
Memilih agama atau kepercayaan merupakan hak setiap manusia, termasuk para mualaf yang memutuskan untuk masuk Islam. Keinginan memeluk Islam umumnya terjadi ketika seseorang mendapatkan hidayah dari berbagai cara yang tak terduga, salah satunya melalui mimpi.
Pun dengan Azzura yang sudah mantap beralih keyakinan Karena ia merasa mendapatkan beberapa hidayah dan juga merasa ada ketenangan yang berbeda. Dengan keyakinan dan hati yang sudah yakin, Azzura memilih pindah.
Kini, hampir semua orang yang ada di area pesantren sudah berkumpul di mesjid untuk menjadi saksi atas keyakinan Azzura memeluk agama Islam. Tidak ada paksaan, tidak ada keraguan, tidak ada oknum tertentu yang mempengaruhi Azzura. Ini murni keyakinannya dan murni pilihannya, karena semua orang berhak menentukan pilihannya.
Dan ketika ada orang yang menentukan pilihan, jangan hina mereka, jangan cemooh mereka, jangan menghakimi mereka, tapi rangkullah mereka, dukung mereka, dan yakinkanlah mereka bahwa pilihan itu adalah hal yang tepat. Dan yakinkan mereka bahwa mereka harus bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Terkadang banyak yang menyayangkan seseorang yang menentukan pilihannya sendiri.
"Assalamualaikum," ucap seorang kiai.
"Waalaikumsalam."
"Alhamdulillah, di kesempatan kali ini kita dapat berkumpul lagi dengan keadaan sehat walafiat dan senantiasa dilindungi oleh Allah SWT. Dalam kesempatan pertemuan kali ini, ada hal yang mungkin berbeda dari biasanya. Di hadapan saya sudah duduk seorang perempuan yang sebagaimana tah Allah ketuk hatinya untuk menjadi salah satu umat muslim. Dia adalah Azzura Fatharani," ucap pak Kiai.
Azzura yang sedang duduk di samping umi Qulsum tengah menunduk dengan rasa yang berbeda. Dia yang saat ini sudah mengenakan pakaian tertutup dan hijab bersiap mengikuti arahan pak Kiyai.
"Sebelum ke hal utama, ada sedikit pembahasan mengenai kata MUALAF. Mengutip buku Tujuh Mualaf yang Mengharumkan Islam karya Adi Taufik Pramugianto, mualaf berasal dari kata alfah alifah yang berarti “menjadikannya jinak”. Secara istilah, mualaf dapat diartikan sebagai orang yang sedang dijinakkan hatinya agar bersedia untuk membela dan masuk Islam. Pun dengan Azzura yang juga tengah di jinakkan hatinya oleh Allah untuk mengikuti ajarannya. Dan dihimpun dari laman Nahdlatul Ulama (NU Online), ada beberapa hal yang perlu dipenuhi oleh seseorang ketika masuk Islam yang Artinya: “Pertama, melafalkan dua kalimat syahadat, la ilaha illallah muhammad rasulullah/tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah. Berlepas diri dari agama selain Islam. Meyakini dalam hatinya keesaan Allah SWT. Kemudian diwajibkan mandi sebagaimana Rasulullah memerintahkan mandi Tsumamah bin Utsal dan Qis bin ‘Ashim ketika masuk Islam. Kemudian diwajibkan shalat karena iman mesti berbarengan antara perkataan dan perbuatan, sebab perkataan ibarat klaim dan amal sebagai bukti. Perkataan merupakan bentuk formal, sementara amalan substansi atau ruhnya.” tutur kiyai panjang lebar.
__ADS_1
"Sebelumnya terlebih dulu saya ingin bertanya kepada Azzura. Apakah berkenan?"
"Berkenan pak kiyai," jawab Azzura.
"Azzura, apakah kamu yakin ingin menjadi bagian dari agama kami?"
"Saya yakin pak kiyai. Ini keinginan saya tanpa ada paksaan dari pihak manapun," jawab Azzura terdengar yakin dan juga tegas.
"Alhamdulillah. Kalau begitu kita mulai pada langkah yang pertama yaitu mengikrarkan dua kalimat syahadat. Membaca dua kalimat syahadat adalah kunci utama dari seseorang yang ingin masuk Islam. Ikrar ini tidak sekadar diucapkan dengan lisan, tetapi juga diyakini dalam hati. Ketika kamu membacanya yakini dalam hatimu juga."
"Ku ikuti, ya." Azzura mengangguk.
"Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah," ucap pak kiyai.
"A-Asyhadu an la ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah," ucap Azzura perlahan namun lancar.
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan (aku bersaksi) bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”
__ADS_1
"Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan (aku bersaksi) bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah," balas Azzura tidak ada keraguan sedikitpun saat membacanya.
"Alhamdulillah hiribbil'alamain."
Mereka yang ada di sana serempak mengucapkan kata Alhamdulillah dan ikut menyambut Azzura sebagai muslimah. Umi Qulsum yang ada di samping Azzura terharu dan memeluk tubuh Azzura.
"Selamat datang, sayang. Semoga kamu menjadi wanita muslimah yang taat kepada Allah, dan semoga kamu tetap Istiqomah dalam menjalankan perintah Allah." Doa tulus Umi Qulsum berikan kepada Azzura dan Azzura pun membalas pelukannya.
"Insyaallah, Umi. Bimbing Azzura dan kasih tahu aku jika ada hal yang salah yang aku lakukan."
"Insyaallah, Nak. Insyaallah Umi akan berusaha membimbing mu."
Sebuah pilihan yang sudah di pertimbangkan sejak lama dan sudah di pikirkan dengan matang-matang. Keyakinannya bahwa Azzura memilih ini, dia menginginkan ini, dan dia memilih jalan seperti ini.
*****
__ADS_1