisik tristan pelan


********


"Jadi bagaimana?"


Lana Lan bertanya cepat ke arah shain dan Helena, sibuk meminum teh miliknya sambil duduk santai di atas kursi sofa di ruangan kerja shain.


Sejak kemarin laki-laki itu terus mencoba menghubungi Dirinya, Lana Lan enggan merespon tapi tristan berkata "ikuti alur permainan mereka" pada akhirnya Lana Lan mau tidak mau menemui shain pagi ini di kantor nya.


"Kita akan membahas soal rencana barunya"


"Berubah lagi?"


Lana lan bertanya sambil mengerutkan dahinya.


"Kau tidak ingin bercerai dengan Tristan?"


"Jelas saja iya, tapi ini bukan waktu yang tepat kan? aku bahkan belum mendapatkan cara untuk lebih banyak tahu soal dimana dia meletakkan kunci yang kau inginkan shain"


jawab Lana Lan cepat


"kau akan mendapatkan kunci nya setelah ini, satu-satunya jalan dengan mendekati pengacara nya"


"Ya?"


"Pengacara nya cukup bisa di ajak berbelok"


seketika Lana Lan terdiam


"Kau yakin?"


Helena menaikkan alisnya sambil tersenyum riang.


"Tentu saja"


"Jangan katakan kau sudah tidur dengan nya, Helena"


ucap Lana Lan tidak percaya


"Seperti yang kau fikirkan"


oh sial


umpat Lana Lan dalam hati.


"Karena rencana A untuk menceraikan nya sedikit sulit, lakukan rencana B untuk mencelakai nya"


ucap Helena cepat.


"Cara nya?"


"Menjebak nya masuk ke dalam perangkat Laura, kemudian kau bisa menceraikan nya"


"Ya?"


Lana Lan berusaha menekan ekspresi nya sedatar mungkin, agar 2 sosok manusia itu tidak curiga.


"Dengan obat ini"


tampak seringai jahat muncul di balik wajah Helena dan shain, mereka menatap Lana Lan penuh keyakinan.


"Kita benar-benar akan membuat skandal besar dalam 1 kesempatan secara bersamaan, dia akan jatuh dalam sekali hentakan"


******


Catatan \=


Pagi ceria


17 Juli 2021


Sabtu 08.48 pagi


Maafkanlah untuk bonus sarapan pagi nya


πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜ŽπŸ˜Ž


suamiiii mana suamiiiii


wkwkwkwkwk


semoga menikmati readers ku tercinta


love you selangit cakrawala dah


salam sayang


Eva Hye Seung

__ADS_1


πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ‘‰πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’žπŸ’žπŸ’žβ€οΈβ€οΈβ€οΈ


__ADS_2