
Lana Lan menatap wajah Tristan dengan pandangan yang Begitu tajam, dia melipat kedua tangan nya, diduk di kursi sofa sambil bersandar kesal, menunggu laki-laki yang ada di hadapannya itu menjelaskannya keadaan yang sebenarnya.
"berhenti lah menatap ku begitu"
Tristan bicara sambil ikut melipat kedua tangannya, menatap wajah lana Lan dengan perasaan serba salah.
"Kau terlihat menakutkan, dengan wajah seperti itu"
"Yakkk aku hanya butuh penjelasan, kenapa sejak tadi hanya bilang berhenti lah menatap ku?"
Lana Lan berteriak kesal ke arah Tristan
seketika Tristan terkejut, melepaskan tautan tangan nya, dia mundur sedikit dari posisi duduknya, cukup terkejut dan bergidik ngeri.
"Apa yang terjadi? aku hanya ingin tahu apa yang terjadi?"
damn it
umpat tristan
kenapa dia galak sekali sekarang, bahkan lebih mirip serigala yang siap menerkam mangsanya
"masih tidak mau bicara?"
suck..
dia merasa seperti di interogasi
"yeah, ku mengancamnya"
Tristan berusaha untuk bicara jujur
Lana Lan menggeram
"lalu?"
"Itu saja"
ucapnya pelan
__ADS_1
"Kau fikir aku percaya? apa lagi?"
bentaknya berkali-kali
Tristan tampak pusing melihat kemarahan Lana Lan.
"Oh ayolah Lana Lan, ini tidak lucu"
dia mencoba tersenyum, tapi getir.
"Mau menyelesaikan proyek nya atau tidak?"
Lana Lan menatap dingin wajahnya
Tristan menarik kesal ujung dasinya, entah kenapa rasanya jadi begitu gerah.
dia belum pernah dimarahi oleh perempuan mana pun di dunia ini selama 30 tahun lebih dia hidup, bahak. ibu tirinya sekalipun tidak berani membentak nya, tapi lana Lan jelas Dengan sempurna mampu memarahi nya dan membentaknya berkali-kali tanpa jeda.
Oh tuhan
"Aku menghancurkan tempat kerjanya, mengancamnya dan merusak sebuah barang di atas meja kerja nya"
"Benar-benar iblis tidak berhati".
"What?"
Dia melotot kearah Lana Lan, dan nyata nya bola mata Lana Lan lebih mengerikan dari miliknya.
"Minta maaf"
"Yang benar saja, aku tristan, tidak akan pernah melakukan nya"
'Kamu ingin menghancurkan semua proyek nya?"
"Kita hanya perlu memecat pria tua itu"
"Pekerja lain akan berhenti dan mengikuti nya"
"come apa aku harus menjatuhkan harga diri ku dengan meminta maaf pada pria tua itu?"
__ADS_1
Lana lan benar-benar kesal dibuatnya
"Dia memang tua, kau pantas memanggil ya ayah, bapak atau paman, bukan pria tua"
"Lana Lan, apa kita harus berdebat seperti ini hingga sore?"
"Hati mu benar-benar mati, kau harus minta maaf pada nya"
"Tidak akan, Tristan tidak pernah meminta maaf pada siapapun dalam seumur hidupnya"
Tristan membuang pandangannya.
seketika Lana Lan menarik kasar nafasnya
"Hati mu benar-benar keras, Karena itu kau tidak meminta maaf sama sekali setelah malam itu melukai perasaan ku"
settt
kata-kata Lana Lan langsung menembus jantung nya, seperti sebuah bogem besar yang menghantam wajah dan dada nya Secara bersamaan.
ingatan buruk malam itu kembali bergelayut didalam hati serta kepalanya.
Lana Lan tampak kecewa, langsung berdiri dari duduk nya lantas berjalan meninggalkan Tristan.
"Lana.."
suaranya tercekat, dia ingin mengejar langkah Lana Lan tapi kaki dan tubuh nya jelas terasa kaku.
oh ayolah Tristan
hingga akhirnya dia memaksa kaki untuk melangkah mengejar Lana Lan, secepat kilat tristan langsung meraih tangan Lana Lan, berusaha untuk menatap bola mata perempuan itu.
"Maafkan aku, sungguh maafkan aku soal malam itu"
Seketika Lana Lan menatap bola mata Tristan
"Baiklah,.aku akan menemui tuan oxo dan meminta maaf pada nya"
ucap Tristan pelan
__ADS_1
Ini benar-benar keputusan paling gila dari nya.