
Tristan Terus mencoba menekan kedua belah matanya dengan jemari Tristan, seolah-olah kabut yang ada di balik bola mata itu tadi harus segera di hapuskan.
Beberapa hari ini begitu terasa berat untuk laki-laki itu, sang istri beberapa kali mengalami kesulitan tidur selama dirawat di rumah sakit itu, kadang mendapatkan Lana lan mendapatkan mimpi paling terburuk didalam tidurnya, mengigau atau bahkan bisa jadi menangis sejadi-jadinya
Hingga akhirnya yang awal nya tristan ingin menyembunyikan pada semua orang soal keadaan Lana lan, pada akhirnya di ketahui juga oleh Mommy Gao Nadya.
"Maaf kan kami Kris"
Wanita berusia patuh baya lebih itu bicara pelan dengan nada penuh penyesalan, laki-laki menggenggam erat telapak tangan Tristan sambil menitikkan air mata nya.
Beban berat wanita itu jelas terlihat di balik wajah yang masih cantik itu, kurang tidur, makan tidak teratur, kekhawatiran berlebih serta tingkat stress tinggi pasti menghantam wanita itu.
"Jangan berkata begitu untie"
Ucap Tristan pelan.
"Untie cukup merasa bersalah dengan keadaan Lana lan, seandainya saja Lana lan tidak mengikuti Ayana saat itu"
Wanita itu bicara sambil terus meneteskan air mata nya.
Tristan cepat-cepat menggelengkan kepalanya.
"Itu bukan hal yang harus dipermasalahkan, Lana lan hanya merasa bersalah karena terlambat membantu Ayana, ditambah lagi kejadian traumatis di masa anak-anak saat di Thailand tanpa sengaja kembali terulang masuk ke dalam memorinya, jadi tanpa sengaja akhirnya membuat kondisi Lana lan menjadi seperti itu"
Jelas tristan cepat.
"Hanya butuh terapi khusus saja sambil menjauhkan Lana lan dari kebisingan, itu akan memperbaiki perasaan Lana lan, dia hanya butuh tempat khusus untuk menenangkan diri, untie"
Tristan berusaha untuk terus menjelaskan pada Mommy Gao, membuat wanita itu yakin jika Lana lan baik-baik saja.
"Semua baik-baik saja untie, insyaAllah Lana lan akan sehat-sehat saja setelah kembali ke Prancis, aku harap Ayana pun bisa memaklumi kenapa aku membawa Lana lan sebelum diri nya sadar dari keadaan"
Tristan meminta Mommy Gao bisa memaklumi jika mereka kembali saat ini.
Dan Pada akhirnya mereka memilih kembali ke Prancis, sebab kondisi Lana lan jelas tidak akan menjadi baik-baik saja di Indonesia, membatalkan semua rencana bulan madu mereka yang sudah mereka rancang sebelum berangkat ke Indonesia.
Bahkan ada banyak sekali rencana yang telah Tristan buat untuk memberikan moment paling mengharukan untuk Lana lan sebelum mereka berangkat, laki-laki itu telah mempersiapkan kejutan makan malam romantis, ingin mengulang lamaran pada Lana Lan mengingat pernikahan mereka kemarin begitu darurat dan sangat memalukan, bahkan Tristan sedang memikirkan tempat-tempat romantis yang mungkin bisa mereka datangi.
__ADS_1
Benar kata beberapa ulama
Jangan pernah mendahului kehendak Allah dan Sebaik Apapun Rencanamu Dalam Hidup Ini Pasrahkan Kepada Allah, Agar Kamu Tidak Pernah Merasakan Kecewa.
Karena manusia memang hanya bisa berencana, manusia memang hanya bisa merangkai angan, tapi keputusan akhirnya ada pada Allah sang pengatur kehidupan ini.
Sang istri setelah kejadian malam itu terus mengalami gangguan kecemasan, bahkan Lana lan sering kali teringat pada peristiwa yang membuatnya trauma. Bahkan, perempuan itu merasa seakan mengulang kembali kejadian tersebut. Ingatan terhadap peristiwa traumatis tersebut juga sering kali hadir dalam mimpi buruk, sehingga penderita tertekan secara emosional.
Bahkan sang istri cenderung menyalahkan dirinya sendiri. Selain itu, Lana Lan juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa. Dia bahkan juga lebih menyendiri dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain.
Hingga akhirnya Joyce dan doktor John mau tidak mau turun tangan untuk menangani keadaan Lana lan.
"Lana lan masuk pada kondisi PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma'
"Ini menjadi sulit Kris sebab tanpa disadari karena kejadian malam itu di Indonesia tiba-tiba membangkitkan trauma masa lalu nya dan masa kemarin yang tiba-tiba saling menghantam menjadi satu di dalam pemikiran nya"
Doktor John bicara pelan.
"Satu-satunya fara kita menggunakan sistem psikoterapi"
"Psikoterapi merupakan pilihan pertama dalam mengatasi PTSD (post-traumatic stress disorder) , Jika gejala yang dialami pasien tergolong parah, dokter akan menggabungkan psikoterapi dan obat-obatan, tapi untuk Lana lan kita tidak akan menggunakan obat-obatan, kita cukup menggunakan sistem psikoterapi untuk istri kamu Kris"
"Lalu berikutnya bagaimana?'
Tanya Tristan tidak sabaran.
"Psikoterapi dapat dilakukan secara individual atau berkelompok dengan pasien PTSD lain"
Joyce mulai untuk menjelaskan,
"Ada beberapa jenis psikoterapi yang biasanya digunakan untuk mengatasi PTSD, yaitu:"
Terapi perilaku kognitif, untuk mengenali dan mengubah pola pikir pasien yang negatif menjadi positif.
Terapi eksposur, untuk membantu pasien menghadapi keadaan dan ingatan yang memicu trauma secara efektif.
Eye movement desensitization and reprocessing (EMDR), yaitu kombinasi terapi eksposur dan teknik gerakan mata untuk mengubah respons pasien saat teringat kejadian traumatis.
__ADS_1
"Kita akan mencoba terapi nya satu persatu hingga tubuh Lana lan akan tahu terapi mana yang cocok untuk dirinya dan yang mana yang akan menyembuhkan dirinya"
Lanjut Joyce lagi.
"Lalu bagaimana dengan kandungan nya?"
Tristan tampak bertanya penuh kekhawatiran.
"Semua akan baik-baik saja, dan kamu harus benar-benar menjaga asupan makanan Lana lan selama di rumah, di butuh cukup asupan, vitamin dan juga perhatian mu, Kris"
Mendengar ucapan Joyce seketika Tristan mengangguk.
"Kita akan mulai masuk terapis nya besok"
Tristan tampak diam, di secara perlahan menoleh ke arah Lana lan yang mulai terlelap didalam tidurnya nya.
"Lakukan lah"
Ucap Tristan pelan sambil menghela kasar nafasnya.
Setelah dokter John dan Joyce pergi, secara perlahan Tristan mendekati tubuh Lana lan, kemudian laki-laki itu berbaring disamping Lana lan dan dengan gerakan lembut Tristan memeluk erat tubuh sang istri dari belakang.
"Sayang, jangan lakukan ini pada ku hmmm"
Bisik Tristan pelan dibalik telinga Lana lan.
Laki-laki itu mencium lembut Tengkuk Lana lan.
"Saat ini ada anak kita didalam diri kamu, dibandingkan semua hal yang ada didunia ini, saat ini kesehatan dan keselamatan kalian adalah prioritas utama ku hmmm"
Ucap Tristan sambil mulai menyentuh lembut perut Lana Lan.
"Jangan fikirkan soal yang lainnya, cukup fikirkan soal kamu dan anak kita, sisa nya jangan lagi menyalahkan diri kamu sebab sejatinya tidak ada yang bisa menyalahkan takdir ketika Allah telah menggariskan nasib serta ujian nya pada seseorang"
Setelah berkata begitu Tristan memeluk erat tubuh Lana lan, dia mencoba memejamkan bola matanya secara perlahan.
Bolehkah dia menangis saat ini?
__ADS_1
Ini benar-benar menjadi hal bersejarah dalam hidupnya ketika dia selalu berfikir untuk memulai semuanya dari awal.
Dan tristan baru tahu inilah nikmat ujian awal untuk dirinya dikala diri nya mulai ingin meninggalkan seluruh dunia nya yang kemarin.