Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 30 Hormon Kehamilan


__ADS_3

Bimo mempercepat langkahnya, ia mencekal tangan Qiran lalu membawanya masuk ke mobil. Bimo segera melajukan mobilnya menuju rumahnya.


" Kenapa main pergi gitu aja? Kamu masih cemburu mendengar nama Ma...


" Diam!" Ucap Qiran dengan nada tinggi.


" Sudah tahu aku tidak suka mendengar namanya masih aja mau di sebut." Ucap Qiran kesal.


" Sayang dia sudah tiada, ngapain sih masih menyimpan kekesalan padanya, itu tidak baik sayang apalagi kamu sedang hamil. Tidak baik memendam kebencian pada orang lain." Ujar Bimo.


Qiran langsung menatapnya dengan tajam.


" Kamu membelanya Mas hah? Kamu masih membelanya walaupun dia sudah tiada?" Selidik Qiran.


" Eh tidak sayang! Bukan begitu maksud Mas, Mas hanya tidak ingin kamu menjadi pribadi yang suka menyimpan dendam ataupun kebencian, itu aja." Ujar Bimo.


" Jadi mulai sekarang...


" Sama aja Mas membelanya, bela aja terus perempuan lain Mas." Lagi lagi Qiran memotong ucapan Bimo.


" Enggak sayang, Mas nggak berani membela perempuan manapun." Ujar Bimo.


" Stop!" Ucap Qiran.


" Mau apa sayang, ya udah Mas minta maaf! Mas salah, Mas membelanya maafkan Mas." Ucap Bimo.


" Tuh kan kamu membelanya." Ucap Qiran cemberut. Bahkan matanya berkaca kaca seperti mau menangis.


" Astaga! Harus gimana lagi aku." Gumam Bimo menghembuskan nafasnya kasar.


Bimo menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Ia menatap Qiran yang saat ini sedang menundukkan kepala.


"Sabar Bimo... Ini efek hormon kehamilan yang meningkat. Jadi kamu harus lebih meningkatkan kesabaranmu, kalau tidak hsncurlah rumah tanggamu saat ini juga. Yang aku hadapi bukan istriku tapi seekor singa yang siap menerkam aku kapan saja... Sabar Bimo..." Ujar Bimo dalam hati.


Bimo menatap Qiran.


" Sayang jangan cemberut gitu donk! Mas minta maaf kalau Mas salah ucap. Mas tidak membela dia, Mas hanya akan selalu membela istri kecilku yang cantik jelita." Ucap Bimo mencubit pelan dagu Qiran.


" Benarkah?" Qiran menatap Bimo dengan mata berbinar.


" Iya donk sayang." Sahut Bimo.


" Princess jadi sangat sensitif kalau mendengar nama Maya. Aku harus membuatnya senang." Batin Bimo.


Cup..


Bimo mengecup bibir Qiran.


" Mau jalan jalan atau pulang?" Tawar Bimo.


" Pulang saja Mas, aku lagi badmood." Sahut Qiran.


" Baiklah." Sahut Bimo.

__ADS_1


Bimo kembali melajukan mobilnya ke rumah. Lima belas menit kemudian mereka sampai rumah dan langsung masuk ke dalam.


Tiba tiba...


Deg...


Keduanya menghentikan langkah saat melihat Siska yang duduk di sofa ruang tamu bersama Dera.


" Kamu... Ngapain kamu kemari?" Tanya Qiran menghampirinya.


" Sebenarnya aku ingin menemui Maya di sini, tapi ternyata dia sudah tidak ada. Hah malang sekali nasib sahabatku itu." Sahut Siska.


" Apa maksudmu aunti?" Tanya Qiran menekan kata aunti.


Siska tidak menghiraukan Qiran, ia justru menatap Bimo.


" Bim, apa Maya kecelakaan karena tahu kamu menikah lagi?" Tanya Siska.


" Apa?" Pekik Qiran melongo. Begitupun dengan Bimo dan Dera.


" Sepertinya kau salah paham Sis. Aku dan Maya tidak ada hubungan apa apa." Sahut Bimo.


" Tidak ada hubungan apa apa gimana? Kamu kan suaminya, lalu bagaimana kau bisa bilang begitu?" Tanya Siska menatap Bimo.


" Aku hanya bersandiwara saja di depannya. Dia mengira kalau aku Bima suaminya, gitu aja dan nggak usah mencari masalah di sini." Ujar Bimo.


" Aku tidak percaya! Aku tidak rela kalau sahabatku di perlakukan seperti ini oleh kalian. Kamu bilang hanya sandiwara padahal jelas jelas waktu itu aku datang ke pernikahan kalian." Ucap Siska.


Deg...


Benarkah yang dia katakan? Pikir Qiran.


" Jangan keterlaluan kamu Siska! Kau sengaja mengarang cerita karena ingin menghancurkan pernikahanku dengan omong kosongmu ini. Sekarang pergilah sebelum aku berbuat macam macam padamu." Ucap Bimo penuh penekanan.


" Aku akan pergi! Tapi aku akan kembali dengan membawa bukti pernikahan kalian, aku akan pastikan kau akan menanggung akibat dari perbuatanmu yang telah menyakiti Maya." Ucap Siska.


" Jangan berani mengancamku! Kau tidak tahu apa yang bisa aku lakukan padamu." Tekan Bimo.


" Kita lihat saja siapa yang akan menang." Ucap Siska meninggalkan mereka semua.


Bimo menatap Qiran yang masih nampak terkejut.


" Sayang." Bimo hendak menyentuh pundak Qiran namun Qiran menghindarinya.


Qiran segera menaiki tangga masuk ke dalam kamarnya.


" Bang aku ingin bicara denganmu." Ucap Dera menghentikan Bimo yang ingin mengejar Qiran.


Bimo duduk di depan Dera.


" Apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan wanita yang bernama Maya?" Selidik Dera.


" Tidak ada apa apa Dera, aku pernah cerita kan sama kamu." Ucap Bimo.

__ADS_1


Dera menghela nafasnya pelan.


" Aku ingat kejadian waktu Qiran pulang ke rumah." Dera menganggukkan kepalanya.


" Tapi benar kan kalau kamu tidak pernah menikahi Maya?" Selidik Dera.


" Astaga Dera!!!! Ya nggak pernah lah. Gila apa aku? Aku cintanya sama princess dari dulu sampai sekarang masa' iya aku menikah sama orang lain." Ujar Bimo


" Iya maaf." Sahut Dera.


" Ya sudah aku bujuk princes dulu, aku nggak mau membuat dia kelamaan marah padaku." Ucap Bimo.


Setelah itu Bimo berjalan menuju kamarnya.


Ceklek...


Bimo membuka pintu kamarnya. Ia masuk ke dalam menghampiri Qiran yang sedang berbaring miring di atas ranjang.


" Sayang jangan marah donk! Mas sama Maya itu sama sekali tidak pernah menikah. Mas berani bersumpah sayang, kalau sampai Mas bohong Mas siap celaka." Ucap Bimo memeluk Qiran dari belakang.


Qiran tidak bergeming.


" Mas tidak tahu kenapa Siska mengatakan itu, aku rasa dia sengaja melakukannya untuk membuat hubungan kita berantakan sayang. Percayalah sama Mas! Mas tidak pernah menikahi Maya ataupun wanita manapun." Ucap Bimo meyakinkan Qiran.


Qiran memilih diam. Ia lebih memilih memejamkan matanya merasuk ke alam mimpinya daripada mendengar penjelasan Bimo.


Bimo menghela nafasnya pelan.


" Aku akan membuat perhitungan padamu Siska, aku yakin ada tujuan lain di balik semua ini." Gumam Bimo.


" Tidurlah yang nyenyak sayang! Lupakan kejadian siang ini!" Ucap Bimo.


Bimo mencium pucuk kepala Qiran. Di rasa Qiran sudah terlelap jauh, ia turun dari ranjang lalu menelepon seseorang.


" Halo Bro."


" Beri pelajaran pada wanita bernama Siska, nanti aku kirim fotonya." Ucap Bimo mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari lawannya.


Ia kembali naik ke atas ranjang memeluk Qiran.


Di tempat lain, tepatnya di rumah Siska. Siska duduk di sofa sambil meminum jusnya. Ia tersenyum smirk saat ide terlintas di kepalanya.


" Aku tidak akan membiarkanmu lolos lagi Bim, bagaimanapun caranya mau harus menjadi milikku. Aku mencintaimu dan aku menginginkanmu sebagai suamiku." Ucap Siska.


ya Siska adalah teman Maya. Ia menyukai Bimo sejak pertama kali bertemu dengannya di rumah sakit pas Bimo mengantar Maya chek up.


" Aku akan mendapatkanmu Bim." Ucap Siska.


Kita selingi pelakor dulu sebelum Qiran melahirkan ya..


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya..


Terima kasih..

__ADS_1


Miss U All...


TBC.,


__ADS_2