
Setelah pulang dari pengadilan dan mengantar mama Aqila ke perusahaan, Alden membawa kekasihnya jalan-jalan lebih dulu. Terlebih hari ini Alden tidak terlalu sibuk karena semuanya telah ditangani dengan baik oleh Randi.
"Mau kemana?" tanya Aqila setelah mobil melaju dengan cepat berlawanan arah dengan rumahnya.
"Kawin lari."
"Al!"
"Canda Sayang, cuma jalan-jalan sebentar ke aquarium, maukan?"
Aqila lantas menganggukkan kepalanya, terlebih sudah lama dia tidak berkunjung ke aquarium manapun, padahal dia salah satu pencinta laut.
Senyuman Alden mengembang melihat senyuman Aqila kembali lagi. Tangan pria itu bergerak untuk mengenggam tangan kekasihnya. Mengecup beberapa kali sambil melajukan mobil dengan sebelah tangannya.
"Akan aku buktikan bahwa tidak semua laki-laki sama, dan aku adalah salah satu laki-laki setia yang hanya mencitai kamu saja," batin Alden melirik Aqila sekilas.
Setelah berkendara cukup lama dan tentu saja lumayan jauh, akhirnya mereka telah sampai di aquarium yang sering kali mereka kunjungi dulu sebelum ada drama perselingkuhan dari pria brengsek seperti Joan.
__ADS_1
"Silahkan ratuku!" Alden mengayungkan tangannya setelah berhasil membuka pintu mobil, hal itu membuat Aqila melupakan sejenak rasa sedih dalam hatinya.
Aqila meraih uluran tangan Alden lalu mengikuti langkah kekasihnya memasuki Aquarium yang telah dihuni banyak orang berlalu lalang. Entah akan pergi atau baru saja datang seperti dirinya.
Mata Aqila berbinar sempurna setelah berhasil memasuki Aqurium dan seperti berjalan didasar laut bersama Alden.
"Indah dan cantik banget," puji Aqila.
"Hm, secantik gadis yang aku genggam tangannya selama ini."
Pipi Aqila memerah mendengar gombalan pasaran dari Alden, mungkin karena sudah lama mereka tidak jalan-jalan seperti ini. Dulupun jika jalan, pasti Viona ikut serta dan Aqila tidak enak jika menolak.
Alden menghentikan langkahnya tepat di depan terumbu karang dengan berbagai ikan mengerumuni.
"Proses perceraian maksimal akan memakan waktu 6 bulan, apa kamu yakin mau menunda selama itu?"
"Entahlah Al, aku masih belum rela kalau mama dan papa pisah. Tapi aku juga tidak mau mama sedih karena papa. Apa kita tidak terlalu egois kalau melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat?" tanya Aqila mulai ragu dengan keputusannya sendiri.
__ADS_1
Pertama ragu akan namanya pernikahan, kedua ragu akan kesetian seseorang. Sekarang banyak yang telah terjadi disekitar kita, entah artis maupun rakyat biasa.
Mereka terlihat begitu romantis dan memanjakan istrinya, tapi siapa yang menyangka dibalik sikap manis, ada wanita lain di belakangnya.
Bisa dibilang romantisnya seorang pria tergolong menjadi dua bagian. Romantis karena benar-benar mencintai istrinya, atau romantis untuk menyembunyikan kebusukan agar tidak tercium oleh siapapun.
Tidak perlu jauh-jauh Aqila mencari contoh, karena bukti nyata adalah ayahnya sendiri.
Pria yang selalu memanjakan istri dan putrinya, ternyata menghamili wanita lain dengan sengaja.
"Aku harus bagaimana untuk menyakinkanmu, Qila?"
"Aku tidak tahu Al. Aku bingung dengan diriku sendiri."
"Tidak apa-apa aku menghargai semua keputusanmu." Alden tersenyum tulus. Mengecup kening Aqila di depan semua orang dan membawanya lebih masuk lagi ke Aquarium untuk melihat-lihat jenis ikan lainnya.
"Ikan mas, Qila. Kalau kita tangkap terus jual bakal dapat uang banyak!" seru Alden menunjuk ikan setengah kuning.
__ADS_1
"Ish garing banget deh!"
...****************...