PENGKHIANATAN CINTA

PENGKHIANATAN CINTA
Bab 96. Bucin


__ADS_3

Seperti perjanjian saat pagi tadi, kini Alden, Aqila dan Randi menuju bandara untuk menjemput Miho yang sebentar lagi akan tiba.


Sepanjang jalan menuju bandara hati Randi benar-benar diuji dengan melihat keromantisan yang tercipta di antara Aqila dan Alden.


"Oh ya ampun sampai kapan hati aku diuji seperti ini?" batin Ranti berteriak histeris.


Terlebih saat Alden terang-terangan mengecup bibir Aqila di atas mobil. Randi bisa bernafas lega setelah mereka telah sampai di bandara. Pria itu buru-buru turun karena tidak ingin menyaksikan momen menyesatkan di dalam mobil.


Sementara Alden sendiri seperti tidak punya malu terus saja mengecup pipi Aqila berulang kali meski telah ditegur.


"Cukup Al! Kenapa kamu tiba-tiba mesum sih seperti ini?" omel Aqila mulai kesal akan tingkah kekasihnya.


Sejak meninggalkan perusahaan Alden sudah bertingkah, padahal Aqila sangat malu pada Randi tadi.


"Sayang, aku cuma mau nyium kamu itu saja tidak lebih," rengek Alden.


"Mulai hari ini tidak ada cium-cium lagi sampai hari H tiba!" Aqila langsung turun dari mobil dan berjalan terburu-buru memasuki bandara dimana Randi berdiri.


Alden yang melihatnya ikut berdiri dan menyela antara Randi dan Aqila agar tidak terlalu dekat.

__ADS_1


"Sudah saya bilang jangan dekat-dekat sama kekasih saya Randi!" omel Alden.


Randi menatap tidak percaya pada bosnya. Perasaan sejak tadi dia hanya berdiri tanpa berusaha mendekat, tapi kenapa dia selalu salah dimata Alden.


"Miho!" Aqila melambaikan tangannya tanpa memperdulikan keberadaan Randi dan Alden yang masih saja berdebat tiada henti. Wanita itu berlari untuk menyambut kedatangan temannya.


Miho melakukan hal yang saja, berlari sekencang mungkin sambil menarik kopernya. Keduanya saling berpelukan untuk melepaskan kerinduan masing-masing karena lama tidak bertemu.


Tanpa Aqila dan Miho sadari sejak tadi ada dua orang yang memperhatikan tingkah kekanak-kanakan mereka. Dia adalah Alden dan Randi, mereka tidak melepaskan tatapannya karena terhipnotis akan senyuman manis dua gadis cantik.


"Cantik," ucap Alden dan Randi serempak.


Randi lantas mengelengkan kepalanya. "Ti-tidak Tuan, aku sedang memuji teman nona Qila. Dia terlihat cantik dan tingkah mereka sangat mirip."


"Kau boleh menyukai temannya tapi tidak dengan istriku!"


"Calon Tuan!"


"Bodoh amat!" Alden meninggalkan Randi dan menghampiri Aqila dan Miho yang masih saja heboh saling bertukar kabar.

__ADS_1


Tanpa malu pada siapapun, Alden langsung mengamit pinggang Aqila mesra di depan Miho.


"Obrolannya dilanjut nanti oke? Sekarang waktunya makan siang."


"Ah iya benar aku hampir lupa karena bahagianya." Aqila tertawa, gadis itu melepaskan genggaman tangannya dari Miho lalu menatap Randi memberi kode.


"Aku dan Alden masih ada urusan penting, kau bawalah mobil dan ajak Miho makan siang," ujar Aqila dan menarik kekasihnya meninggalkan bandara.


Gadis itu rela naik taksi bersama kekasihnya demi memberi waktu untuk Randi dan Miho bersama, terlebih Miho sepertinya tertarik pada Randi. Itu terlihat dari Miho membicarakan bagaimana baiknya Randi mengurus semua kebutuhannya sebelum berangkat.


"Naik taksi?" Alden menghentikan langkahnya.


"Hm, kita naik taksi buat jalan-jalan. Pacaran ala kelas menengah kebawah. Jalan kaki dan makan pinggir jalan."


"Tidak!" Tolak Alden. "Bagaimana kalau kamu sakit karena makan makanan yang ...."


Alden mengigit bibir bawahnya saat sebuah benda kenyal menyentuh bibirnya.


"Bawel banget sih calon suami aku!"

__ADS_1


...****************...


__ADS_2