
Suasana dalam ruangan tampak tenang. Para tamu undangan masih terbawa suasana haru. Pembawa acara mengatakan jika kini saatnya calon pengantin pria yang bicara.
Alden berdiri dari duduknya. Menundukan kepala menghadap pada kedua orang tua Aqila. Pria itu juga menebarkan senyum pada semua tamu undangan. Tampak dia menarik napas sebelum bicara.
"Selamat pagi semuanya. Terima kasih atas kehadirannya. Selamat pagi Papa Joan dan mama Kinanti," ucap Alden memulai ucapannya.
"Papa dan Mama, jika kalian sudah menjaga putrimu Aqila selama 26 tahun, sekarang bolehkah saya menggantikan posisi Papa dan Mama dengan menjaga dan membahagiakannya layaknya perhiasan dunia yang paling berharga."
Alden menghentikan ucapannya. Memandangi kedua orang tua Aqila.
"Jika Allah mengizinkan, saya ingin menjadikan putri Papa dan Mama sebagai istri saya, menemani setiap langkah perjuangan saya, menjadi penyejuk hati saya dikala gundah dan menjadi penasihat saat saya melakukan kesalahan, dari awal saya mengenal Aqila, saya merasa seperti telah menemukan orang yang tepat, sekiranya Papa dan Mama menyetujui, saya ingin melamar putri kalian dan melanjutkan hubungan kami berdua kejenjang pernikahan. Saya berjanji akan membahagiakan dan memenuhi kebutuhan lahir dan batinnya.”
Papa Joan berdiri, "Kami mengizinkan kamu untuk menikahi putri kami," ucap Joan dan kembali duduk.
__ADS_1
Semua keluarga dan tamu bertepuk tangan untuk mengusir ketegangan yang terjadi.
"Aku juga ingin menyampaikan sesuatu buat kekasih hatiku yang sebentar lagi akan menjadi istriku," ucap Alden.
"Aqila Khaleesy, aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, saya butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama … itu … Kamu. Maukah kamu menikah denganku?
Layar lebar yang ada di ruangan menampilkan Aqila yang masih berada di suatu ruangan. Alden tersenyum melihat calon istrinya yang sangat cantik. Aqila berdiri menghadap kamera.
"Alden Leon Wesley, sejak pertama kali bertemu, kehadiran kamu membuat kehidupan saya menjadi lebih berwarna. Kamu berusaha membuat saya tertawa walaupun saya sedang sedih, marah ataupun kecewa serta berusaha membimbing saya selama ini. Hal – hal tersebut mungkin hal kecil yang tidak memiliki arti tapi bagi saya, hal tersebut telah cukup membuat saya percaya bahwa kamu adalah orang yang tepat untuk menjadi pasangan sehidup semati saya. Oleh karena itu lamaran ini saya terima dengan segala pertimbangan yang ada”.
Setelah melakukan percobaan satu kali dan ternyata Alden lancar, akad langsung dimulai.
"Alden Leon Wesley," panggil Joan pelan
__ADS_1
"Saya, Pa."
"Aku nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Aqila Khaleesy binti Joan dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas dan uang tunai senilai satu miliar dibayar tunaii," ucap Joan.
"Aku terima nikah dan kawinnya Aqila Khaleesy binti Joan dengan mas kawin tersebut, Tunaiii," ucap Alden dengan lancar dan sekali tarikan napas.
"Bagaimana saksi, SAH," tanya penghulu.
"SAHHH," ucap kedua saksi serempak, yang tak lain adalah Randi dan satu karyawan kepercayaan mama Kinanti.
"Yeayyy, dah kawin," ucap Alden melompat mendengar kata sah dari saksi. Keluarga dan tamu undangan tertawa mendengar ucapan Alden.
...****************...
__ADS_1
Selamat Pagi. Mungkin novel ini hanya tinggal satu bab lagi menuju tamat. Sambil menunggu update selanjutnya bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini. Terima kasih.