
Aqila dengan gugup meraih tangan Alden dan membantunya untuk berdiri. "Aku sangat bahagia dengan kejutan yang kamu berikan, aku tidak menyangka kamu akan melamarku malam ini, Al," ucap Aqila penuh kelembutan.
Alden memandangi wajah Aqila tanpa kedip menantikan jawaban apa yang akan keluar dari mulut mungil wanita yang dicintainya itu.
Alden masih menunggu Aqila memberikan jawaban atas pernyataannya cintanya. Melihat gadis itu yang hanya diam, Alden kembali bersuara.
"Aqila, aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya di hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku? Dan berkali-kali pula jawabanku tetap sama, itu kamu. Tahukah kamu? Satu-satunya orang yang memenuhi syarat untuk menjadi istriku adalah kamu. karena, syarat pernikahan adalah jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama. Maukah kamu menikah denganku, Aqila?"
Alden kembali mempertanyakan kesediaan Aqila untuk menjadi pendamping hidupnya. Pria itu takut jika Aqila berubah pikiran lagi.
Sebenarnya banyak wanita yang menginginkan cinta pria itu, tapi entah mengapa hatinya cuma memilih Aqila sebagai ratu yang bertahta dihatinya.
__ADS_1
Aqila tersenyum dan memandangi wajah kekasihnya itu. Dia tahu, pasti Alden tidak sabar lagi menunggu jawabannya.
"Alden, terima kasih sudah memilihku untuk bersamamu, aku tahu aku sangatlah beruntung memilikimu. Kau datang di hidupku dan kurasa itulah keajaiban yang diturunkan Tuhan kepadaku. Kamu telah membuatku melewati jalan yang penuh liku dengan senyuman dan penuh kebahagiaan, sekali lagi terima kasih, Al. Aku bersedia menikah denganmu," ujar Aqila dengan pelan.
Walau kalimat terakhir diucapkan Aqila dengan suara yang pelan, tapi tetap terdengar di telinga pria itu. Tanpa di duga, pria itu melompat kegirangan.
"Yess, akhirnya aku bisa kawin," teriak Alden.
Aqila memandangi tingkah Alden dengan tersenyum. Untung saja kafe ini telah di sewa khusus untuk mereka berdua.
"Aku tidak butuh kata gombal dan rayuanmu, Al. Aku hanya butuh pembuktian. Bukankah pria sejati tidak akan pernah mengingkari ucapannya. Mulai hari detik ini, buktikan semua kata-katamu."
__ADS_1
"Aku akan buktikan pada dunia, jika kamu wanita paling beruntung. Akan aku buat wanita di luar sana cemburu melihat kamu yang sangat aku cintai. Sekali lagi aku tanyakan, apakah kamu bersedia menjadi pendampingku dan ibu anak-anakku?"
Aqila tidak menjawab pertanyaan Alden yang entah udah keberapa kali. Hanya anggukan kepala sebagai jawabannya. Alden langsung memeluk Aqila erat.
"Orang-orang bilang kalau jatuh cinta hanya terjadi sekali, tapi mereka tidak benar. Setiap aku melihatmu, aku selalu jatuh cinta, lagi dan lagi. Kamu adalah orang yang muncul pertama kali ketika aku akan mengawali hari dan kamu akan selalu hadir ketika aku akan tidur di malam hari," ucap Alden dengan antusias.
"Aku nggak butuh kata cinta dan gombal saja tapi bukti nyata dari semua ucapanmu itu."
"Baiklah, Sayang. Aku akan buktikan dengan menikahimu segera. Besok Randi akan mulai mengurus surat pernikahan kita.
Alden mengajak Aqila untuk duduk ke tempat semula. Setelah itu menyematkan cincin di jari manis gadis itu sebagai tanda pengikat.
__ADS_1
Tanpa kedip Aqila memandangi cincin yang disematkan di jari manisnya. Tanpa bisa di bendung air mata jatuh membasahi pipi mulusnya. Bahagia dan terharu.
...****************...