
Shain berulang kali mengusap kasar wajah nya, dia menarik kesal nafas nya berkali-kali, saat berada di Dubai dia pada akhirnya mendapat kan kenyataan Lana Lan di per..ko..sa oleh Tristan jelas membuat dia berang, tak ayal tanpa fikir panjang kembali ke Paris dengan sejuta kegilaan.
Pantas saja kenapa tiba-tiba kakek tua Xavier mengirimkannya menggantikan tristan, sejak awal Tristan telah merencanakan semua nya.
mungkin dia bisa berdamai dengan keadaan, tapi mem..perkosa Lana Lan jelas menjadi kemarahan sepanjang sejarah untuk dirinya.
Dan yang membuat dia menggila, harusnya Tristan mengubah rencana untuk menceraikan Lana Lan tapi rupanya Tristan malah menginginkan Lana Lan, jelas sekali jika Tristan berkata tidak akan melepaskan sesuatu yang telah menjadi miliknya dan menjadi barang kesayangan nya, maka bermimpi untuk mendapatkan nya pun jangan pernah.
Ini bukan rencana awal mereka, meskipun sebenarnya dia memang punya maksud tujuan lain untuk mendesak lana Lan masuk ke keluarga Xavier dan mulai bermain tidak lembut dikeluarga Gideon, tapi konsep yang dia ciptakan bukan seperti ini.
"Kau benar-benar kehilangan jangkauan mu dari Lana Lan sayang"
Shain bicara ke arah Helena sambil menekan pelipisnya yang terasa berdenyut tiba-tiba.
"Aku tidak pernah menyangka Tristan akan mem per kosa Lana Lan, Tristan pasti punya tujuan lain saat melakukan itu, menguasai Lana Lan, mengambil utuh Xavier company"
entahlah shain hanya merasa otaknya tidak bisa bekerja dengan sempurna saat ini.
"Rencana awal memang begitu, tapi kita tidak bisa terhubung kembali dengan Lana Lan sejak Lana lan menjadi istri nya, Tristan sangat pandai membatasi pergerakan Lana Lan"
"Kita akan mengubah rencana"
"Tapi ini soal Lana Lan"
"Target awal kita jelas bukan Lana"
"Helena, sesuatu yang buruk akan terjadi pada nya"
Seketika Helena menaikkan sebelah alisnya
"Jangan katakan pada ku, kalau kamu benar-benar bermain hati disini shain"
Shain tampak diam
"Kau tidak benar-benar mencintai Lana Lan bukan?"
Helena kembali mencoba bertanya, pandangan matanya jelas tertuju ke arah bola mata Sahin, Helena mencoba untuk memastikan laki-laki itu tidak mengubah pendirian nya selama ini.
"Jangan libatkan hati mu dalam permainan ini, lambat laut semua Peperangan akan terjadi dan kau akan hancur Secara Berlahan shain"
Shain sama sekali enggan menanggapi kata-kata Helena
"Kau tidak bisa jatuh cinta sungguh-sungguh dengan Lana Lan, konsep awalnya hanya kepura-puraan hingga Tristan turun tahta dan kau naik ke Xavier, konsep nya hingga aku naik tahta di Gideon dan Laura, Madeline serta Lana Lan jatuh dari Gideon"
"Jangan bercanda dengan ku, juga jangan terlalu berkhayal soal Lana Lan terlalu jauh"
"Dia adalah Aliana, bukan Lana Lan, orang tua mu dan orang tua ku jelas punya hak di Gideon maupun Xavier company"
__ADS_1
"Dan Lana Lan bahkan akan sangat membenci mu saat dia tahu siapa saja yang terlibat pada kematian orang tuanya 16 tahun yang lalu, sebelum peristiwa penculikan itu"
Kata-kata pedas Helena jelas menghantam Dirinya, sekelabat ingatan soal kecelakaan mobil 16 tahun lebih itu tiba-tiba menghantam ingatannya.
"Bawa 2 bocah kembar itu masuk ke mobil "
Seorang wanita bicara sambil menyiramkan semua sisi mobil dengan bensin, Helena muda tampak mencoba memasukkan salah satu dari 2 anak perempuan berusia belum 5 tahun itu ke dalam mobil.
"Shain bergegas"
teriak wanita itu sambil menyeret tubuh shain kecil yang saat itu berusia sekitar 12 tahunan untuk masuk ke mobil.
"Madeline hampir sampai bersama bodyguard nya mom"
Wanita itu tampak diam, kemudian mulai menyulut api dari sumbu terjauh yang sudah di setting sedemikian rupa.
"Wanita iblis itu benar-benar harus memastikan sendiri jika mereka telah musnah"
setelah berkata begitu mereka langsung melesat meninggalkan tempat itu, hanya dalam beberapa waktu dari kejauhan terdengar sebuah Ledekan dahsyat di sepanjang jalan yang mereka lalui.
******
"Momm...mommy..."
teriakan shain menggelegar di penjuru malam, dia meraih tubuh mommy nya yang berlumuran darah.
Helena jelas menangis histeris, berusaha untuk menghubungi seseorang
"Shain dengar kan mommy, apapun yang terjadi jangan sampai mereka mendapatkan kedua-duanya, bawa salah satu dari si kembar untuk menjauh dari muka bumi ini, biarkan Madeline hanya memiliki 1 saja penerus Gideon"
"Shain jangan pernah menangis, berjanjilah pada mommy, terus angkat kepala mu dan pastikan nyonya Xavier mati tanpa kedamaian, pastikan cucu Kesayangan nya berubah menjadi iblis yang di benci oleh semua orang, pastikan putri keluarga Gideon membencinya dalam keadaan apapun, rebut kembali milik kalian dengan cara kalian masing-masing"
"Helena, jaga shain dengan baik"
"Mom..mom..?"
"No..no.."
Teriakan histeris dan tangisan pilu memecah keheningan malam, tubuh wanita itu seketika meregang tanpa ampun, setelah sekian lama menahan sakit pada akhirnya wanita itu memejamkan matanya begitu saja.
********
"Shain. apa yang kau lakukan? dimana Kris dan anak-anak lainnya?"
"Bawa Lana Lan dan biarkan dia kembali ke Paris bersama Madeline"
shain bicara cepat, menarik kasar tangan Lana Lan kecil, gadis kecil itu menangis.
__ADS_1
"Aku begitu membenci mu, kau tahu huh? keluarga kalian tidak lain dari pada seorang penjahat"
Shain mencekik kasar Lana Lan kecil
"Shain apa yang kau lakukan"
Helena berteriak marah, berusaha melepaskan cekikan shain"
"Bewa dia sekarang juga"
teriak shain kasar
"Lalu Eliana?"
"Aku akan membuat mereka terpisah selama-lamanya nya"
"Shain"
pekik Helen tidak percaya
"Kris akan tiba sebentar lagi, kau cukup dengar kan perintah ku, paham"
setelah berkata begitu shain dengan cepat menghilang dari hadapan Helena dan Lana Lan.
********
"Sudah ingat bagaimana realita nya shain?"
Helena tahu-tahu sudah berada tepat dihadapan shain yang tengah berdiri menghadap cermin besar.
"Kau hanya akan menggali kuburan sendiri"
Helena berbisik di balik telinga shain
"Eliana alias Lana Lan palsu adalah orang yang sejak awal di pilih Kris, dan Kris jelas adalah cinta pertama Eliana, saat mereka berdua menyadari masing-masing kenyataannya, kau hanya benar-benar sedang menggali kuburan mu sendiri"
setelah berkata begitu, Helena langsung pergi berlalu dari hadapan shain tanpa basa-basi.
Oh suck...
Bang..sat... ba..ji..Ngan...
prangggg
Dalam sekali hantaman kaca-kaca itu berserakan kemana-mana, darah segar mengalir deras dari punggung tangan shain hingga terus berkucur ke arah lantai.
sekelabat ingatan soal bagaimana dia dan Eliana melewati banyak hal tiba-tiba muncul di kepalanya, canda tawa, kehangatan, pelukan bahkan ciuman yang mendominasi.
__ADS_1
Bang..sat..
kenapa perasaan itu terasa begitu menyakitkan untuk nya, dia benar-benar jatuh cinta pada gadis itu dalam waktu yang lama.