
Hingga sore mereka berada di akuarium. Tampak kebahagiaan terpancar dari wajah Aqila. Alden memang sengaja meliburkan diri dari pekerjaan selama tiga hari untuk membawanya jalan-jalan. Semua urusan kantor diserahkan pada Randi.
Alden mengajak Aqila ke salah satu butik dan membeli pakaian untuk ganti. Ke hotel buat mandi dan berganti baju saja. Setelah itu langsung membawa Aqila ke pasar malam yang ada di sudut kota agak terpencil.
Alden mengendarai mobilnya menuju lokasi. Semua itu atas rekomendasi dari Randi. Pria itu berkata, pasar malam akan mengingatkan seseorang pada masa kecilnya. Pasti akan membuat seseorang bahagia.
Disinilah Alden dan Aqila berada. Ternyata apa yang Randi katakan itu ada benarnya. Aqila tersenyum semringah begitu menyadari Alden membawanya kesasar malam.
"Al, beli'in kembang gula itu," pinta Aqila begitu masuk lokasi melihat ada penjual kembang gula.
Alden yang mendengar permintaan kekasihnya segera menghampiri pedagang kembang gula dan membeli satu untuk Aqila.
"Nih, Sayang."
Aqila menerima kembang gula tersebut dengan senang hati dan melanjutkan melihat-lihat sekitar bersama kekasihnya. Aqila berjalan lambat dibelakang Alden, sampai Alden berhenti mendadak yang membuat Aqila otomatis menabrak punggungnya.
__ADS_1
Alden membalikkan badannya dan memakan kembang gula yang ada ditangan Aqila, membuat empunya cemberut karena kembang gulanya berkurang.
"Jangan cemberut, nanti kalah manis dari kembang gulanya. Saat pulang, aku beli yang banyak untukmu," ucap Alden. Aqila mencubit lengan kekasihnya itu.
"Kita naik biang lala yuk!" ajak Alden pada Aqila saat melihat banyaknya antrean.
"Aku takut ketinggian," jawab Aqila singkat hendak mencari tempat lain untuk mengalihkan permintaan Alden.
Namun, bukan Alden namanya kalau dia tidak keras kepala. Dia dengan sengaja membopong Aqila di depan umum yang membuat semua orang menatap cengir ke arah mereka berdua, sedangkan Aqila hanya menutup matanya karena dia yakin kini pipinya sudah memerah dibuat pria itu.
"Sayang, buka matanya," pinta Alden yang membuat Aqila membuka matanya pelan.
"Ah!" teriak Qila langsung memeluk lengan Alden karena takut.
"Gausah takut, ada aku. Lagian aku nggak bakal bikin kamu jatuh kok," ujar Alden berusaha menangkan kekasihnya itu.
__ADS_1
Alden juga beberapa kali menyodorkan kembang gula yang masih tersisa, dan langsung di makan Aqila untuk mengurangi rasa takutnya.
Malam itu mereka habiskan dengan menikmati permainan biang lala yang entah sudah berapa kali putaran dan membuat Aqila tambah gemetar.
Dia sudah bersumpah bahwa ini pertama dan terakhir kalinya dia mencoba permainan ini, sedangkan Alden hanya tertawa melihat reaksi kekasihnya yang sangat ketakutan.
Begitu turun dari bianglala, Aqila mencari bangku dan duduk untuk menenangkan detak jantungnya yang berdetak lebih cepat karena masih takut.
Alden mengecup pucuk kepala gadis itu, tidak peduli banyaknya orang. Alden yang berdiri dihadapan Aqila memeluknya dalam dekapan dada.
"Apa kamu benar-benar takut, Sayang? Aku hanya ingin kamu terhibur. Maafkan aku, ya?" ucap Alden dengan penuh penyesalan.
Aqila mengerti maksud kekasihnya itu hanya untuk menghiburnya. Dia membalas memeluk pinggang Alden untuk menetralkan jantungnya.
Setelah Alden merasa Aqila cukup tenang mengajaknya kembali pulang. Jarak tempat ini kerumah cukup jauh sekitar 90 menit.
__ADS_1
...****************...