
Acara ijab kabul telah usai. Alden dan Aqila sama-sama senang karena wedding organizer yang mereka sewa benar-benar mengerjakan tema rustic seperti yang kedua pengantin inginkan. Mereka tidak salah memilih wedding organizer. Keduamya sama-sama puas.
Seperti yang dikatakan oleh Aqila sebelumnya mengenai gaun pernikahan yang akan dia pakai usai ijab qabul diucapkan adalah gaun berwarna hijau emerald. Kedua pengantin juga sudah berganti pakaian dari kebaya putih ke gaun. Saat ini mereka sedang ada di proses pemotretan tahap kedua.
Di sudut ruangan tampak Miho tersenyum menyaksikan Aqila yang sedang melakukan pemotretan. Randi yang melihat Miho mendekati wanita itu.
"Apa kamu tidak ingin seperti mereka?" tanya Randi.
Mendengar ucapan Randi, gadis itu tersenyum. Seminggu selalu bersama dalam mengurus pernikahan Alden dan Aqila membuat mereka makin akrab.
"Setiap gadis pasti memimpikan itu," ucap Miho.
"Aku bisa mewujudkan mimpi kamu itu secepatnya jika kamu menginginkan."
"Aku tidak sedang bercanda!"
"Aku juga tidak bercanda, aku akan melamarmu jika itu yang kamu inginkan," ucap Randi.
__ADS_1
"Mulai sekarang kamu tidak usah bekerja di Korea lagi. Aku bisa biayai hidupmu dengan gaji yang diberikan Tuan Alden. Apa lagi mulai bulan depan aku telah dipercaya memegang cabang perusahaan milik Tuan Alden."
"Jika kita menikah, aku memang menjadi tanggung jawabmu. Sebelum menikah jika aku tidak bekerja, bagaimana aku bisa memenuhi kebutuhanku."
"Sudah aku katakan, itu menjadi tanggung jawabku. Lagi pula aku ingin kita menikah secepatnya."
Miho tidak menjawab lagi ucapan Randi. Hatinya bahagia karena Randi serius menjalin hubungan dengannya. Dengan begitu dia tidak harus kembali ke luar negeri lagi. Bisa bersama ibunya terus.
Sedari tadi Alden tidak bisa mengalihkan pandangannya dari kecantikan Aqila yang sudah resmi menjadi istrinya. Dia jadi teringat acara ijab qabul tadi pagi. Dia begitu gemetar namun Alden berusaha mengatasinya dan dia bersyukur karena akhirnya proses yang begitu sakral itu berhasil dilewati.
Semua sanak saudara dari keluarga Aqila maupun sahabat Alden pun berdatangan. Pernikahan mereka diadakan di sebuah gedung dan digelar secara megah. Bahkan tidak jarang dari tamu undangan yang memuji kecantikan dekorasi pernikahan Alden dan Aqila.
"Iya makasih ya sudah datang. Silakan dinikmati hidangannya, semoga suka," balas Alden.
Satu per satu dari tamu undangan saling memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Teman-teman Aqila juga sebagian ada yang datang. Wanita itu hanya mengundang teman dekatnya saja.
Hari berlanjut ke sore, saat ini kedua mempelai sudah berganti gaun menjadi warna mauve. Begitu juga dengan bridesmaid. Aqila merasa menjadi ratu satu hari ini. Dia dilayani oleh banyak orang, menjadi pusat perhatian, banyak menerima ucapan selamat, dipuji-puji dan masih banyak lagi. Aqila bahagia terlebih lagi saat dia menyadari bahwa status Alden sekarang bukan lagi kekasihnya. Namun sudah berganti menjadi suaminya.
__ADS_1
Acara pesta pernikahan masih berlanjut hingga ke malam hari. Sesuai jadwal, Aqila akan mengenakan gaun berwarna silver dan Alden akan memakai tuxedo berwarna hitam.
Tidak kalah ganteng dengan Alden, Randi juga menggunakan pakaian senada. Begitu juga dengan Miho.
Untuk pesta malam hari lebih terkesan bebas dengan dress code berwarna silver. Apabila pernikahan Alden dan Aqila ketika pagi sampai sore berada di dalam gedung, berbeda dengan acara pernikahan mereka saat malam hari. Semuanya berada di sisi pantai. Lagu-lagu barat dan sesekali musik disko diputar oleh mereka. Dan untuk acara malam hari lebih dominan diisi oleh anak-anak muda seperti teman-temannya Alden maupun teman-temannya Aqila. Sehingga tidak banyak orang tua di sana. Kecuali beberapa keluarga inti yang masih ikut menemani.
Aqila benar-benar senang karena dia berhasil mewujudkan pesta pernikahan impiannya. Mungkin terlihat sedikit nyeleneh, aneh dan berbeda dari para pengantin-pengantin lainnya, tapi Aqila maupun Alden tidak takut untuk mengambil perbedaan tersebut. Bagi mereka ini adalah pesta yang mereka inginkan sehingga mereka tetap mewujudkannya. Walaupun ada beberapa keluarga yang sedikit menantang akan ide yang mereka miliki. Namun kedua pengantin tetap menerobosnya.
Aqila tertawa lepas, saat ini dia sedang berdansa bersama Alden di atas panggung diiringi oleh lagu Sway yang dinyanyikan oleh Michael Buble. Keduanya sudah berlatih dansa tersebut selama satu minggu sebelum acara pernikahan. Tentunya latihan itu dilakukan di sela-sela kesibukan mereka berdua.
Semua tamu undangan bertepuk tangan dan mengapresiasi keberanian mereka karena sudah tampil di acara pernikahan mereka sendiri.
...****************...
Selamat siang. Sampailah novel ini dipenghujung cerita. Terima kasih atas dukungan selama ini. Jangan lupa mampir ke novel terbaru mama SENANDUNG KEIKHLASAN.
Mama juga membawa rekomendasi novel daru teman mama. Jangan lupa mampir. Terima kasih.
__ADS_1