
Sedangkan Ghina juga melakukan rangkaian Baptis. Dalam agama Kristen, sakramen Baptis merupakan pintu masuk kepada sakramen-sakramen lainnya dan gerbang menuju keselamatan. Untuk dapat menerima sakramen Baptis secara sah, dibutuhkan syarat-syarat valid yang meliputi penerima, pelayan, materi, dan forma. Bacaan masuk Kristen atau forma sakramen Baptis akan dibacakan oleh penerima Baptis.
"Sebelum kamu berpindah keyakinan, ada beberapa cara yang harus dilakukan untuk masuk agama kami yaitu satu, menerima Yesus hadir dalam hidupmu. Dua, Baptis sebagai tanda awal. Tiga, mengungkapkan pertobatan kepada Allah. Empat, percaya pada kuasa Allah. Lima, memercayai doktrin umat Kristen bahwa Yesus adalah satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat, percaya bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Suci adalah apa yang diperkenankanNya, dan percaya bahwa kunci utama untuk masuk Kerajaan Surga adalah melalui Tuhan. Enam, Doa kepada Tuhan, dan ketujuh membaca Kitab Suci Alkitab sebagai sumber kehidupan. Apa kamu sanggup dan yakin dengan pilihanmu?" kata pendeta.
"Aku yakin dan sanggup," balas Ghina. Dia beralih keyakinan demi bisa hidup bersama Chiko dan ingin menjadi istri Chiko serta ingin tinggal di rumah mewah dan memperbaiki kehidupannya.
Ghina pun penerima sakramen Baptis. Materi yang dibutuhkan dalam sakramen ini adalah air yang telah diberkati.
Ketika memberi sakramen, kepala Ghina dituangi dan di masukkan kedalam air dan tindakan tersebut diikuti dengan forma Baptis atau bacaan masuk agama mereka.
“Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.”
Apa yang di lakukan Ghina diperhatikan oleh Chiko dan juga beberapa warga yang terus menerus berjaga agar keduanya tidak kabur. Demi bisa menikahkan Chiko dan Ghina karena tidak ingin ada lagi perzinahan terjadi, mereka sampai meminta untuk membaptis Ghina.
__ADS_1
"Mau kabur pun susah, para warga begitu ketat memperhatikan ku. Sial sekali hidupku, yang aku ingin Azzura malah dapat Ghina. Sial, tidak akan pernah bisa Ghina menempati Azzura di hatiku. Sekalipun dia mengandung anakku dan menjadi istriku, dia tidak akan berhasil menggeser kan cintaku pada Azzura. Aku berjanji akan mencarimu dan akan membawamu kembali, Azzura."
"Akhirnya aku bisa menikah dengan Chiko. Sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Chiko dan tinggal di rumah mewah itu," batin Ghina ketika sudah selesai melakukan pemberkatan.
*****
Di saat yang lain tengah berkecimpung di dunia mereka masing-masing, Azzam sedang melakukan shalat istikharah meminta sebuah petunjuk mengenai perjodohan yang akan di lakukan.
Dia begitu khusu berdoa ditengah malam yang mencekam. Kedua telapak tangannya menengadah ke atas, kepalanya sedikit mendongak, dan matanya ia pejamkan.
Lalu, Azzam mengusap wajahnya secara perlahan dan ia lanjutkan dengan berzikir serta memohon ampunan Tuhan-NYA.
Setelah selesai, Azzam kembali tidur di samping Azriel dan ia memeluk tubuh mungil anak delapan bulan itu. Perlahan matanya terpejam hingga ia terlelap dalam mimpi yang membuatnya gelisah tidak menentu.
__ADS_1
Di bawah Alam sadarnya Azzam, ia melihat hamparan bunga-bunga bermekaran. Namun, di sebelah kirinya bunga itu layu dan terlihat gugur ditambah hawa yang terlihat panas. Di sebelah kanannya bunga itu masih segar dan terlihat indah serta wangi nan sejuk.
Hingga Azzam mendengar suara tangisan Azriel berada di kiri. Tangis Azriel begitu menyayat hati seakan telah terjadi sesuatu padanya.
"Azriel kamu kenapa, Nak?" Azzam berlari ke arah Azriel, tapi ia tidak bisa menembus batas itu dan tidak bisa mengambil putranya.
Huaaaaa... huaaa...
"Lebih baik kamu mati! menyusahkan saja!" sentak seorang wanita membuat Azzam terbelalak karena wanita yang membelakangi dirinya terlihat memukul putranya.
"Hei, apa yang kau lakukan pada anakku?"
Tangis Azriel semakin kencang dan wanita itu memukuli putranya.
__ADS_1
"Azriel!!!" pekik Azzam terbangun dari mimpi buruknya. Azzam langsung menoleh dan memeluk sang putra. "Ya Allah, mimpi apa itu? Kenapa anakku di pukuli wanita tidak dikenal? Apa maksud mimpi mu ini, ya Allah?"