Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Ujian Cinta


__ADS_3

Mobil Erlan berhenti di sebuah rumah mewah. Ia menggandeng tangan Dera masuk ke dalam.


" Nyonya Rubi, keluarlah!" Teriakan Erlan menggema di dalam rumah bak istana.


" Mas kenapa kau membawaku ke sini?" Dera menatap Erlan.


" Aku akan memberikan pelajaran kepada mereka." Sahut Erlan.


Tap.... Tap... Tap...


" Kau pulang sayang? Kenapa kau membawa wanita itu? Apa kau sedang mencoba membujuk ku untuk merestui hubunganmu dengannya?" Nyonya Rubi menghampiri Erlan.


Ia berdiri di depan Erlan lalu tiba tiba....


Plak....


" Erlan." Teriak nyonya Rubi menyentuh pipi yang baru saja di tampar oleh anak tirinya sendiri.


" Beraninya kau." Bentak nyonya Rubi.


" Itu sebagai balasan karena kau telah menampar calon istriku." Bentak Erlan.


" Dia bukan calon istrimu, calon istrimu adalah Monika." Nyonya Rubi menatap tajam ke arah Erlan.


" Kau harus menikahinya sesuai keinginan mendiang ayahmu." Sambung nyonya Rubi.


" Bukan ayahku yang menginginkan itu, tapi kau sendiri." Erlan menunjuk wajah ibu tirinya.


" Kau menginginkan Monika menjadi menantumu, karena Monika bisa di ajak kerja sama untuk menguras semua hartaku." Tebak Erlan.


Mendengar itu, nyonya Rubi membulatkan matanya.


" Aku sudah bisa menebaknya nyonya Rubi, awalnya aku diam saja kau menguasai seluruh harta peninggalan ayahku ini, tapi mulai sekarang aku tidak akan diam saja, aku akan mengambil semua harta yang ayahku titipkan kepadamu." Ucap Erlan.


" Apa maksudmu Erlan?" Selidik nyonya Rubi.


" Kau berani bermain main denganku, maka kau harus mengikuti permainanku, aku bersumpah dalam waktu satu minggu kau akan menjadi gelandangan." Tekan Erlan meninggalkan nyonya Rubi.


" Erlan tunggu! Erlan."


" Argh.... Sial." Teriak nyonya Rubi.


Monika yang mendengar teriakan nyonya Rubi segera keluar dari kamarnya.


" Ada apa Tante?" Tanya Monika.


" Erlan marah karena aku menampar wanitanya, dia akan mengambil seluruh harta ayahnya, aku akan menjadi gelandangan Monika, aku akan kemana?" Ujar nyonya Monika.


" Tante tenang saja! Aku akan membuat wanita itu meninggalkan Erlan secepatnya, dan akan aku pastikan Erlan akan menjadi milikku selamanya." Ucap Monika penuh percaya diri.


" Memangnya apa yang kau lakukan?" Nyonya Rubi menatap Monika.


" Tante lihat saja." Sahut Monika tersenyum smirk.


" Jika aku berhasil mendapatkan Erlan dan hartanya, maka aku akan mengirimmu ke panti jompo,Tante." Batin Monika.


Di dalam mobil Erlan terus menggenggam tangan Dera dengan tangan kirinya.


" Kau tidak seharusnya melakukan itu kepada ibumu Mas." Ujar Dera.


" Dia bukan ibuku, dia hanya wanita yang beruntung di nikahi oleh ayahku." Sahut Erlan.


" Sedekat apa hubunganmu sama Monika mas?"


Ckit....


Pertanyaan Dera membuat Erlan menghentikan mobilnya.


" Mas kamu apa apaan sih, hampir aja dahiku terbentur." Omel Dara mengusap usap dahinya.

__ADS_1


Erlan menepikan mobilnya agar tidak mengganggu pengendara lain.


" Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa mereka mengatakan sesuatu kepadamu?" Tanya Erlan menatap Dera.


" Aku hanya ingin memastikan keraguanku saja." Sahut Dera.


" Keraguan yang bagaimana?" Erlan bertanya lagi.


" Aku merasa kau mendekatiku hanya untuk menghindar dari perjodohanmu dengan Monika." Ucap Dera menundukkan kepalanya.


" Hmpt.... " Erlan menahan tawanya.


Dera menatap Erlan lalu mengerucutkan bibirnya.


" Ha ha ha ha." Akhirnya Erlan tertawa lepas.


" Aku serius Mas, tidak bercanda malah kamu ketawa." Ucap Dera.


" Iya sayang...


" Apa? Berarti benar kalau kamu hanya manfaatin aku doank! Tega kamu Mas." Sahut Dera memotong ucapan Erlan.


" Eh bukan gitu maksudku sayang, maksudku iya aku tahu kalau kamu serius tidak bercanda, tapi darimana kamu mendapat pemikiran seperti itu?" Ujar Erlan.


" Kamu nggak perlu tahu, cukup jawab aja iya apa tidak." Ucap Dera.


" Tidak sayang." Erlan mengelus kepala Dera.


" Aku benar benar mencintaimu tulus dari dalam hatiku, kamu sudah melihat bukti dari cintaku kan?Apa kau masih meragukan aku?" Erlan menatap wajah Dera.


Di tatap dari jarak sedekat ini membuat jantung Dera berdetak kencang seperti genderang mau perang.


" Kamu cantik sayang." Ucap Erlan.


" Apa sih Mas." Sahut Dera malu malu.


" Aku percaya padamu Mas, tapi aku berharap kau tidak akan mengkhianati kepercayaanku." Ucap Dera.


" Tidak akan sayang." Sahut Erlan.


Erlan kembali melanjutkan perjalanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini Dera bersiap ke apartemen Erlan. Ia ingin memberikan kejutan untuk Erlan sebelum ia bangun tidur. Dera melajukan mobilnya menuju apartemen dengan kecepatan sedikit kencang, ia tidak mau keduluan Erlan bangun tidur sebelum ia sampai di sana.


Sesampainya di apartemen, Dera segera masuk ke dalam.


Deg....


Jantung Dera terasa berhenti berdetak saat melihat sepatu dan tas wanita tergeletak di sofa.


" Milik siapa ini? Apakah Mas Erlan membawa seorang wanita ke sini? Tidak mungkin, Mas Erlan tidak mungkin melakukan semua ini kepadaku." Gumam Dera.


Dera memberanikan diri mendekati pintu kamar Erlan. Sayup sayup ia mendengar suara desa*han seorang wanita. Hatinya sakit bagaikan di remas remas. Air mata lolos begitu saja.


" Tidak... Aku tidak boleh menangis, jika benar Mas Erlan tega melakukan itu padaku, aku akan pergi meninggalkannya." Ucap Dera menghapus air matanya.


Dera memutar handle pintu lalu dengan perlahan ia mukanya.


Deg....


Lagi lagi hati Dera terasa hancur saat melihat Erlan sedang bergelung di dalam selimut bersama dengan seorang wanita.


Brak.... Dera membanting pintu kasar.


Erlan yang kaget segera menoleh ke arahnya.


" Sa... Sayang." Ucap Erlan.

__ADS_1


Erlan menatap wanita yang saat ini berada di ranjangnya.


" Monika, apa yang kau lakukan di sini hah?" Bentak Erlan turun dari ranjang.


" Tidak perlu berteriak honey, kau tidak perlu bersandiwara lagi di depan Dera, dia sudah melihat semuanya, katakan kebenarannya kepadanya kalau memang kita ada hubungan." Monika kembali memakai bajunya.


" Sayang, ini tidak seperti yang kau pikirkan, aku tidak melakukan apapun." Ucap Erlan mendekati Dera.


" Kau lupa apa yang kau lakukan semalam? Dan barusan, kau mencumbu ku Kak Erlan." Ucap Monika.


" Diamlah!" Bentak Erlan.


" Jangan percaya kata katanya sayang, dia berbohong, dia menjebakku." Erlan hendak menyentuh wajah Dera namun Dera segera menepis nya.


" Jangan sentuh aku!" Dera mengusap air mata yang mengalir deras di pipinya.


" Percayalah padaku sayang! Aku tidak melakukan apapun, dia mencoba memisahkan kita dengan menjebakku." Erlan mencoba memberi pengertian kepada Dera.


" Aku tidak tahu Mas apakah yang aku lihat kebenaran atau bukan, yang jelas hatiku sangat sakit melihat semua ini, aku merasakan sakitnya pengkhianatan lagi." Sahut Dera.


Dera pergi meninggalkan apartemen Erlan dengan luka yang kembali menghiasi hatinya.


" Beraninya kau menjebakku." Bentak Erlan mendekati Monika.


Erlan mencekik leher Monika lalu menekannya pada tembok.


" Apa yang kau bilang tadi? Aku menyentuhmu? Kau ingin aku sentuh hah? Baiklah aku akan menyentuh dan memuaskanmu." Erlan semakin menekan cekikannya.


" E... e...." Monika mencoba memberontak tapi tenaga Erlan sangat kuat.


" Kalau sampai pernikahanku gagal, aku akan membunuhmu." Ucap Erlan.


Erlan mendorong tubuh Monika hingga tersungkur di lantai. Ia mengambil tali lalu mengikatnya ke tangan dan kaki Monika.


" Kak tolong lepaskan aku! Maafkan aku! Aku mengaku jika aku sengaja menjebakmu, aku mencintaimu Kak, aku tidak ingin kehilanganmu, maafkan aku uhuk... uhuk..." Monika merasa lehernya tercekat.


" Aku tidak akan pernah melepas orang yang berani bermain bermain denganku, kau harus menanggung akibatnya." Tekan Erlan.


Erlan menelepon seseorang dan memintanya ke rumahnya dengan cepat. Erlan tersenyum smirk melihat Monika yang sudah terikat.


" Kau akan tahu bagaimana mereka akan memuaskanmu." Ucap Erlan.


" Apa maksudmu Kak? Tolong lepaskan aku hiks... " Isak Monika.


Ting tong


Erlan segera membuka pintunya.


" Bos meminta kami untuk membawa wanita itu." Ucap pria bertubuh gempal.


" Dia ada di kamarku, pastikan dia tidak bisa kabur dari sana." Ucap Erlan.


" Baik tuan." Sahutnya.


Monika di bawa paksa oleh dua orang suruhan Mami Roteo.


" Kak Erlan tolong aku! Tolong maafkan aku, jangan biarkan mereka membawaku Kak." Teriak Monika.


Erlan masuk ke dalam kamar mandi. ia harus menjelaskan kesalah pahaman ini kepada Dera secepatnya.


Udah double up nih...


Kasih 🌹yang banyak ya biar author seneng hhhh...


Terima kasih untuk readers yang sudah mensuport author semoga sehat selalu..


Miss U All...


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2