PENGKHIANATAN CINTA

PENGKHIANATAN CINTA
Bab 87. Melamar


__ADS_3

Alden datang tepat pukul tujuh malam. Disambut mama Kinanti. Wanita itu tersenyum semringah dengan kekasih putrinya itu. Dia berharap pernikahan Aqila tidak seperti dirinya.


Aqila dan Alden akan menikah karena mereka saling jatuh cinta, berbeda dengan dirinya yang menikah karena perjodohan dan balas budi. Kinanti berharap putrinya mendapatkan pria yang bisa menjadikan dia ratu di hati dan juga dalam rumah tangga mereka.


Sepuluh menit menunggu, Aqila keluar dari kamarnya. Tampak sangat cantik sekali.


Alden memandang tanpa kedip. Pria itu langsung mengajak pergi setelah pamit dengan mama Kinanti. Tak kalah dari Aqila, pria itu juga sangat tampan malam ini.



Alden malam ini berencana melamar kekasihnya, Aqila. Dia sengaja menyewa satu kafe untuk memberikan kejutan. Aldenmembuat kafe menjadi tempat yang sangat romantis. Hanya ada mereka berdua nantinya.


"Sayang, kita akan makan malam di mana? Tumben pakai rahasia segala," ucap Aqila manja. Tidak biasanya Alden menyembunyikan tempat makan malam mereka.


"Aku ingin memberikan kejutan. Jika aku mengatakan sekarang. Itu bukan kejutan namanya," jawab Alden.

__ADS_1


"Nanti kamu pasti akan tau juga, Sayang." Kembali Alden menjawab.


Alden menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalanan tangan kanan Aqila selalu dalam genggamannya. Tiba di salah satu kafe ternama di kota tempat mereka tinggal, Alden menutup mata kekasihnya.


"Kenapa harus ditutup matanya, Al?" tanya Aqila


"Berhenti bertanya, Sayang, nikmati saja kejutan yang akan aku berikan," jawab Alden.


Laki-laki itu turun dari mobil, membukakan pintu untuk sang kekasih. Alden dengan setia menuntun Aqila memasuki kafe yang telah didekorasi secantik dan seromantis mungkin.


Dia menarik kursi untuk Aqila duduk. "Jangan membukanya sebelum ada perintah dariku," bisik Alden sedikit menunduk.


"Intinya itu akan membuat kamu dan aku bahagia," jawab Alden.


Laki-laki itu memberi kode pada pelayan yang telah di latih pagi tadi untuk kelancaran acara kejutan. Alden ingin semua berjalan lancar sebab hari ini adalah hari istimewa untuknya juga Aqila. Dia akan melamar kekasih hatinya. Semua ini ide dari Randi.

__ADS_1


"Al ...," panggil Aqila meraba tangan Alden yang duduk di hadapannya.


Masih dengan mata tertutup, Aqila menolehkan kepala ke sana kemari mencari dari mana asal alunan musik yang begitu romantis dan menusuk relung hati. Dia tidak sabar ingin membuka matanya.


"Alden ...."


Alden tidak menyahut, pria itu berjongkok di depan kekasihnya seraya memegang kotak cincin sangat indah. Dia sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Aqila.


"Bukalah penutup matamu, Sayang!" perintah Alden.


Tepat saat Aqila membuka penutup matanya, dia di suguhkan pemandangan yang sangat indah. Di belakang Alden rangkaian bunga mawar bertuliskan: ‘WILL YOU MARRY ME AQILA KHALEESY?’. Lilin-lilin yang disusun sedemikian rupa menambah keromantisan suasana malam ini.


Aqila menutup mulutnya tidak percaya melihat kejutan yang di berikan Alden untuknya. Terlebih saat mendengar kalimat yang keluar dari mulut sang kekasih.


"Kebanyakan orang mengatakan obat dari jatuh cinta adalah menikah. Dan sekarang aku sedang jatuh cinta. Aqila, maukah kamu menjadi obat jatuh cintaku? Di hati ini hanya tertulis namamu, namun apalah arti itu semua jika bukan namamu yang tertulis di buku nikah kita."

__ADS_1


Aqila meraih tangan Alden agar berdiri. "Aku sangat bahagia dengan kejutan yang kamu berikan, aku tidak menyangka kamu akan melamarku malam ini, Sayang," ucap Aqila penuh kelembutan.


...****************...


__ADS_2