PENGKHIANATAN CINTA

PENGKHIANATAN CINTA
Bab 79. Aku Benci Papa


__ADS_3

Aqila duduk di sofa dengan air mata yang terus mengalir. Dia tidak pernah menduga Papa dsn Mamanya akan berpisah. Yang lebih menyakitkan gadis itu perpisahan kedua orang tuanya dikarenakan perselingkuhan.


Alden memeluk tubuh kekasihnya. Membiarkan Aqila menumpahkan semua tangisnya.


"Aku tidak mengira Papa bisa setega itu denganku dan Mama. Apa salah Mama sehingga tega mengkhianatinya."


"Mama kamu tidak salah, Sayang. Papa saja yang tidak bersyukur memiliki istri seperti mama. Cantik, baik dan setia."


"Aku jadi takut untuk menikah," ucap Aqila dengan lirih.


Alden melepaskan pelukannya pada tubuh gadis itu karena terkejut mendengar ucapannya. Alden menangkup wajah Aqila dengan kedua tangannya.


"Dengar Qila, kamu tidak bisa samakan semua laki-laki itu. Hanya karena satu pria yang menyakiti kamu, jangan membuat kamu jadi takut untuk melangkah. Selingkuh itu sifat, yang memang datang dari diri masing-masing individu."

__ADS_1


Alden kembali membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Sebagai anak tunggal, selama ini Aqila terlalu di manja. Dia belum pernah merasakan kepahitan hidup. Dari kecil sudah bergelimang harta, itulah sebabnya dia sangat manja.


Kepercayaannya pada pria mulai terkikis ketika mengira jika Alden berselingkuh. Baru saja dia kembali percaya dengan pria itu, dia harus ditampar kenyataan jika ayah yang sangat dia banggakan ternyata juga berselingkuh.


Sejumlah ahli di bidang psikologi menyebut selingkuh adalah sebuah perilaku yang cukup rumit dan dipengaruhi dengan berbagai alasan yang kompleks. Menariknya, penelitian bahkan telah mengonfirmasi bahwa kebiasaan selingkuh seseorang merupakan warisan genetik alias dipengaruhi oleh faktor gen.


Lantas apakah artinya selingkuh adalah penyakit yang sulit disembuhkan? Jawabannya adalah bisa iya bisa juga tidak. Karena nyatanya gen tersebut tidak bekerja sendiri. Kecenderungan seseorang untuk berselingkuh juga dipengaruhi beberapa gen lain, selain itu faktor lingkungan, ekonomi, psikis dan pergaulan juga berperan dalam membentuk kebiasaan seseorang.


"Aku takut setelah pernikahan berjalan beberapa tahun, kamu jenuh dengan sikapku atau mungkin karena aku yang mulai menua. Setelah itu kamu mulai mencari wanita lain, seperti Papa. Aku sangat mencintai kamu, nggak tahu apa yang akan aku lakukan jika setelah menikah kamu selingkuh."


Alden mencoba meyakinkan Aqila jika tidak semua laki-laki itu akan melakukan hal yang sama. Dia tidak ingin pernikahannya kembali terancam di tunda karena wanita itu trauma akan kegagalan dalam rumah tangga kedua orang tuanya.


Jam sebelas malam, setelah bisa menghibur gadis itu, Alden mengantarnya pulang. Pria itu langsung pulang karena telah larut malam.

__ADS_1


Saat Aqila sampai di ruang keluarga, dia melihat Papa yang sedang menonton televisi. Biasanya itu dilakukan berdua dengan mamanya. Papa yang menyadari kedatangan Aqila tersenyum dengan anak gadisnya itu.


"Sayang, dari mana kamu? Kenapa baru pulang? Papa sangat kuatir," ucap Papa.


"Kuatir? Apa aku tidak salah dengar? Jika Papa kuatir dan sayang denganku, tidak akan melakukan semua ini. Papa bukan saja menyakiti Mama dengan perselingkuhan itu, tapi juga aku! Kenapa Papa tega memfitnah Alden hanya untuk menutupi aib. Padahal Papa tahu, jika aku sangat mencintai Alden!" teriak Aqila.


Dia menumpahkan semua kekesalannya. Jika kemarin di rumah sakit dia masih menahan untuk tidak berteriak.


"Sakit, Pa. Sakit hati ini ketika aku harus berpisah dari Alden karena mengira dia berselingkuh. Tapi hati ini lebih sakit lagi ketika tahu semua ini hanyalah rekayasa dari Papa kandungku. Apakah aku ini bukan darah dagingmu, Pa? Kenapa kau tega menyakiti aku seperti ini. Aku benci, Papa!" ucap Aqila.


Tubuhnya terasa lemah. Aqila akhirnya terduduk ke lantai. Mama yang melihat semua itu memegang dadanya. Sakit yang dia rasakan tidak seberapa jika dibandingkan dengan anaknya. Yang dipisahkan dengan kekasihnya hanya karena ego dari Papa sendiri.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2