
Setelah mendatangi psikiater yang menangani Maya, psikiater bilang kalau kondisi Maya sudah stabil, sepertinya ia sudah bisa menerima kenyataan.
Bimo melajukan mobilnya ke rumah Maya. Ia akan menjelaskan pelan pelan kepada Maya tentang hubungan yang sebenarnya.
Sesampainya di rumah Maya, Bimo segera masuk ke dalam. Ia mengerutkan keningnya saat melihat Maya yang duduk di sofa sambil menangis. Ia terlihat seperti memeluk sesuatu.
" Maya." Bimo menghampiri Maya.
Maya mendongak menatap Bimo dengan tatapan yang sulit artikan.
" Kamu kenapa May?" Tanya Bimo duduk di sampingnya.
Maya menunjukkan foto di dalam figura yang ia peluk. Sebuah foto pernikahan Maya dan Bima.
" Kau... " Bimo menggantung ucapannya.
" Ya.. aku mengingatnya." Sahut Maya mengusap air matanya.
" Setelah aku melihat foto pernikahan itu, sekilas aku ingat tentang pernikahanku dan Bima, aku juga sedikit mengingat kecelakaan itu Bim, kecelakaan yang menewaskan suamiku, kecelakaan yang membuatku trauma dan merasa terpuruk seperti orang gila, aku memang tidak ingat dengan jelas karena semua terlihat blur, tapi aku ingat kalau kau bukan suamiku, kau bukan Bima tapi kau Bimo." Ucap Maya.
Bimo merasa senang ternyata dewi fortuna sedang berpihak kepadanya.
" Bagaimana bisa kau membiarkan aku menganggapmu sebagai suamiku? Kau telah membuat harapan palsu untukku Bim, jika saja aku tidak bisa mengingat semuanya, apa kau akan berperan menjadi suamiku selamanya?" Maya menatap mata Bimo.
" Maafkan aku! Itu lah tujuanku ke sini, aku ingin mencoba menjelaskan tentang semua ini, aku tidak sanggup memerankan peran ganda sebagai Bima dan Bimo." Sahut Bimo.
" Aku terpaksa melakukan semua ini karena saran dari dokter May, kau mengalami depresi berat setelah kehilangan Bima, aku sengaja membuatmu melupakan tentang semua itu agar kewarasanmu tetap stabil, ada anak yang harus kau jaga saat itu, aku berencana ingin memberitahumu jika keadaanmu sudah stabil tapi sebelum itu kau sudah mengingat semuanya." Ujar Bimo merasa bersalah.
Kini dirinya di landa rasa bersalah kepada dua wanita yang pernah mengisi hari harinya.
" Kau membuatku menyakiti hati wanita lain Bimo, istrimu... Qiran yang malang, dia harus merasakan sakit hati karena aku, dia harus berbagi perhatian suaminya denganku, aku tidak tahu bagaimana kemarahan Qiran jika dia mengetahui semua ini." Ucap Maya.
" Dia sudah mengetahui semuanya." Sahut Bimo.
" Apa? Lalu bagaimana reaksinya Bim?" Tanya Maya.
" Dia marah besar karena aku terus berbohong tentang alasan aku pergi menemuimu, dia minta pisah dariku." Ucap Bimo lesu.
" Ya Tuhan... Aku akan membantumu menjelaskan padanya Bim, maafkan aku! Gara gara aku kau terjebak dengan masalah ini, aku akan membuat Qiran mengerti dan mau memaafkanmu, aku tidak mau gara gara aku kalian jadi berpisah." Ucap Maya.
__ADS_1
" Tidak pa pa, semua ini salahku May dan terima kasih mau membantuku." Sahut Bimo.
Di tempat lain tepatnya di dalam kamar Qiran, Dera menghampiri putri tercintanya du atas ranjang.
" Sayang." Panggil Dera duduk di tepi ranjang.
" Mama." Qiran merebahkan kepalanya di paha mamanya. Dera mengelus kepala Qiran.
" Mama ingin tanya sesuatu padamu, apa kau benar benar ingin berpisah dari bang Bimo? Apa kau sama sekali tidak punya perasaan apa apa dengannya sayang?" Tanya Dera.
" Jujur Ma kalau masalah perasaan ada, tapi aku tidak mau punya suami yang terlalu baik hati, dia berniat menolong orang lain tapi dia tidak memikirkan istrinya sendiri, jika niatnya hanya menolong kenapa dia tidak memberitahuku sejak awal Ma? Kenapa dia harus berbohong? Apa dia pikir aku akan melarangnya untuk menolong temannya itu?" Ujar Qiran terlihat kesal.
" Sayang pemikiran setiap orang berbeda beda, bang Bimo sangat menyayangimu mungkin dia tidak mau kamu tahu karena dia takut kamu akan terluka, kamu akan cemburu melihat kedekatan mereka, dan berakhir dengan kamu meninggalkannya." Ujar Dera.
" Mungkin dia berpikir kalau kebohongannya tidak akan lama, dia berpikir kalau dia bisa menyelesaikan masalahnya dengan Maya secepatnya, tapi keberuntungan tidak berpihak kepadanya, sebelum dia menjauh dari Maya kamu sudah menangkapnya." Sambung Dera.
" Bang Bimo memang mengkhianati kepercayaanmu sayang, tapi dia tidak mengkhianati cintamu, dia tetap menjaga cintanya meskipun dia bersama wanita lain, itulah yang di namakan cinta sejati sayang." Dera mencoba memberi pengertian kepada putrinya.
" Perpisahan bukan solusi yang tepat untuk masalahmu ini, kau pikirkan baik baik keputusanmu itu! jangan sampai kau menyesalinya nanti setelah berpisah dari Bimo, Mama kasihan padanya karena ketakutannya akhirnya terjadi juga, inilah yang dia takutkan kalau kamu mengetahui semuanya sayang, cobalah mengerti dari sudut pandangnya, sekarang istirahatlah! Mama akan keluar." Ucap Dera.
Qiran menurunkan kepalanya dari paha mamanya, ia mencoba memikirkan apa yang mamanya katakan. Dera keluar dari kamar putrinya
" Belum ada jawaban Mas, tapi aku yakin kalau Qiran pasti akan memikirkan semua ucapanku." Dera menggandeng Erlan menuju kamarnya.
Malam hari setelah selesai makan malam, Bimo dan Maya datang ke rumah. Mereka semua berkumpul di ruang tamu. Qiran nampak malas melihat Bimo dan Maya yang duduk di depannya.
" Kak Erlan, Dera, Qiran aku ke sini mau minta maaf kepada kalian semua, secara tidak sengaja aku membuat kekacauan di rumah ini." Ucap Maya.
" Qiran... Aku tidak ada hubungan apa apa dengan Bimo, kami hanya berteman saja, aku stres.. Aku wanita gila Qiran, setelah kejadian buruk yang menimpaku, aku mengalami depresi berat, aku kehilangan suami yang sangat aku cintai, ingin rasanya aku ikut mati bersamanya, entah apa yang aku lakukan hingga aku menyeret Bimo ke dalam masalah hidupku, setelah aku bangun dari tidur panjang, aku melihat Bimo sebagai sosok suamiku, Bimantara." Sambung Maya.
" Dan berapa bodohnya Bimo, dia justru mengikuti halusinasiku, sepulang dari rumah sakit aku menemukan foto pernikahanku dengan Bima, sekilas bayangan bayangan Bima, kecelakaan itu terlintas di kepalaku, sampai aku bisa mengingat semuanya, aku ingat sosok suami yang sangat aku cintai, dan dia Bima bukan Bimo." Maya menatap Qiran yang nampak tidak tertarik dengan ceritanya.
" Maafkan aku Qiran karena aku telah menyakitimu, tanpa sengaja aku membuat Bimo berbohong kepadamu, aku minta maaf Qiran, aku kembalikan suamimu kepadamu sepenuhnya, aku berjanji tidak akan mengganggu hidup kalian lagi, maafkan aku!" Maya menundukkan kepalanya.
" Kenapa kau mengembalikannya Aunti? Kau bahkan tidak meminjamnya." Ucapan Qiran membuat semua orang mengerutkan keningnya.
" Kalau mendengar ceritamu, itu berarti Om Bimo sendiri yang menawarkan dirinya kan? Dia membuatnya dirinya terlibat jauh dengan pemikiranmu itu, entah apa alasannya yang sebenarnya...
" Sayang Mas...
__ADS_1
" Kau tidak bersalah Aunti, kau tidak perlu meminta maaf padaku, yang berbohong di sini Om Bimo, jadi biarkan kami berdua yang menyelesaikan masalahnya! Kau tidak perlu terlibat dalam hal ini." Qiran beranjak meninggalkan mereka semua.
" Sayang tunggu Mas!" Bimo menyusul Qiran ke kamarnya.
Ceklek ceklek
Qiran mengunci pintunya dari dalam, Bimo menghela nafasnya pelan.
" Sayang buka pintunya! Udah donk marahnya, Mas akan memenuhi semua permintaanmu tapi jangan meminta pisah dari Mas, Mas sangat menyayangimu, Mas sangat mencintaimu sayang... Mas tidak mau kehilangan kamu." Ucap Bimo mengetuk pintunya.
" Mas akan membelikan es krim yang banyak untukmu deh, atau kita nonton, atau kamu mau jalan jalan ke luar negeri? Ayo kita berangkat sekarang! Sayang.... Ayolah! Jangan seperti ini, Mas bisa tiada tanpamu sayang... Mas akan memberikan semuanya untukmu." Ujar Bimo.
Ceklek...
Qiran membuka pintunya.
" Sayang." Bimo menatap Qiran dengan mata berbinar.
" Apa yang kamu mau sayang? Mas akan memberikannya." Ucap Bimo.
Qiran menyodorkan sebuah map dan pen kepada Bimo.
" Apa ini sayang?" Tanya Bimo mengerutkan keningnya.
" Buka dan tanda tangani!" Titah Qiran.
Bimo membuka map itu dengan tangan gemetar, ia membaca isinya lalu membulatkan matanya menatap Qiran.
" Apa?" Pekik Bimo.
Hayo... Kira kira apa ya isinya?
Penasaran nggak nih? Pasti donk!
Author tunggu like, koment vote dan 🌹nya ya sebagai penyemangat author.
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
__ADS_1
TBC...