Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 34 Bertemu Teman Lama


__ADS_3

Satu tahun berlalu... Bian sudah bisa berjalan dan berbicara walaupun hanya sekedar memanggil papa, mama dan oma saja.


Saat ini Qiran, Bimo dan Bian sedang bersantai di ruang keluarga beralaskan karpet bulu sambil menonton TV. Qiran duduk di sambil bermain boneka sedangkan Qiran berbaring dengan paha Bimo sebagai bantalan nya. Ia asyik memainkan ponselnya.


" Yah mati!" Ucap Qiran sedikit berteriak saat game yang di mainkannya kalah.


" Sayang jangan keras keras! Bian kaget tahu." Ucap Bimo.


Qiran menatap Bian yang sedang asyik bermain sekilas.


" Enggak ah Mas, Bian masih sibuk bermain gitu kok." Sahut Qiran membuat Bimo menggelengkan kepalanya.


" Sayang Bian kan udah satu tahun, gimana kalau kita program punya anak lagi." Ujar Bimo.


Qiran mendongak menatapnya.


" Satu tahun itu masih kecil Mas, kalau dia punya adik kan kasihan dia, kasih sayang kita akan terbagi untuk adiknya. Yang ada nanti Bian tumbuh dengan kekurangan kasih sayang." Sahut Qiran.


" Mas tetap akan memberikan kasih sayang penuh padanya sayang, kita akan bagi adil kasih sayang itu. Kasih sayang yang tidak akan pernah hilang dari diri kita." Ucap Bimo.


" Aku belum siap Mas, aku masih mau fokus membesarkan Bian dulu. Kalau udah besar dan bisa bermain sendiri kita program punya anak lagi." Ujar Qiran.


" Baiklah Mas menurut apa katamu saja." Sahut Bimo.


Bimo mengelus kepala Qiran sampai Qiran terlelap dalam tidurnya.


" Katanya mau nemenin anaknya main, nggak tahunya malah tidur sendiri." Gumam Bimo menggelengkan kepala.


Bimo segera menggendong Qiran ala bridal style menuju kamarnya. Ia merebahkan Qiran di atas ranjang lalu kembali ke ruang bermain Bian.


" Anaknya Papa anteng bener main sendiri." Bimo duduk di samping Bian.


" Pa pa pa pa." Oceh Bian.


" Apa sayang? Anak Papa mau bicara apa sih?" Bimo menatap Bian sambil tersenyum.


" Pa pa pa pa." Bian kembali mengoceh.


" Iya sayang." Sahut Bimo.


Bimo menemani sang putri dengan sabar. Setelah beberapa saat Bian menguap.


" Anak Papa udah mengantuk ya... Ayo kota tidur dulu! Setelah bangun tidur kita makan." Ujar Bimo.


Bimo menggendong Bian lalu menimangnya.


" Ne ne nen." Celoteh Bian menatap Bimo.


" Kamu haus ya sayang, kita buat susu dulu ya! Mama kamu sedang tidur, Papa tidak tega membangunkannya." Bimo turun ke dapur membuat susu untuk Bian.


" Sekarang kamu minum dulu setelah itu bobok ya." Bimo menimang Bian sambil minum susu dari dotnya.


Tak lama Bian pun tertidur dengan pulas. Bimo segera menidurkannya di ranjang samping Qiran tertidur. Bimo ikut berbaring di sambil memeluk Bian dan Qiran dengan perasaan bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Weekend ini Bimo mengajak Bian jalan jalan di taman. Bian nampak senang berjalan di atas rerumputan hijau yang menghampar luas.

__ADS_1


" Ayo sayang sini!"


Bimo duduk di depan sana meminta Bian berjalan ke arahnya. Bian mendekatinya sambil tertawa tawa.


Hap...


Bian masuk ke dalam pelukan Bimo. Bimo menciumi pucuk kepalanya.


" Ayo kita jalan lagi." Bimo menggandeng tangan Bian.


Mereka berjalan di pinggiran taman sampai seorang gadis cantik menghampiri mereka.


" Hai Om, bolehlah aku bergabung sama kalian?" Tanyanya.


Bimo menatapnya sambil mengerutkan keningnya.


" Namaku lovely. Jangan salah paham Om! Aku hanya ingin membantumu memberikan keluarga yang utuh pada putrimu. Kau lihat?" Lovely menunjuk sekitar.


" Mereka membawa jalan jalan anak mereka dengan ibunya, tapi Om hanya sendiri. Jadi aku menawarkan diri untuk menjadi ibu sementara dari putri Om itu." Ujar Lovely.


" Tidak perlu! Karena ada aku di sini."


Keduanya menoleh ke belakang.


" Sayang."


" Qiran."


Ucap keduanya bersamaan.


Qiran menghampiri keduanya.


" Aaaa Qiran.... Akhirnya kita bisa bertemu di sini." Lovely memeluk Qiran, begitupun sebaliknya.


Lovely adalah teman Qiran semasa SMA.


" Aku juga senang Ly, gimana kabarmu?" Tanya Qiran melepaskan pelukannya.


" Seperti yang kau lihat, aku baik baik saja. Apa dia.... " Lovely menjeda ucapannya.


" Sebentar! Bukannya ini Om kamu yang dulu selalu mengantar jemput kamu ke sekolah?" Selidik Lovely.


" Dia suamiku." Sahut Qiran tersenyum.


" Kamu menikah sama...


" Bukan! Ternyata dia bukan Om kandungku. Kami tidak ada ikatan apa apa, itu sebabnya kami memutuskan untuk menikah." Ujar Qiran.


" Selamat kalau begitu Qi, aku doakan semoga temanku ini bahagia selamanya." Ucap Lovely.


" Amin. Sahut Qiran.


" By the way putrimu cantik sekali. Mirip denganmu." Ucap Lovely.


" Terima kasih, bagaimana denganmu? Kapan kamu mau menikah?" Tanya Qiran.


" Bulan depan." Sahut Qiran.

__ADS_1


" Apa? Bulan depan? Sama siapa Ly?" Tanya Qiran tidak percaya.


" Kau akan terkejut kalau tahu siapa pria yang akan aku nikahi." Ucap Lovely membuat Qiran semakin penasaran.


" Apa aku mengenalnya?" Tanya Qiran.


" Sangat." Lovely menganggukkan kepala.


" Siapa sih? Bikin penasaran aja." Ujar Qiran.


" Sam."


" Sam? Abrisam maksud kamu?" Qiran mengerutkan keningnya.


" Ya, kami akan menikah karena perjodohan kedua orang tua kami. Awalnya Sam menolak, dia bilang kalau ada seseorang yang di cintainya. Tapi entah kenapa sekarang dia menyetujuinya. Apa wanita yang dia cintai itu kamu Qi?"


Deg...


Jantung Qiran berdetak sangat kencang. Bimo menatapnya membuat Qiran semakin berdebar.


" Qi." Lovely menyenggol bahunya.


" Ah bukan. Kami saudaraan Ly jadi tidak mungkin dia suka sama aku kan." Sahut Qiran.


" Owh gitu ya... Kamu harus datang di acara pernikahanku ya." Ucap Lovely.


" Tentu." Sahut Qiran.


Keduanya mengobrol sambil duduk di atas rumput sambil mengawasi Bian bermain.


Setelah hari menjelang siang, Bimo dan Qiran kembali ke rumahnya. Mereka masuk ke dalam kamar.


" Bagaimana bisa Sam tidak memberitahuku kalau dia mau menikah? Parah banget tuh anak." Gerutu Qiran kesal.


" Mungkin dia sedang sibuk sayang. Lagian rencananya masih bulan depan." Sahut Bimo.


" Harusnya kan dia bilang sama aku Mas, apalagi dia mau menikah sama teman kami sendiri. Benar benar rminta di omelin tuh anak." Ujar Qiran.


" Baiklah kau bisa memarahinya sepuas mungkin kalau dia telepon nanti." Sahut Bimo.


" Aku harus meneleponnya sekarang Mas." Ucap Qiran.


Qiran menuju balkon kamarnya menelepon Sam. Bimo kembali menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.


" Mending kita bobok aja Bi, mama kamu sedang sibuk kepoin urusan orang. Kamu jangan seperti mama ya." Bimo menoel pipi Bian yang menggemaskan.


" Ma ma ma ma." Celoteh Bian seolah menyahut ucapan papanya.


Bimo menepuk nepuk paha Bian dengan pelan sambil mengelus dahinya. Perlahan mata Bian terpejam. Bimo menatap putri tercintanya dengan penuh kebahagiaan.


" Papa sangat menyayangimu sayang." Bimo mengecup kening Bian.


Bimo dan Qiran sudah bahagia ya... Bab selanjutnya kita bahas tentang hubungan Sam dan Lovely ya...


Jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹nya donk buat author...


Terima kasih untuk readera yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All....


TBC....


__ADS_2